AHM Mesti Lebih Hati-Hati Memasang Harga Motor CBU


Honda-CBR150R-001

Pada tahun 2014 lalu Astra Honda Motor (AHM) sudah mendapatkan tamparan keras dari Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Apa sebabnya? Selama ini AHM menjual Honda CBR150R yang diimpor secara utuh (CBU) dari Thailand. Bayangkan saja, untuk motor sport 150 cc, AHM membandrol dengan harga Rp 42 juta! Apa nggak joss banget itu??

YIMM pun kemudian bergerak dengan memboyong Yamaha YZF-R15 yang sudah lebih dahulu dipasarkan di India. Bukan dengan mengimpor secara utuh (CBU) ataupun terurai (CKD), YIMM malah memproduksi R15 di Indonesia. Motor ini memiliki banyak kesamaan dengan Yamaha Vixion, sehingga biaya produksi bisa dihemat semaksimal mungkin. Hasilnya, dengan mudah YIMM membandrol R15 dengan harga murah. Saat pertama kali diluncurkan, R15 dijual kurang dari Rp 30 juta. Tentu ini menimbulkan disparitas harga yang sangat jauh dengan CBR150R CBU.

AHM yang merasa ditampar keras kemudian mengembangkan CBR150R versi lokal dengan desain yang lebih fresh dan memiliki banyak common parts dengan motor naked sport mereka CB150R. Sebelum CBR150R versi lokal diluncurkan, AHM sudah membanting harga CBR150R CBU. Tidak tanggung-tanggung, diskon yang diberikan hingga Rp 12 juta. CBR150R lokal selanjutnya diluncurkan dengan harga yang sudah bisa head-to-head dengan R15.

Sebenarnya tahun lalu itu tamparan juga datang dari Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Tapi tamparan dari KMI memang nggak begitu terasa. Tahun 2014 KMI meluncurkan Ninja RR Mono yang di awal peluncurannnya diberi harga Rp 39 jutaan. Soal spesifikasi dan desain, Ninja RR Mono masih bisa diadu dengan CBR250R besutan Honda yang didatangkan secara impor. Kalau desain sih masalah selera, sedangkan mesin sama-sama 250 cc silinder tunggal. Power yang dihasilnya juga hanya beda tipis. Namun soal harga, antara Ninja RR Mono dan CBR250R selisihnya lumayan jauh. Sekarang Ninja RR Mono dijual antara Rp 42-48 jutaan (tergantung versi standar atau ABS), sementara CBR250R dihargai Rp 48-56 jutaan. Sayangnya penjualan Ninja RR Mono nggak begitu moncer… CBR250R apalagi, lebih parah malahan. Jadi tamparan KMI dari Ninja RR Mono belum ada efeknya. Konsumen masih suka dengan motor 250 cc dua silinder, sehingga Ninja RR Mono dan CBR250R bukan menjadi pilihan utama.

Nah, pada tahun ini YIMM kembali memberikan tamparan kepada AHM. Yups, YIMM bakal meluncurkan Yamaha NMAX, sebuah maxi scooter 155 cc gaya Eropa yang sangat menarik. Apalagi produk ini adalah produk global yang diproduksi di Indonesia. Bandrol yang diberikan pun sangat murah untuk ukuran maxi scooter, hanya Rp 27,4 juta untuk versi ABS. Jelas ini bakal memakan korban Honda PCX yang didatangkan oleh AHM secara CBU dari Vietnam. Lha wong PCX dijual dengan harga Rp 39 jutaan, sementara NMAX ABS hanya Rp 27 jutaan. Lagi-lagi, secara desain boleh lah diperdebatkan. Tapi spesifikasi di atas kertas NMAX lebih unggul, dan yang paling mudah dilihat adalah keunggulan dari sisi harga. Tinggal nunggu aja nih AHM bikin PCX versi lokal yang murah.

Berkaca pada pengalaman-pengalaman tadi, mestinya AHM lebih berhati-hati dalam membandrol harga motor CBU mereka. Bukan apa-apa sih, itu semata-mata untuk menghargai konsumen mereka. Bagi AHM membuat motor baru dengan desain ciamik, mesin powerful, dan harga yang lebih rendah dari kompetitor bukanlah perkara sulit. Mereka punya pabrik luas, sumber daya manusia melimpah, dan sumber dana yang jauh lebih besar dibandingkan kompetitornya. Ada R15, gampang kok tinggal bikin CBR150R lokal. Ada NMAX, gampang tinggal bikin PCX lokal. Tapi ya kalau bisa model seperti ini jangan sampai bikin sakit hati konsumen. Baru beli motor CBU Rp 40 jutaan, eh nggak lama nongol versi lokal harga Rp 20 jutaan. Apa nggak ya sakit? Dan sudah pasti harga motor CBU bekas bakal anjlok mengikuti harga motor buatan lokal. Gimana AHM, masih mau bandrol motor CBU terlalu tinggi?? Atau masih pengen dikerjain terus sama kompetitor?

Honda-PCX-150-001

Contact Me:


Advertisements