Sebaiknya Suzuki Terapkan Strategi Blue Ocean, Jualan Trail!

Suzuki_DR200S_1

Pasar motor trail/dual sport di Indonesia perlahan namun pasti terus mengalami perkembangan. Sekarang motor dual sport tidak hanya digemari oleh kalangan pecinta enduro untuk blusukan di hutan, tapi juga pengguna biasa yang memanfaatkan motor ini sebagai kendaraan komuter. Nggak percaya? Coba saja tengok, sekarang di kota-kota sobat bisa sangat mudah menjumpai motor dual sport, lebih spesifik lagi Kawasaki KLX 150 series. Itu bisa jadi gambaran pertumbuhan motor dual sport.

Kenapa motor dual sport semakin digemari oleh masyarakat urban? Pertama, motor seperti ini simpel, nggak ribet, body ramping, mau parkir di tempat sempit nggak takut tergores. Kedua, kondisi jalan di kota besar kadang juga nggak beda sama jalanan di pedalaman, banyak lubang, bahkan sering banjir. Motor dual sport dengan ground clearance tinggi dianggap menjadi solusi yang tepat. Apalagi motor dual sport bisa dibawa ke manapun dengan nyaman. Mau jalan aspal oke, jalur off road nggak ada masalah, banjir tinggal terobos! Alasan ketiga, motor dual sport memiliki karakter napas yang pendek-pendek dengan torsi besar. Ya cocok banget lah untuk kebutuhan kaum urban yang memerlukan motor lincah untuk stop and go dan tidak terlalu mementingkan top speed.

Saat ini hanya ada dua pabrikan yang cukup serius dalam menggarap segmen dual sport. Pertama adalah Kawasaki, sedangkan yang kedua merupakan brand lokal, VIAR. Minimnya brand yang bermain di segmen lightweight dual sport ini sebenarnya bisa membuka peluang bagi pabrikan lainnya untuk masuk, salah satunya adalah Suzuki.

Lho kenapa mesti Suzuki? Menurut Adventuriderz, sekarang ini pasar Suzuki di Indonesia benar-benar tragis. Motor sport nggak ada, motor skutik nggak laku. Boleh dikatakan tulang punggung penjualan Suzuki saat ini hanya motor bebek jantan Satria F150. Tidak lama lagi Satria F150 inipun akan mendapatkan lawan yang tak kalah tangguh dari Honda, sebut saja New Honda Sonic, yang mendapatkan turunan mesin dari CB150R/CBR150R. Paling tidak Suzuki harus memberikan update pada Satria F150 dan membuat motor baru tanpa harus turun di red ocean market.

Di segmen sport 150 cc, baik itu naked sport maupun full fairing, sekarang sudah cukup berdarah-darah dengan pertarungan antara Honda da Yamaha. Kemungkinan Kawasaki juga akan ikut masuk di dalamnya setelah terdengar selentingan kabar geng ijo sedang mengembangkan Ninja 150 4-tak. Suzuki nggak punya sumber daya yang cukup besar untuk bersaing dengan Honda dan Yamaha. Salah satu yang paling masuk akal sih lebih baik masuk ke blue ocean market, yaitu membuat motor lightweight dual sport.

Pasar motor dual sport di Indonesia memang belum begitu besar. Tapi Adventuriderz meyakini masih rendahnya serapan pasar motor dual sport itu karena minimnya produk yang ditawarkan. Untuk brand Jepang hanya ada Kawasaki KLX 150, sedangkan yang lainnya adalah brand lokal, VIAR, yang mempunyai beberapa lineup produk. Seperti sobat ketahui, konsumen di Indonesia itu masih cukup sulit menerima produk lokal, malah kadang disebut motor China. Nah, ini menjadi peluang yang bagus bagi Suzuki untuk masuk ke pasar motor dual sport. Praktis saingan yang setara cuma Kawasaki. Sumber daya Kawasaki ini kurang lebih sama kecilnya dengan Suzuki, tapi geng ijo lebih pintar dalam mencari celah pasar dan nggak mau head-to-head dengan Honda dan Yamaha.

Memang Suzuki punya motor dual sport? Untuk produk global mereka punya Suzuki DR200S. Soal desain, DR200S ini nggak perlu diragukan lagi… Ramping, tinggi, dan futuristis! Pokoknya cakep deh! Mesin DR200S memang nggak hi-tech, tapi sudah cukup mumpuni kalau hanya untuk mengalahkan Kawasaki KLX 150L atau VIAR Cross X 200 SE. Secara sekilas, spesifikasinya menggunakan mesin 199 cc SOHC, silinder tunggal, 4-tak, dan bertransmisi 5-percepatan. Sistem pembakaran DR200S masih menggunakan karburator dan mengusung pendingin udara.

Nah, DR200S ini boleh lah diproduksi ke Indonesia, atau kalau belum memadai bisa mengimpornya secara terurai (CKD). Akan lebih baik kalau diproduksi di Indonesia sih, karena bisa menekan harga secara maksimal. Kalau Suzuki mau menjual DR200S, Adventuriderz memprediksi bakal laris manis, bahkan bisa mengalahkan penjualan Kawasaki KLX 150, jika memang harga yang dipatok cukup bagus, nggak lebih dari Rp 30 juta. Syukur kalau mau dibikin sama dengan Kawasaki KLX 150, antara Rp 26-28 juta. Dijamin nggak sedikit pengguna Kawasaki KLX 150 yang berpaling ke DR200S. Apalagi motor buatan Suzuki sudah terkenal bandel di kalangan pecinta motor enduro. Lihat saja, sangat banyak para pencinta enduro yang masih memelihara Suzuki TS125. Padahal motor itu sudah sangat lama tidak dipasarkan dan mencari spare parts-nya lumayan bikin cenut-cenut kepala. Dengan menjual DR200S, Suzuki bisa mengenang kembali masa-masa kejayaan TS125. Gimana Suzuki, masih mau nekat ikut terjun di red ocean market?

Contact Me:


Advertisements