Merlin & Kestrel, Mahakarya Cantik dari Francis-Barnett

Francis-Barnett-Merlin-027

Haloo sobat, apa kabar? Gimana penilaian sobat begitu melihat foto motor di atas? Mungkin banyak yang menyangka kalau itu adalah motor hasil custom atau modifikasi. Tidak… Itu salah besar sob. Itu merupakan motor buatan Francis-Barnett, sebuah produsen motor yang sangat legendaris asal Inggris.

Bagi sebagian dari kita mungkin nggak banyak yang kenal dengan Francis-Barnett. Siapakah dia? Francis-Barnett merupakan salah satu produsen motor tertua dari Negeri Ratu Elisabeth, pertama kali melakukan produksi pada tahun 1919, tapi kemudian tutup operasi pada tahun 1966. Sesuai dengan namanya, Francis-Barnett didirikan oleh Gordon Inglesby Francis dan Arthur Barnett yang mulai membuat motor 125 cc 2-tak dengan mesin yang disuplai oleh Villiers dan AMC.

Pada akhirnya Associated Motor Cycles membeli Francis-Barnett pada tahun 1947 yang mengombinasikannya dengan James satu dekade kemudian. Namun, sembilan tahun setelah itu atau tepatnya tahun 1966 Francis-Barnett tidak dapat bertahan dan menghentikan operasinya. Kini Francis-Barnett hidup kembali dan siap mengulang masa-masa manis dalam sejarah mereka.

Francis-Barnett yang baru muncul dengan dua produk sekaligus. Keduanya merupakan motor sport dengan aura classic yang sangat kental. Mengadopsi mesin 125 cc 2-tak seperti pada saat pertama kali produksi, dua produk dari Francis-Barnett diberi nama Merlin dan Kestrel. Baik Merlin maupun Kestrel memiliki garis desain yang sama, tapi kemudian diberikan sejumlah perbedaan yang membuat masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Perbedaan yang paling mencolok tentu hanya terlihat pada model knalpot, suspensi belakang, dan joknya saja. Asli desainnya nggilanii!! Nggilani tenan kerennya… Bikin ngiler!!

Merlin memang mengadopsi DNA dari motor sport bertipe scrambler, misalnya saja stang dengan model twin wall yang lebar dan tinggi, posisi knalpot tinggi seperti motor trail, serta ukuran diameter roda yang lebih besar daripada Kestrel dan roda depan pun tampak lebih kurus. Tidak salah lagi, Merlin mengaplikasikan ban berukuran 18 inch di belakang dan 21 inch di depan, persis layaknya motor trail. Selain itu, Merlin menggunakan jok tunggal alias jomblo dan nggak bisa buat boncengan, yang kemudian dilengkapi dengan spakbor belakang cukup tinggi.

Francis-Barnett-Merlin-023

Bagaimana dengan Kestrel? Dia memiliki unsur classic yang sangat kental, dengan knalpot rendah dan meruncing pada bagian belakang. Jok Kestrel memiliki bentuk tebal dan memanjang hingga belakang. Artinya, Kestrel bisa digunakan untuk boncengan. Ban yang digunakan pada Kestrel berukuran 18 inch baik depan maupun belakang semakin memperkuat kesan classic di motor ini. Pada bagian-bagian lainnya termasuk indentik sob. Mulai dari sasis, mesin, bentuk tangki bahan bakar, lampu depan, panel dashboard, suspensi depan yang masih mengusung model teleskopik, serta rem depan yang sudah cakram dan rem belakang masih tromol.

Menariknya, di era ultra modern seperti sekarang Francis-Barnett masih menggunakan mesin 124 cc 2-tak yang merupakan turunan dari mesin GN 125 milik Suzuki. Tidak ada yang istimewa sama sekali dengan mesin ini. Datang dengan fitur starter elektronik, berpendingin udara, dan digerakkan dengan transmisi manual 5 percepatan, mesin berteknologi jadul itu bisa mengeluarkan tenaga maksimal 10,7 HP dan torsi 8,5 Nm. Meskipun demikian, bobot kedua motor cukup ringan hanya 105 kilogram dengan tangki bahan bakar berkapasitas 12 liter. Memang Francis-Barnett tidak mnejual kecepatan, melainkan motor yang sangat eksotis dan memiliki nilai artistik sangat tinggi.

Baik Merlin maupun Kestrel memang tampak sangat retro di era yang sudah sangat modern. Tidak ada teknologi canggih yang disematkan di kedua motor ini karena memang tujuan utama pembuatan motor ini bukan untuk adu teknologi, melainkan menghasilkan mahakarya yang cantik luar biasa, motor yang menyenangkan untuk dikendarai, terlihat stylist dan vintage, serta ekonomis sebagai kendaraan komuter. Akan tetapi, ada satu hal yang paling tidak menyenangkan dari produk buatan Francis-Barnett. Apalagi kalau bukan soal harga.

Di Inggris, Kestrel dijual dengan harga £ 3.495 (US $5.380), kurang lebih setara Rp 68 jutaan dengan asumsi kurs Rp 12.700 per dolar Amerika Serikat. Sedangkan Merlin dijual lebih mahal, yaitu £ 4.495 (US$ 6.920), yang setara dengan Rp 88 juta. Harga yang cukup gila untuk sebuah motor 125 cc. Sebagai perbandingan, motor jadul lainnya di Inggris, Herald Classic 125, hanya dijual dengan harga Rp £ 1.650 (US$ 2.540 atau Rp 32 jutaan). Motor Francis-Barnett mahal? Tidak sama sekali untuk sebuah produk hand-made yang diperlakukan khusus bagi para kolektor motor dan pecinta Francis-Barnett. Lha wong hasilnya memang luar biasa kok!

Contact Me:


Advertisements