Target Penjualan Kawasaki Ninja 300 Masih Sangat Logis


Kawasaki-Ninja-300-015

Sobat Adventuriderz, Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sudah resmi meluncurkan Kawasaki Ninja 300 dan Ninja ZX-10R. Oke… Kita nggak akan bahas Ninja ZX-10R sekarang, tapi mengenai Ninja 300. Yups, produk turunan dari Ninja 250 ini ternyata hadir juga di Indonesia walaupun harganya cukup mencekik dan timpang jika dibandingkan dengan Ninja 250. Padahal selisih kubikasinya hanya 50 cc.

Apa yang bikin Ninja 300 mahal? Jelas karena Ninja 250 tidak terkena PPN BM, sedangkan Ninja 300 dikenakan PPN BM 60 persen sob. Bagi sobat yang penasaran tentang PPN BM, monggo simak artikel yang sudah ditulis Adventuriderz beberapa waktu yang lau berjudul PPN BM Moge Tinggi, Market Motor 250-500 cc Jadi Menarik.

Kurang lebih alasan KMI memasukknya Ninja 300 adalah untuk mengisi kekosongan antara Ninja 250 dan varian 650 cc (ER-6n, Ninja 650, Versys 650, dan Vulcan S 650). Sejak motor di atas 500 cc dikenakan PPN BM 125 persen, gap harga antara Ninja 250 dan varian 650 cc memang sangat timpang. Untuk mengisi celah harga antara Ninja 250 dan varian 650 cc, maka didatangkanlah Ninja 300.

Berapa sih harga Ninja 300? Di Jakarta motor yang serupa dengan Ninja 250 ini dijual dengan harga Rp 83,9 juta. Selisihnya bisa mencapai Rp 20-30 juta dibandingkan dengan Ninja 250 yang punya rentang harga Rp 55-63 jutaan. Memang harganya cukup mahal, dan secara perhitungan value jelas Ninja 250 jauh lebih unggul. Tapi di sini KMI memainkan peran yang cukup cerdik, yaitu dengan menutup seluruh rentang harga. Mau harga Rp 42-48 jutaan ada Ninja RR Mono, rentang harga Rp 55-63 jutaan ada Ninja 250, harga Rp 83 jutaan ada Ninja 300, dan di rentang harga Rp 140-160 jutaan ada varian 650 cc (model tahun 2015). Mau di atasnya lagi? Masih ada Ninja ZX-636, Z800, Ninja 1000, Z1000, Ninja ZX-10R, Ninja ZX-14, dan Ninja H2/H2R. Semua ditutup sangat rapat oleh Kawasaki. Kalau diperhatikan, di rentang harga antara Ninja 300 dan varian 650 cc masih ada gap yang cukup lebar. Bukan nggak mungkin kalau ke depan Kawasaki juga menghadirkan Ninja 400 ke Indonesia.

Melihat harga Ninja 300 yang tergolong mahal, KMI menerapkan target yang konservatif. Nggak muluk-muluk kok. Target penjualan Ninja 300 hanya 300 unit per tahun. Artinya dalam satu bulan hanya cukup menjual 25 unit saja. Tentu target ini masih sangat masuk akal dan sangat mungkin tercapai. Para rider Ninja 250 tentu sekarang pusing kalau mau naik kelas ke ER-6n atau Ninja 650 karena untuk VIN 2015 harganya sudah sangat mahal. Untuk sementara waktu mereka bisa naik kelas dulu ke Ninja 300 dengan selisih harga Rp 20-30 jutaan dari Ninja 250. Dari segi fisik memang nggak ada perbedaan antara Ninja 250 dan Ninja 300. Tapi di sektor mesin cukup lumayan juga ada perbedaan power sebesar 7 PS, di mana Ninja 250 sebesar 32 PS sementara Ninja 300 punya power 39 PS. Desain sama persis, dimensi sama, persis, mesin naik 50 cc, dan power naik 7 PS. Apa layak mengeluarkan uang ekstra Rp 20-30 juta untuk upgrade dari Ninja 250 ke Ninja 300?

Bagi sebagian orang memang menganggap upgrade sebesar itu nggak masuk akal. Tapi ingat, sebagian orang lagi membeli barang nggak memperhitungkan logika seperti itu, yang lebih banyak berperan adalah emosi. Bukan emosi marah-marah ya, tapi orang yang punya duit lebih, nggak terlalu mementingkan worth it atau nggak. Emosi, pride, dan eksklusifitas lebih berperan di sini. Pembeli seperti ini nyatanya ya ada saja kok walaupun jumlahnya nggak banyak.

Nah, KMI ingin memanfaatkan potential buyer seperti yang lebih mengedepankan emosional daripada logika tadi. Tentu pendekatannya nggak bisa disamakan dengan konsumen 250 cc ke bawah, karena harganya juga udah beda jauh. Bisa dikatakan perlu treatment spesial lah. Nggak tau nanti gimana KMI menjualnya, mungkin bisa diajak track day sebulan sekali atau gimana. Tapi sangat masuk akal juga kalau melakukan pendekatan berbasis komunitas, di mana komunitas Ninja memang sudah sangat kuat. Bagaiaman dengan feel berkendara? Walaupun kubikasi mesin hanya naik 50 cc dan power naik 7 PS, itu sudah cukup membuat feel berkendara antara Ninja 250 dan Ninja 300 berbeda. Target penjualan 25 unit per bulan juga sangat rasional. Overall, ini adalah langkah bagus yang sudah dilakukan KMI. Hal terpenting sekarang adalah mengeluarkan update Ninja 250 biar nggak babak belur dihajar Yamaha YZF-R25. Bukan hal yang nggak mungkin kalau nanti Yamaha ikut memasarkan YZF-R3 di Indonesia.

Contact Me:


Advertisements