Mungkinkah YIMM Pasarkan Yamaha YZF-R3 di Indonesia?



Yamaha-YZF-R3-005

Di Indonesia, pasar motor dengan kubikasi 250-500 cc memang kurang seksi karena terbentur oleh PPN BM sebesar 60 persen. Namun, belakangan ini motor di rentang tersebut memiliki celah pasar tersendiri karena motor dengan kubikasi di atas 500 cc mengalami kenaikan PPN BM dari awalnya hanya 75 persen menjadi 125 persen. Penjelasan lengkap mengenai PPN BM motor 250-500 cc dan di atas 500 cc ini bisa sobat baca di artikel berjudul PPN BM Moge Tinggi, Market Motor 250-500 cc Jadi Menarik.

Kawasaki Motor Indonesia (KMI) sudah mengisi celah antara Ninja 250 dan Ninja 650 dengan Ninja 300 yang memiliki bandrol harga Rp 83,9 juta OTR Jakarta. Saat ini Ninja 250 memiliki rentang harga antara Rp 55-63 juta, sedangkan Ninja 650 ABS VIN 2015 dijual pada angka Rp 145 juta. Nah, Ninja 300 ini menjadi pengisi yang pas pada rentang harga antara Ninja 250 dan Ninja 650 (Baca: Target Penjualan Kawasaki Ninja 300 Masih Sangat Logis). Sebenarnya masih ada celah yang cukup lebar antara harga Ninja 300 dan Ninja 650, mungkin nanti bisa diisi dengan Ninja 400. Akankah Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bakal ikut meramaikan pasar motor 300 cc di Indonesia?

Peluang itu sangat terbuka lebar sob, mengingat Yamaha sudah punya YZF-R3. Apalagi motor itu diproduksi di pabrik YIMM yang berada di Pulau Gadung, Jakarta, untuk pasar ekspor ke berbagai negara di dunia. Kawasaki sudah mulai duluan memasarkan Ninja 300 untuk mendampingi Ninja 250. Mungkin tinggal menunggu waktu saja sampai Yamaha mau menjual YZF-R25 dan YZF-R3 sekaligus di Indonesia.

Sebenarnya Yamaha ini memiliki peluang yang cukup bagus dalam menjual YZF-R3 dibandingkan dengan Kawasaki Ninja 300. Kenapa? YZF-R3 bisa dibandrol lebih murah dari Ninja 300 karena diproduksi di Indonesia. Memang kedua motor sama-sama dikenakan PPN BM sebesar 60 persen, tapi YZF-R3 yang diproduksi secara lokal itu tidak dikenakan bea masuk dan biaya impor. Di lain pihak, Ninja 300 diimpor dari Thailand, sehingga dari segi biaya bisa lebih mahal akibat adanya biaya impor dan bea masuk. Anjloknya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga sedikit banyak akan mempengaruhi harga motor yang didatangkan secara impor.

Soal harganya, memang Ninja 300 bisa menjadi acuan. Jika YIMM mau menjual YZF-R3, harganya kemungkinan nggak akan jauh dari Ninja 300, meski sangat mungkin bisa lebih murah. Ya YZF-R3 ini bisa sebagai pelengkap lineup produk R-Series Yamaha, memberikan pilihan bagi konsumen yang ingin motor lebih powerful dari YZF-R25. Tentu saja target penjualan nggak perlu banyak-banyak. Sama seperti Ninja 300, target penjualan 100-200 unit per tahun masih cukup masuk akal kok. Toh menjual YZF-R3 juga minim resiko karena 90 persen common parts dengan YZF-R25, dan motor ini diproduksi di Indonesia untuk pasar impor. Kenapa nggak sekalian aja dijual di Indonesia??

Contact Me:


Advertisements