KMI Mungkin Nggak Masukkan Kawasaki Ninja H2R ke Indonesia

Kawasaki-Ninja-H2R-003

Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memang sedang dilanda kegalauan sob. Pertama, mereka galau karena adanya aturan standar emisi EURO 3, sehingga produk paling laris mereka, Ninja 150 2-Tak sangat berpeluang disuntik mati pada tahun ini. Kegalauan kedua adalah mengenai masuknya Kawasaki Ninja H2R ke Indonesia. Tidak seperti Ninja H2 alias versi road legal yang sudah diluncurkan oleh KMI, untuk Ninja H2R alias versi balap (circuit only) memang belum mendapatkan kepastian apakah akan masuk atau tidak.

Apa sih yang bikin KMI galau untuk memasukkan motor seharga Rp 1 miliar itu? Nah, Deputy Department Head Sales & Promotion, Department Marketing & Sales Division PT Kawasaki Motor Indonesia Michael Chandra Tanadhi mengatakan seperti dilansir detikOto, ada banyak persoalan yang menyebabkan KMI belum memutuskan masuknya motor bertenaga 300 PS supercharger tersebut.

Michael mengatakan, pertama KMI harus berhadapan dengan urusan bea cukai yang rumit. Lho kok bisa? Iya sob, itu karena setiap motor yang diimpor lebih dari 10 unit harus melakukan uji tipe terlebih dahulu di Kementerian Perindustrian. Sayangnya, Ninja H2R bukanlah motor yang road legal dan hanya digunakan untuk balap di sirkuit. Tentu saja motor ini tanpa dilengkapi dengan perlengkapan standar, seperti lampu, lampu sein, klakson, kaca spion, dan lain-lain. Permasalahannya adalah untuk melakukan uji tipe, sebuah produk harus dilengkapi dengan perlengkapan standar jalan raya itu tadi sob. “Jadi walaupun itu motor buat trek, tetap ada uji tipe. Sedangkan uji tipe mereka harus ada lampu, sein, segala macam. Nah H2R kan nggak ada,” paparnya.

Intinya sih gini, bea cukai minta KMI untuk melakukan uji tipe untuk mengimpor motor lebih dari 10 unit. Nggak peduli itu motor road legal ataupun circuit only. Pokoknya harus melakukan uji tipe. Nah, di Kementerian Perindustrian kalau mau minta uji tipe, ya motor harus lengkap sesuai standar penggunaan di jalan raya, sedangkan Ninja H2R standarnya nggak ada perlengkapan itu. Agak mumet juga kan ya? Bagi KMI, rasanya agak nanggung kalau mengimpor kurang dari 10 unit. Kesimpulannya sih galau jilid kedua, ntah gimana ngakalinnya biar Ninja H2R tetap bisa masuk ke Indonesia tanpa birokrasi yang berbelit seperti ini. Sebenarnya KMI juga sudah memasukkan motor off the road alias circuit only seperti KX 65, KX 85, KX 250F, dan KX 450F. Apakah motor-motor itu juga harus melewati uji tipe? Apakah motor-motor ini impornya kurang dari 10 unit atau lebih dari 10 unit? Hanya KMI yang bisa menjawab. Mestinya pola impor KX series itu bisa juga diterapkan di Ninja H2R.

KMI sendiri sudah meluncurkan Ninja H2 yang memiliki power hingga 200 PS/10.000 rpm. Meskipun dibandrol cukup mahal sebesar Rp 580 juta, tapi nyatanya sangat banyak peminat Ninja H2. Dari total 20 unit jatah bagi Indonesia untuk satu tahun, kini sudah dipesan sebanyak 19 unit. Artinya slot pemesanan yang tersisa hanya 1 unit lagi. Jika kuota sudah terpenuhi dan ada konsumen yang berminat dengan Ninja H2, konsumen mesti nunggu sampai tahun depan.

Contact Me:


Advertisements