Jelajah Dieng Hari-2: Menelusuri Desa Tertinggi di Pulau Jawa


Dataran-Tinggi-Dieng-Hari-2-008

Hallo sobat Adventuriderz, kembali melanjutkan cerita perjalanan di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Yups, kali ini Adventuriderz akan menceritakan berbagai pengalaman yang terjadi di hari kedua (Baca: Jelajah Dieng Hari-1: Keliling Komplek Wisata Telaga Warna). Di hari kedua di Dieng, Adventuriderz bisa bangun pagi sob. Bukan karena kebiasaan bangun pagi sih, tapi karena suhu udara yang cukup dingin membuat tidur menjadi kurang nyenyak.

Pagi itu cuaca di Dieng masih berkabut. Adventuriderz lekas mandi dengan air yang super dingin seperti air es, bahkan bisa membuat tubuh cukup menggigil. Setelah mandi bersantai-santai dulu karena matahari belum juga nampak, sembari minum teh panas yang tidak terasa panas. Mau hunting sunrise? Rasanya percuma sob! Saat musim hujan seperti sekarang hunting sunrise bakal sangat sulit karena lingkungan terus diselimuti kabut yang tebal. Kalaupun terlihat matahari muncul biasanya sudah tinggi. So, jalan-jalan ke mana saja pada hari kedua di Dieng? Yuk disimak!

Bukit Batu Pandang Ratapan Angin

Lokasi spot yang satu ini berada di dekat Dieng Plateau Theater, bahkan bisa dikatakan berdampingan. Sebaiknya tiba di Bukit Batu Pandang Ratapan Angin pada pagi hari karena pemandangannya juara banget. Di sini Adventuriderz bisa melihat Telaga Warna dan Telaga Pengilon dari atas bukit. Dari atas tampak sangat jelas kalau warna dari Telaga Warna sangat berbeda dibandingkan dengan warna Telaga Pengilon. Warna air di Telaga Warna cenderung hijau dan bercampur putih belerang, sedangkan warna air di Telaga Pengilon normal seperti telaga pada umumnya. Di Bukit Batu Pandang Ratapan Angin ini ada beberapa spot bukit yang wajib kita daki untuk bisa menikmati view yang luar biasa dari dua telaga kembar itu. Adventuriderz pun baru tahu kalau pengunjung bisa mendirikan tenda di atas bukit. Sangat luar biasa deh pemandangannya!

Sembungan Village – Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Setelah cukup menikmati pemandangan cantik di Bukit Batu Pandang Ratapan Angin, Adventuriderz mengajak Si Belalang Tempur menuju Sembungan Village yang merupakan desa tertinggi yang ada di Pulau Jawa. Desa ini masih masuk ke dalam Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Nggak begitu jauh jaraknya dari pusat keramaian di Dieng. Lho, kok bisa jadi desa tertinggi di Pulau Jawa? Memang berapa ketinggiannya? Kurang lebih 2.306 meter di atas permukaan laut. Sudah bisa dipastikan suhu udara di desa ini sangat sejuk, malah cenderung dingin terutama di malam hingga pagi hari. Tidak mengherankan kalau penduduk setempat yang ramah-ramah itu terbiasa berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Dengna posisinya yang cukup tinggi, pemandangan alam di Desa Sembungan sangatlah menarik. Penduduk setempat bermata pencaharian sebagai petani sayuran di lereng-lereng bukit sekitar Desa Sembungan. Salah satu yang membuat Desa Sembungan cukup populer adalah banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Bukit Sikunir, salah satu spot favorit untuk menikmati sunrise di Dieng. Selain Bukit Sikunir, Desa Sembungan juga masih memiliki banyak objek menarik lainnya, sebut saja Telaga Cebong, Air Terjun Sikarim, dan Pertapaan Pakuwaja. Jika ingin bermalam, di Desa Sembungan banyak rumah warga yang difungsikan sebagai homestay kok sob!

Telaga Cebong

Telaga Cebong letaknya sangat dekat dengan pemukiman warga di Desa Sembungan. Rasanya tidak akan capek berjalan kaki sekalipun. Telaga yang berada di ketinggian ini memiliki pemandangan yang cukup aduhai. Selain itu, Telaga Cebong benar-benar dimanfaatkan sebagai objek wisata. Itu terlihat dari banyaknya kios-kios yang berdiri di dekat tempat parkir Telaga Cebong. Yups, jangan heran, pengunjung yang ingin melihat sunrise di Bukit Sikunir biasanya mendirikan tenda di sepanjang bibir Telaga Cebong. Sangat eksotis memang. Apalagi air Telaga Cebong sangat jernih dan tidak tercampur oleh belerang. Ikan-ikan pun bisa berkembang baik di Telaga Cebong. Mancing bisa menjadi salah satu aktivitas yang sangat menarik di sini sob!

Air Terjun Sikarim

Kalau Adventuriderz menilai, perjalanan menuju Air Terjun Sikarim adalah yang paling berat. Jalannya benar-benar ekstrem lho sob. Dari Desa Sembungan sih kondisi jalan lebih banyak menurun dengan tikungan-tikungan yang bikin geleng-geleng kepala. Ditambah lagi kondisi jalan nggak sepenuhnya bagus alias remuk redam! Bakal lebih menyulitkan lagi kalau kabut tebal sedang turun, karena jarak pandang hanya tinggal beberapa meter saja, seperti saat Adventuriderz pergi ke sana. Sulit membedakan mana jalan lurus dan mana yang berbelok karena jarak pandang yang terbatas. Persiapkan motor dengan sistem pengereman yang baik untuk menuju Air Terjun Sikarim dari Desa Sembungan. Kenapa? Jalannya didominasi oleh turunan yang dahysat abissss…

Ketika sudah sampai di dekat lokasi air terjun, Adventuriderz harus memarkirkan Si Belalang Tempur di tepi jalan tanpa ada seorang pun yang menunggu dan trekking menuju air terjun. Cukup bikin was-was, tapi tetap nekat ditinggal tuh Si Belalang Tempur. Terlihat memang Air Terjun Sikarim masih sangat alami dan belum dimanfaatkan dengan baik sebagai objek wisata. Lha wong tempat parkir motor aja nggak ada sama sekali kok. Tapi setelah sampai lokasi, perjuangan berat itu akan terbayar sempurna dengan keindahan Air Terjun Sikarim.

Namun jangan lebih dahulu merasa senang sob, karena percayalah perjalanan pulang ke arah Desa Sembungan akan jauh lebih menyiksa. Kalau berangkat didominasi oleh turunan yang ekstrem, maka untuk perjalanan pulang sebaliknya sob. Tanjakan-tanjakan ganas dengan jalan yang hancur parah siap menyambut dan menguji kemampuan motor. Sangat tidak dianjurkan ke lokasi ini dengan motor skutik, dijamin nggak akan kuat nanjak! Kalau nekat pakai skutik masih bisa sih, berangkat lewat Desa Sembungan dan turun menuju Air Terjun Sikarim, selanjutnya ketika pulang tidak naik lagi ke Desa Sembungan, melainkan turun terus lewat Desa Sirangkel, Kecamatan Garung. Nanti akan tembus lagi di Dieng, Kejajar. Tips bagi sobat yang menggunakan motor sport, gunakan gigi satu, lepas kopling full, dan gas saja terus sekuatnya motor. Kalau pakai gigi tinggi dan main kopling nanti malah kopling gosong bikin repot sendiri. Apalagi jarang sekali ada yang lewat di jalanan ini.

Contact Me:


Advertisements