Motor Apa yang Bakal Jadi Suksesor Kawasaki Ninja 150 2-Tak?


Kawasaki-Ninja-150-RR-003

Sobat Adventuriderz, dalam waktu yang tidak lama lagi, kurang lebih pada Juli 2015, Kawasaki Motor Indonesia (KMI) akan menghentikan produksi motor terlarisnya, Ninja 150 2-tak. Sebenarnya KMI masih cukup berat jika harus menghentikan produksi motor ini, karena kombinasi Ninja SS, Ninja R, dan Ninja RR masih menghasilkan penjualan sekitar 5.000 unit per bulan. Cukup jauh dibandingkan dengan tipe-tipe motor Kawasaki yang lainnya.

Tapi ya mau bagaimana lagi, KMI juga tidak bisa memaksakan Ninja 150 2-tak hidup terus-menerus. Ada masa motor andalan Geng Ijo itu harus disuntik matik. Bukan karena nggak laku sob, peminatnya masih banyak banget. Suntik mati dilakukan karena Ninja 150 2-tak tidak akan berdaya menghadapi regulasi standar uji emisi Euro 3 yang akan diterapkan oleh pemerintah. Sebenarnya bisa saja KMI terus memproduksi Ninja 150 2-tak sesuai dengan standar emisi Euro 3. Namun, perlu memasang alat berupa catalytic converter di bagian gas buang. Imbasnya tenaga motor jadi mampet, biaya produksi membengkak, dan harga jual akan naik. Salah satu opsi yang cukup logis ya memang dengan menyuntik mati.

Setelah dihentikan produksinya, motor apa yang akan menjadi suksesor Ninja 150 2-tak? Saat ini Kawasaki sudah punya Ninja RR Mono dan Z250SL. Menurut Adventuriderz, kedua motor itu sangat cocok digunakan sebagai pengganti Ninja RR. Pertama soal desain, Ninja RR Mono memiliki garis desain yang cukup mirip dengan Ninja RR terutama pada bagian headlamp, dengan penampilan yang jauh lebih fresh, stylist, dan modern. Ban gambot yang disematkan pada Ninja RR Mono membuatnya terlihat lebih keren dibandingkan dengan Ninja RR.

Pada sektor mesin, Ninja RR Mono yang mengusung mesin satu silinder 250 cc 4-tak memang belum bisa melebihi tenaga yang dihasilkan oleh mesin 150 cc 2-tak milik Ninja RR. Tapi paling tidak power yang dihasilkan Ninja RR Mono sudah mendekati dan cukup berimbang dengan Ninja RR. Meskipun demikian, penampilan yang lebih modern, mesin lebih canggih, dan menghasilkan emisi yang lebih bersahabat dengan lingkungan ini harus dikompensasi dengan harga lebih mahal.

Yups, Ninja RR Mono standar dibandrol dengan harga Rp 42,9 juta atau lebih mahal Rp 5,8 juta dibandingkan dengan Ninja RR yang hanya dijual dengan harga Rp 37,1 juta. Kalau mau yang lebih murah, Kawasaki juga menyediakan Ninja RR Mono versi naked yang dinamai Z250SL. Naked bike yang sangat sporty ini dijual dengan harga Rp 39,6 juta atau hanya berselisih Rp 2,5 juta saja dari Ninja RR. Ninja RR Mono bersama dengan Z250SL memang menjadi alternatif pengganti yang cukup tepat bagi Ninja RR. Selisih harga antara Rp 2,5 juta hingga Rp 5,8 juta itu juga tergolong masih rasional. Apalagi melihat Ninja RR Mono dan Z250SL memiliki desain dan fitur yang sangat ciamik!

Masalah serius bagi Kawasaki adalah mencari pengganti bagi Ninja SS dan Ninja R yang bergenre naked bike. Kenapa? Harga Ninja SS dan Ninja R tergolong sangat murah sob untuk sebuah motor yang mampu mengeluarkan tenaga 30 PS. Masing-masing hanya dibandrol Rp 28,2 juta dan Rp 28,4 juta saja. Benar-benar motor powerful yang paling terjangkau harganya. Di sini praktis Z250SL tidak bisa menggantikan peran Ninja SS dan Ninja R karena harganya terpaut sangat jauh meskipun sama-sama mengusung model naked bike.

Solusi yang paling masuk akal ya Kawasaki mesti segera memproduksi Ninja 150 4-tak dan Z150 dengan mesin yang benar-benar powerful. Bahkan kalau bisa mesin itu harus lebih superior dibandingkan dengan pasangan Honda CR150R dan CB150R serta Yamaha YZF-R15 dan New Vixion Lightning. Harganya pun mesti bersaing dengan para kompetitornya di kelas 150 cc itu. Mungkin Rp 30 juta untuk versi full fairing dan Rp 24 juta untuk versi naked bike menjadi harga yang cukup tepat. Memang motor 150 cc 4-tak secara power nggak akan bisa disamakan dengan 150 cc 2-tak. Tapi paling tidak dengan membuat motor 150 cc 4-tak yang powerful bisa sedikit mengobati kehilangan atas matinya Ninja 150 2-tak.

Kawasaki-Ninja-250-RR-Mono-004

Contact Me:


Advertisements