Jelajah Dieng Hari-2: Melihat Aneka Candi di Dataran Tinggi Dieng



Dataran-Tinggi-Dieng-Hari-2-016

Kawasan Dataran Tinggi Dieng memang luar biasa sob. Selain memiliki pemandangan alam yang luar biasa cantik, Dataran Tinggi Dieng juga memiliki berbagai macam peninggalan sejarah dan budaya. Hal itu terbukti dari banyaknya candi-candi dan bangunan sejenisnya yang tersebar di area Dataran Tinggi Dieng. Nggak heran juga kalau Dieng akhirnya menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat populer di Jawa Tengah.

Di hari kedua jelajah Dieng, Adventuriderz memang memiliki cukup banyak agenda untuk mengunjungi berbagai macam spot wisata di sana. Di pagi hari Adventuriderz fokus jalan-jalan ke Desa Sembungan yang merupakan desa paling tinggi di tanah Jawa. Setelah puas berkeliling di Desa Sembungan, waktu balik lagi ke Dieng yang jaraknya memang nggak terlalu jauh. Hanya sekitar 20 menit perjalanan melintasi jalan-jalan berkelok yang cukup menantang itu Adventuriderz sudah sampai lagi di Dieng. Spot apa saja yang Adventuriderz kunjungi?

Candi Setyaki

Candi ini terletak berdekatan dengan komplek Candi Arjuna, sebuah komplek candi yang paling terkenal di Dieng. Ya, kurang lebih jaraknya hanya 200 meter saja dari Candi Arjuna. Meskipun Candi Arjuna kerap ramai didatangi pengunjung, beda dengan Candi Setyaki. Jarak yang dekat dengan Candi Arjuna tak lantas membuat Candi Setyaki ramai pengunjung. Paling hanya 1-2 pengunjung saja yang mau singgah ke Candi Setyaki.

Candi Gatotkaca

Hampir sama seperti Candi Setyaki, Candi Gatotkaca yang merupakan candi bercorak Hindu ini juga nggak ramai pengunjung. Pengunjung lebih fokus menuju Candi Arjuna, meskipun salah satu pintu masuk menuju Candi Arjuna harus melewati Candi Gatotkaca. Kompleknya nggak terlalu luas, tapi dibangun cukup rapi sehingga menarik juga untuk bersantai sambil menghabiskan waktu di sore hari. Apalagi pemandangan alam dari Candi Gatotkaca juga sangat menarik, terutama kalau cuaca sedang bagus.

Museum Dieng Kailasa

Museum yang satu ini terletak persis di depan Candi Gatotkaca. Sebenarnya Adventuriderz sudah pernah mengunjungi berbagai spot-spot ini, termasuk Museum Dieng Kailasa. Tapi rasanya nggak afdol kalau nggak masuk lagi. Museum ini lebih banyak berisi benda-benda bersejarah, seperti arca, peralatan dari masa lalu, dan berbagai informasi mengenai Dataran Tinggi Dieng. Benda yang paling banyak disimpan di sana sih dalam bentuk arca. Monggo saja tengok sendiri kalau penasaran.

Candi Bima

Candi Bima ini bisa ditemukan ketika akan masuk ke Kawah Sikidang. Lokasinya persis di pojokan sebelum gerbang masuk Kawah Sikidang. Nuansa Hindu terlihat sangat kental di Candi Bima. Candi ini juga memiliki ruangan seperti halnya candi-candi bercorak Hindu lainnya di Jawa Tengah. Biasanya, di dalam ruangan sebuah candi bercorak Hindu terdapat arca, namun hal itu tidak terjadi di Candi Bima. Ruangannya hanya kosong, nggak ada apa-apa. Memang paling pas mampir ke Candi Bima sebelum masuk ke Kawah Sikidang.

Kawah Sikidang

Yups, ini adalah kawah yang paling terkenal di Dataran Tinggi Dieng. Dieng memang memiliki banyak kawah yang masih aktif, tapi Kawah Sikidang lah yang bisa mendatangkan pengunjung paling banyak. Mungkin karena lokasinya yang tidak jauh dari pemukiman penduduk dan pusat keramaian di Dieng, makanya Kawah Sikidang paling tenar. Apalagi Kawah Sikidang tidak jauh dari Telaga Warna yang menjadi objek wisata utama di Dieng.

Untuk sampai di area kawah, Adventuriderz harus berjalan kaki kurang lebih 150 meter dari parkiran. Bau belerang sangat menyengat di sini, sebaiknya sobat kalau ke sini menggunakan masker, buff, slayer, atau sejenisnya untuk menutupi hidung. Bagaimana pemandangannya? Ya selayaknya kawah, asap mengepul dari berbagai titik. Namun hanya ada satu ruang kawah utama yang mengeluarkan asap paling banyak. Ada baiknya tidak terlalu lama berada di sekitar kawah karena asap belerang ini juga berbahaya bagi paru-paru.

Candi Dwarawati

Spot berikutnya yang Adventuriderz kunjungi adalah Candi Dwarawati. Sebenarnya ini juga tidak terlalu jauh dari komplek Candi Arjuna. Tapi lokasinya berada palign utara, di bukit yang dikelilingi oleh perkebunan sayuran milik warga. Saat perjalanan menuju Candi Dwarawati, hujan turun cukup lebat. Mau nggak mau tetap nekat ke sana dalam kondisi hujan. Ya menggunakan jas hujan pastinya. Kalau nggak berkeliling di hari itu, Adventuriderz sudah nggak punya waktu lagi karena keesokan harinya mau balik ke Jogja. Apalagi hujan di Dieng bisa seharian penuh. Nekat hujan–hujanan adalah pilihan terbaik.

Nah, Candi Dwarawati menurut Adventuriderz kondisinya paling mengenaskan. Bukan mengenaskan karena tidak terawat dengan baik lho ya, namun karena sangat jarang pengunjung yang datang ke candi ini. Mungkin karena lokasinya yang agak terpencil membuat pengunjung enggan mampir ke sini. Padahal, pemandangan di sini juara banget. Sobat bisa melihat Dieng dari atas yang dikelilingi oleh perkebunan sayuran. Candinya sendiri cukup kecil dengan kelilingnya berupa komplek yang rapi. Bunga-bunga juga tumbuh dengan subur di sekeliling candi. Sangat sayang kalau ke Dieng melewatkan Candi Dwarawati.

Contact Me:


Advertisements