Perbedaan Motor Dual Sport, Motard, Enduro, dan Motocross


Enduro-004

Dual sport, Motard, enduro, dan motocross memang menjadi tipe-tipe motor yang agak sulit dibedakan bagi orang awam. Kebanyakan orang awam hanya menyebutnya dengan motor trail karena bentuknya memang mirip-mirip, seperti body ramping dan tinggi dengan penggunaan spakbor yang khas. Padahal, kalau mau diteliti lebih lanjut, keempat tipe motor itu memiliki perbedaan dan fungsinya pun tidak sama. Seperti apa perbedaannya? Yuk langsung simak saja sob!

1. Dual Sport

Motor dual sport adalah motor yang legal digunakan di jalan raya. Motor dual sport memiliki kelengkapan seperti lampu utama, lampu belakang, lampu sein, klakson, spion, speedometer, tempat pemasangan plat nomor kendaraan, knalpot yang lulus uji emisi, dan bisa diregistrasikan sehingga memiliki surat-surat yang lengkap (dijual dalam bentuk on the road). Motor tipe yang satu ini memiliki fungsi ganda, yaitu bisa dikendarai di jalan raya dan tidak canggung ketika memasuki jalanan berupa semi off road maupun off road. Oleh karena itu, motor dual sport juga biasa disebut dengan motor ‘all road’ atau ‘dual purpose’.

Secara spesifikasi, motor dual sport memang lebih inferior dibandingkan dengan motor enduro atau motocross, karena memang tujuannya adalah untuk menunjang kegiatan riding sehari-hari. Tidak diperlukan mesin yang cukup ganas maupun spesifikasi yang sangat tinggi. Yang penting motor bisa digunakan dengan nyaman ketika di jalan aspal maupun melibas jalur off road. Terlihat dari ban yang digunakan adalah menggunakan tipe dual purpose berukuran 16-19 inch atau 18-21 inch yang bisa melibas dua kondisi yang berbeda.

Contoh motor-motor dual purpose yang dijual di pasaran antara lain Kawasaki KLX 150, Kawasaki KLX 250, Yamaha WR125R, Yamaha WR250R, Suzuki DR200S, dan Honda CRF250L. Dalam perkembangannya, motor dual sport kemudian dibagi lagi menjadi tiga, yaitu lightweight dual sport, middleweight dual sport, dan heavyweight dual sport. Penjelasan lengkap mengenai tiga sub-varian ini akan kita bahas di postingan berikutnya ya!

Nah, sudah sejak lama ada fenomena unik nih di Indonesia, dimana motor dual sport seperti Kawasaki KLX 150 atau KLX 250 dipretelin kelengkapan standarnya dan dimodifikasi untuk keperluan enduro. Hal ini memang sangat dimaklumi, mengingat harga motor dual sport seperti Kawasaki KLX series jauh lebih murah jika dibandingkan dengan motor-motor yang diciptakan khusus untuk enduro. Apalagi motor-motor enduro itu kebanyakan masuk Indonesia melalui importir umum (IU).

Yamaha-WR250R-012

2. Motard

Motard atau yang biasa disebut juga dengan supermoto adalah saudara paling dekat dengan dual sport. Bisa dikatakan motard adalah dual sport yang diganti bannya untuk keperluan di jalan raya. Bentuknya tinggi dan macho khas motor dual sport, tapi menggunakan ban halus yang nyaman digunakan di jalan raya. Efeknya, motard akan kedodoran saat masuk ke jalur semi off road maupun off road. Ukuran ban yang digunakan untuk motard adalah sama, baik depan maupun belakang. Biasanya menggunakan ban dengan ring 17 inch atau yang lebih kecil. Beberapa contoh motor yang termasuk motard antara lain Kawasaki D’Tracker 150, Kawasaki D’Tracker 250, Yamaha WR125X, Yamaha WR250X, dan Honda CRF250M. Sudah tentu motard dijual dalam bentuk on the road dan legal digunakan di jalan raya.

Supermoto-Honda-CRF250M-001

3. Enduro

Enduro merupakan uji ketahanan, baik untuk rider maupun motor itu sendiri dengan melewati berbagai rintangan. Misalnya di dalam hutan, rider harus melewati rintangan berupa ranting pohon yang rendah, batang pohon tumbang, jalanan berbatu, melewati sungai, naik turun bukit, jalanan berupa kerikil, pasir, bahkan lumpur. Secara fisik memang tidak ada perbedaan signifikan antara motor enduro dan motor dual sport atau motocross. Tapi kalau lebih teliti tetap ada perbedaannya sob!

Dari segi kelengkapan, motor enduro hanya dilengkapi dengan lampu utama sama, tanpa kelengkapan lainnya seperti lampu sein, lampu belakang, dan kaca spion. Transmisi motor enduro umumnya menggunakan 6-percepatan. Selain itu, ban yang digunakan adalah ban khusus enduro dengan kotak-kotak yang besar-besar dan jarang. Sudah bisa dipastikan bahwa motor enduro tidak nyaman digunakan di jalan raya karena profil bannya yang seperti itu. Apalagi motor khusus enduro juga tidak legal kok digunakan di jalan raya karena minus kelengkapan motor dan motor ini biasanya dijual dalam bentuk off the road. Contoh motor enduro antara lain Yamaha WR250F, Honda CRF250X, KTM 250 EXC-F, dan Husqvarna TE 250.

Enduro-KTM-250-EXC-F

4. Motocross

Motocross adalah balapan motor off road yang berlangsung di sebuah sirkuit yang sudah dipersiapkan. Karena ini adalah sebuah balapan, maka spesifikasi motor yang digunakan juga tidak main-main, seperti mesin berkapasitas 125-450 cc, sasis yang rigid, ban pacul yang kembangannya besar-besar, dan shock keluaran merk ternama yang memiliki kualitas sangat baik. Dengan spesifikasi dan performa yang mumpuni, maka jangan heran kalau harga motor ini sangat mahal. Motor ini pula yang biasanya disebut dengan SE (special engine). Berbeda dengan tipe enduro yang menggunakan transmisi 6-percepatan, motor untuk motocross menggunakan transmisi 5-percepatan saja.

Nah, antara motor enduro dan motor motocross memiliki persamaan, yaitu nggak legal digunakan di jalan raya karena memang tidak dilengkapi dengan lampu utama, lampu sein, lampu belakang, kaca spion, ataupun klakson. Bener-bener brondolan. Motor enduro saja masih dilengkapi lampu utama, tapi tidak dengan motocross. Motor ini juga hanya dijual dalam bentuk off the road dan hanya bisa digunakan untuk kompetisi saja. Beberapa contohnya adalah Yamaha YZ250F, Kawasaki KX 250, Honda CRF250R, KTM 250 SX-F, dan Husqvarna TC 250. Motor untuk keperluan motocross adalah yang paling mahal dibandingkan dengan tipe-tipe lainnya.

Motocross-Kawasaki-KX250F-001

Contact Me:


Advertisements