Tiga Sub-Varian Motor Dual Sport Yang Perlu Sobat Ketahui


1280px-DualSportBMW1200GS_SuzukiDRZ400

Sobat Adventuriderz, sebelumnya kita sudah membahas mengenai perbedaan antara motor dual sport, motard, enduro, dan motocross. Yups, meskipun secara fisik keempat motor itu terlihat mirip, tapi ternyata ada perbedaan yang cukup signifikan, khususnya terkait dengan fungsinya. Kali ini Adventuriderz akan membahas mengenai motor dual sport, sebuah motor yang diciptakan agar bisa melewati jalan aspal dengan nyaman sekaligus bisa digunakan untuk melalui jalur off road.

Seperti diketahui, motor dual sport adalah motor yang legal digunakan di jalan raya. Berbeda dengan motor khusus enduro dan motocross yang dijual dalam bentuk off the road dan tidak legal digunakan di jalan raya. Oleh karena itu, motor dual sport bisa dikatakan hidup di dua alam sekaligus. Motor ini bisa digunakan di area perkotaan sebagai kendaraan urban yang lincah hingga blusukan ke tempat-tempat dengan kondisi jalan yang hancur, bahkan jalur off road sekalipun. Dalam perkembangannya, motor dual sport disebut juga sebagai motor adventure dan kemudian dibagi dalam tiga sub-varian. Apa saja mereka?

1. Lightweight Dual Sport

Lightweight dual sport bisa dikatakan sebagai motor dual sport dengan bobot ringan dan berbentuk ramping. Umumnya, motor pada sub-varian ini memiliki spakbor depan tinggi, kapasitas tangki bahan bakar rendah, ground clearance tinggi, dan suspensi yang panjang. Lightweight dual sport memiliki desain dan performa yang agresif, serta lebih berorientasi pada kemampuan off road yang baik. Lightweight dual sport ini menggunakan ban dual purpose yang seperti ban tahu namun ukuran kotak-kotaknya kecil-kecil dan rapat.

Lebih mudahnya, lightweight dual sport adalah dirt bike yang diberi berbagai macam perlengkapan, seperti lampu utama, lampu sein, lampu belakang, dudukan plat nomor, klakson, hingga spion sehingga menjadi legal digunakan di jalan raya. Lightweight dual sport memiliki kemampuan off road yang cukup mumpuni, tapi juga masih oke dan nggak masalah ketika digunakan di jalan aspal. Kalau diklasifikasikan berdasarkan kubikasi mesin, motor lightweight dual sport ini mungkin di rentang 125-400 cc satu silinder. Contoh lightweight dual sport antara lain Kawasaki KLX 150, Kawasaki KLX 250, Yamaha WR125R, Yamaha WR250R, Honda CRF250L, Suzuki DR200S, Suzuki DR-Z400S, dan lain-lain.

Honda-CRF250L-001

2. Middleweight Dual Sport

Sesuai dengan namanya, middleweight dual sport adalah sebuah motor dual sport dengan bobot menengah. Rentang kubikasinya bisa antara 400-650 cc satu silinder. Biasanya middleweight dual sport memiliki tinggi yang lebih rendah, suspensi lebih pendek, ground clearance lebih rendah, dan kapasitas tangki bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan lightweight dual sport. Berbeda dengan lightweight dual sport yang cukup handal digunakan di medan off road, pada middleweight dual sport ini kemampuan off roadnya sudah berkurang karena bobotnya lebih berat.

Ban yang digunakan pada middleweight dual sport berjenis ban dual purpose dengan kemampuan ban menawarkan kompromi antara penggunaan di jalur off road dan jalan raya. Artinya, middleweight dual sport lebih nyaman digunakan di jalan aspal, jalan tanah, dan jalur off road yang mulus. Rider bakal kerepotan kalau memaksakan menggunakan motor ini di jalur off road yang parah. Contoh middleweight dual sport di antarnya Suzuki DR650S, Suzuki DR650SE, Honda XR650L, Yamaha XTZ660 Tenere, dan Kawasaki KLR 650.

Kawasaki-KLR-650

3. Heavyweight Dual Sport

Heavyweight dual sport adalah tipe motor dual sport yang paling berat, dengan rentang kubikasi antara 650-1.300 cc multi silinder. Motor di sub-varian ini memiliki tenaga yang sangat berlimpah, namun dengan kemampuan off road yang sudah sangat rendah. Nggak bisa dibayangkan menggunakan motor dengan bobot lebih dari 230 kilogram di jalur off road yang parah. Pasti rider bakal sangat kerepotan. Heavyweight dual sport memiliki ketinggian paling rendah di antara sub-varian dual sport yang lainnya. Selain itu, suspensi dan ground clearance motor ini juga lebih pendek dan tangki bahan bakar paling besar.

Heavyweight dual sport lebih cocok digunakan untuk perjalanan jarak jauh dengan sesekali melewati jalur off road ringan. Ban yang dipasang juga lebih berorientasi kepada kenyamanan di jalan aspal. Oleh karena itu, tidak jarang heavyweight dual sport disebut juga dengan motor adventure-tourer. Heavyweight dual sport merupakan solusi bagi penggemar touring yang tidak ingin selalu melewati jalan aspal mulus. Motor ini menawarkan riding position yang nyaman, jarak jangkau yang cukup jauh karena kapasitas bahan bakar besar, dan kemampuan membawa bagasi (side box, pannier, dsb). Beberapa contoh motor heavyweight dual sport antara lain BMW R 800 GS Adventure, BMW R 1200 GS Adventure, Triumph Tiger 800 XC, Triumph Tiger Explorer XC, Yamaha XT1200Z Super Tenere, KTM 990 Adventure R, KTM 1190 Adveture R, dan lain sebagainya.

Triumph-Tiger-Explorer

Oh ya, pengertian di atas nggak sepenuhnya mengikat ya. Karena bisa saja produsen malah mengembangkan motor 250-400 cc sebagai middleweight dual sport atau malah membuat motor 450-500 cc sebagai lightweight dual sport. Hal itu akan sangat tergantung dari desain, kubikasi mesin, konfigurasi mesin, dan fungsi spesifik motor itu sendiri. Toh dual sport ini pun hanya sebuah bahasa marketing yang bisa diterjemahkan berbeda-beda antar pabrikan. Nggak ada yang benar-benar baku.

Contact Me:


Advertisements