Benelli Python 200, Perpaduan Antara Rasa Italia dan China

Benelli-Python-200-001

Sobat Adventuriderz, kenal dengan brand motor Benelli? Mestinya sobat sekalian sudah nggak asing lagi dengan salah satu brand legendaris dari Italia ini. Benelli dikenal dengan pabrikan yang membuat motor gede alias moge dan skutik-skutik gambot. Kini Benelli sudah diakuisisi secara penuh oleh pabrikan asal Tiongkok, Qianjiang, sehingga tidak hanya memasarkan moge dan skutik premium saja, tapi juga motor-motor dengan kubikasi rendah.

Beruntungnya, Benelli sudah hadir di Indonesia melalui PT Benelli Motor Indonesia. Siapa sangka, brand yang kurang dikenal oleh orang awam ini memiliki varian supermoto. Dia adalah Benelli Python 200. Tentu ini bisa menjadi alternatif pilihan bagi pecinta supermoto. Kalau mau dibentuk sebagai motor dual sport juga gampang kok, tinggal ganti saja bannya dengan tipe dual purpose. Beres deh! Lalu, seperti apa sih detail dari Benelli Python 200? Monggo disimak!

Menurut Adventuriderz, secara desain Benelli Python 200 sebagai motor bertipe supermoto/dual sport cukup oke. Motor ini memadukan unsur futuristis dan kenyamanan sekaligus. Garis desain nggak jauh dari supermoto/dual sport kebanyakan, yaitu bentuk ramping, sudut-sudut yang meruncing, dan ciri khas fender depan yang tinggi. Bedanya, Benelli Python 200 memiliki unsur kenyamanan bagi rider yang tidak terdapat pada motor lain seperti Kawasaki D’Tracker 150 atau Kawasaki KLX 150. Itu terdapat pada ukuran jok yang lebar dan tebal, persis seperti motor jalanan kebanyakan. Tentu saja Benelli Python 200 akan lebih friendly untuk perjalanan jarak jauh. Panel speedometer yang dipasang pada Benelli Python 200 terlihat mungil tapi tetap fungsional. Selain itu, model headlamp yang digunakan juga terlihat lucu.

Pada bagian mesin, motor yang di negara lain dipasarkan sebagai Keeway TX200G ini memang nggak terlalu istimewa. Seperti mochin atau brand lokal lainnya, mesin Benelli Python 200 berkubikasi 197 cc, SOHC, 4-stroke, 2 valve, dan berpendingin udara. Mesin ini dihubungkan ke roda menggunakan transmisi manual 5-percepatan dan mampu mengeluarkan tenaga sebesar 9,5 kW/7.550 rpm serta torsi sebesar 14 Nm/6.000 rpm. Memang nggak superior, tapi lihat saja itu torsinya nendang banget. Bahkan sudah mencapai puncak di 6.000 rpm. Pasti asyik banget buat stop and go dan nanjak-nanjak di area pegunungan.

Bagaimana dengan fitur lainnya? Sebagai sebuah supermoto, Benelli Python 200 dilengkapi dengan ban tapak lebar. Pada ban depan menggunakan ukuran 100/80-17, sedangkan ban belakang berukuran 130/70-17. Bannya pun tipe ban jalan raya, bukan untuk jalur off road. Perlu diganti dengan ban dual purpose kalau mau dipakai untuk adventure. Bagi produsen Tiongkok, sepertinya suspensi depan upside down sudah menjadi kewajiban, sementara suspensi belakang menggunakan mono shock. Rem depan-belakang sudah menggunakan cakram dan untuk menghidupkan mesin ada dua alternatif, yaitu kick starter dan electric starter. Menariknya, Benelli Python 200 terpasang tangki bahan bakar 12 liter. Dijamin nggak rajin ngisi bensin saat perjalanan jarak jauh.

Jika desain dan spesifikasinya sudah menarik, mungkin harga adalah faktor utama bagi konsumen sebelum memutuskan membeli suatu produk. Yups, meskipun motor ini bisa dikatakan mochin yang ditempeli merk Benelli, namun harganya memang nggak bisa dikatakan murah. Benelli cukup pede menjual Benelli Python 200 dengan harga sekitar Rp 27-28 jutaan. Ya mepet-mepet lah sama Kawasaki D’Tracker dan Kawasaki KLX 150 series. Nggak heran kalau motor ini masih sangat langka di jalanan. Apalagi melihat jaringan 3S Benelli yang masih sulit ditemui. Tapi bagi yang ingin motornya tak tampak mainstream, Benelli Python 200 bisa menjadi salah satu pertimbangan.


Advertisements