Membedah Spesifikasi VIAR Cross X 200 dan Cross X 200 SE

VIAR_Jelajah_Indonesia_3

Well, VIAR Motor Indonesia (VMI) memang telah ikut meramaikan pasar motor trail nasional. Tidak tanggung-tanggung, saat ini VIAR punya empat lineup motor trail, yaitu Cross X 150, Cross X 200, Cross X 200 SE, dan Cross X250 SE. Sebelumnya Adventuriderz sudah pernah membahas mengenai spesifikasi VIAR Cross X 150 dan VIAR Cross X 250 SE. Nah, kali ini yang akan dibahas adalah dua motor bermesin 200 cc, VIAR Cross X 200 dan VIAR Cross X 200 SE.

Bisa dikatakan Cross X 200 dan Cross X 200 SE merupakan jajaran motor trail kelas menengah dari VIAR. Untuk segmen bawah sudah ada Cross X 150, sedangkan di segmen paling atas sudah ada Cross X 250 SE. Berbeda dengan Cross X 250 SE yang dijual dalam bentuk off the road karena merupakan motor enduro/motocross murni, Cross X 150, Cross X 200, dan Cross X 200 SE dijual secara on the road sehingga bisa masuk varian motor dual sport. Segmen trail/dual sport memang belum terlalu ramai. VIAR mencoba memanfaatkan peluang itu untuk masuk dan bersaing dengan salah satu brand Jepang. Seperti apakah spesifikasi dan fitur yang ditawarkan oleh Cross X dan Cross X 200 SE yang diandalkan untuk bersaing di segmen trail? Monggo disimak!

VIAR Cross X 200

VIAR Cross X 200 memiliki mesin dengan kubikasi 200 cc, SOHC, 4-tak, 2 valve, dan menggunakan pendingin udara. Tenaga yang bisa dihasilkan oleh mesin ini cukup lumayan juga kok. Berdasarkan klaim dari VIAR, mesin Cross X 200 mampu mengeluarkan tenaga hingga 10 kW/7.500 rpm dan torsi maksimal sebesar 13,5 Nm/7.000 rpm. Power sebesar itu disalurkan ke roda dengan mengandalkan transmisi manual 5-percepatan. Untuk menghidupkan mesin terdapat dua cara, bisa menggunakan electric starter dan kick starter.

Secara dimensi, Cross X 200 memang nggak terlalu besar. Motor ini mempunyai panjang 1.980 mm, lebar 880 mm, dan tinggi 1.305 mm. Ground clearance motor ini adalah 175 mm dengan ketinggian jok mencapai 810 mm. Ya untuk ukuran tinggi badan rata-rata orang Indonesia masih sangat bersahabat kok. Salah satu fitur unggulan yang ada pada Cross X 200 adalah sudah menggunakan suspensi depan upside down, sementara suspensi belakang menggunakan mono shock dengan Unitrack System. Cross X 200 mengusung ban dengan ukuran 70/100-19 di bagian depan dan 90/100-16 di bagian belakang. Pada masing-masing roda juga sudah dilengkapi dengan rem cakram. Tangki bahan bakar Cross X 200 mampu menampung hingga 5,5 liter dan motor ini memiliki bobot kosong hanya 104 kilogram.

Bagaimana dengan desainnya? Pada dasarnya desain adalah masalah selera. Menurut Adventuriderz desain Cross X 200 sudah cukup oke seperti layaknya motor dual sport modern. Cross X 200 tampak cool dengan dipasangnya suspensi upside down di bagian depan. Engine cover juga sudah terpasang dengan sempurna untuk melindungi mesin dari benturan jika motor digunakan untuk enduro. So, rider nggak perlu lagi membeli engine cover secara terpisah. Hanya saja, cat dan warna grafis yang terpasang pada Cross X 200 membuatnya terlihat “cheap”. Untuk memboyong VIAR Cross X 200, sobat hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 18.320.000 on the road. Harga bisa saja berbeda di masing-masing daerah.

VIAR-Cross-X-200-001

VIAR Cross X 200 SE

Spesifikasi mesin VIAR Cross X 200 SE sebenarnya sama persis dengan VIAR Cross X 200. So, nggak ada perbedaan sama sekali di sektor ini. Sama-sama mengusung mesin 200 cc, SOHC, 4-tak, 2 valve, berpendingin udara yang mampu mengeluarkan tenaga 10 kW/7.000 rpm dan torsi 13,5 Nm/7.000 rpm. Perbedaan mendasar antara Cross X 200 SE dan Cross X 200 hanyalah soal dimensi atau ukuran motor saja.

Yups, Cross X 200 SE memiliki dimensi yang lebih besar dengan panjang 2.030 mm, lebar 920 mm, dan tinggi 1.360 mm. Cross X 200 SE memiliki jarak terendah dengan tanah setinggi 200 mm dan ketinggian jok 890 mm. Rider dengan tinggi badan kurang dari 170 cm kemungkinan bakal jinjit saat berada di atas Cross X 200 SE. Motor yang lebih tinggi ini didapatkan dari suspensi depan upside down yang lebih tinggi dan ban dengan ukuran lebih besar. Ban yang dipasang pada Cross X 200 SE berukuran 80/100-21 pada bagian depan dan 100/100-18 di bagian belakang. Rem depan menggunakan cakram berukuran 270 mm, sementara rem belakang menggunakan cakram 220 mm. Tangki bahan bakarnya pun sama dengan Cross X 200 hanya 5,5 liter, namun dengan bobot kering yang lebih berat, yakni 117 kilogram.

Selain dimensi yang lebih panjang, lebih lebar, dan lebih tinggi, salah satu pembeda antara Cross X 200 SE dan Cross X 200 terletak pada swing arm. Cross X 200 menggunakan swing arm kotak dan tampak biasa, sedangkan Cross X 200 SE sudah menggunakan swing arm yang lebih besar dan tampak advance. Secara desain sebenarnya antara Cross X 200 SE dan Cross X 200 sangat mirip. Hanya saja warna dan grafis yang dipilih untuk Cross X 200 SE lebih menarik, sehingga memang terlihat jauh lebih berkelas dibandingkan dengan Cross X 200. Kaki-kaki yang lebih tinggi dan ban lebih besar membuat Cross X 200 SE tampak lebih gagah dibandingkan dengan Cross X 200. Nah, dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Cross X 200 SE dijual lebih malah daripada Cross X 200 SE. Motor ini bandrol mulai dari Rp 20.320.000 on the road.

VIAR-Cross-X-200-SE-001


Advertisements