Minerva atau VIAR, Nggak Tertarik Masukin Zongshen RX3?

CSC-Cyclone-RX-3-001

Seperti sobat ketahui, dual sport adventure belakangan ini semakin marak. Namun hal itu tidak didukung dengan ketersediaan motor dual sport yang memadai. Untuk pilihan motor dual sport 150-250 cc memang sudah cukup lumayan lah. Motor dual sport 150-250 cc yang kebanyakan dijual di Indonesia memiliki kemampuan off road yang cukup bagus, tapi kurang nyaman kalau digunakan untuk on road, terutama perjalanan jarak jauh.

Ya, untuk perjalanan jarak jauh memang lebih nyaman menggunakan motor adventure-tourer yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari dual sport. Saat ini alternatif motor adventure-tourer di Indonesia bisa dibilang nihil. Kebanyakan yang tersedia adalah motor-motor adventure-tourer buatan Eropa dengan kubikasi besar, seperti BMW F 650 GS, BWM F 700 GS, BMW F 800 GS, BMW F 1200 GS, Triumph Tiger 800 XC, atau Triumph Tiger Explorer. Tentu saja motor-motor itu sulit terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah karena paling murah juga sudah mencapai Rp 500 juta.

Saat ini dari pabrikan Tiongkok sudah ada motor adventure-tourer berkubikasi rendah, yaitu Zongshen RX3. Sebagai motor adventure-tourer, desain Zongshen RX3 tergolong keren, mirip-mirip lah dengan BMW GS series. Hanya saja ukurannya lebih kecil. Zongshen RX3 pun dilengkapi dengan side box dan top box, persis lah dengan motor keluaran pabrikan Jerman, memberikan nuansa adventure yang begitu kental.

Untuk dapur pacunya, Zongshen RX3 mengadopsi mesin silinder tunggal dengan kubikasi 249,6 cc, SOHC, 4-tak, yang mampu mengeluarkan tenaga maksimal hingga 25 HP/9.000 rpm dan bisa berlari dengan kecepatan mencapai 120 km/jam. Sebuah tenaga yang cukup mumpuni untuk ukuran motor adventure-tourer kecil. Sepertinya mesin yang sama juga digunakan pada motor enduro yang dipasarkan oleh VIAR, yaitu Cross X 250 SE. VIAR Cross X 250 SE sendiri diperkenalkan pada bulan Februari lalu.

Nah, walaupun Zongshen RX3 terlihat lumayan bongsor, namun bobotnya nggak berat-berat amat, hanya 150 kilogram. Tangki bahan bakarnya sendiri mampu menampung 15 liter, dengan konsumsi bahan bakar mencapai 25 km/liter. Selebihnya nggak ada fitur yang cukup wah pada Zongshen RX3, kecuali suspensinya yang sudah menggunakan upside down pada bagian depan, sedangkan suspensi belakang menggunakan mono shock.

Zongshen adalah salah satu pabrikan motor terbesar di China. Bahkan Zongshen mampu membuat hingga 4.000 mesin dalam satu hari. Jumlah yang sangat besar dong pastinya. Selain memproduksi motor, rupanya Zongshen juga secara aktif membangun kerja sama dengan pabrikan motor besar lainnya seperti BMW, Harley-Davidson, dan Piaggio. Ntah kerja sama seperti apa yang dijalan, tapi yang pasti Zongshen bukanlah perusahaan ecek-ecek. Nggak heran kalau produknya diekspor ke berbagai negara seperti ke Australia, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa yang dikenal bawel terhadap kualitas produk.

Zongshen RX3 sendiri dipasarkan di Amerika Serikat dengan mengusung nama CSC Cyclone RX-3. Di Negeri Paman Sam, CSC Cyclone RX-3 dijual dengan harga US$ 3.495 atau sekitar Rp 46 jutaan dengan kurs Rp sekarang 13.200. Mungkinkah Zongshen RX3 dipasarkan di Indonesia? Seharusnya sih memungkinkan, karena saat ini sudah ada beberapa brand lokal yang berafiliasi dengan Zongshen. Dua brand lokal yang cukup besar dan berafiliasi dengan Zongshen adalah Minerva dan VIAR. Minerva saat ini memasarkan Megelli 250 menggunakan mesin buatan Zongshen. Mesin ini juga terpasang pada Zongshen RX3. Sementara untuk VIAR, dia juga mendatangkan Cross X 250 SE dari Zongshen. So, kedua brand inilah yang paling berpeluang seandainya Zongshen RX3 bakal mengaspal di Indonesia.

Apakah kedua Minerva dan VIAR sudah berpikir ke arah sana? Ntahlah, yang pasti sih kalau mau menjual Zongshen RX3, meskipun ada saja yang beli tapi pasarnya memang nggak begitu besar karena harganya juga nggak akan bisa murah-murah banget. Bagi konsumen Indonesia pun pasti agak berat kalau harus mengeluarkan uang Rp 35-45 jutaan untuk membeli motor brand lokal buatan China. Apalagi jaringan 3S brand lokal memang belum begitu luas, sehingga mindset konsumen masih cukup skeptis dengan brand lokal. Tapi kalau mau masukin sih ya Adventuriderz menganggap itu sebagai langkah yang bagus untuk menambah lineup produk. Apalagi motor tipe seperti ini tidak dipasarkan oleh brand Jepang.


Advertisements