Jelajah Dieng Hari-3: Cuma ke Komplek Candi Arjuna

Dataran-Tinggi-Dieng-Hari-2-041

Well, mayoritas objek-objek wisata di Dataran Tinggi Dieng sudah Adventuriderz kunjungi dalam perjalanan hari kedua, di antaranya menelusuri Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa, melihat aneka candi, serta berkeliling ke telaga dan kawah-kawah di sekitar Dieng. Memang masih ada beberapa spot yang belum Adventuriderz kunjungi. Tapi biar saja lah, mungkin di lain waktu akan dikunjungi lagi karena waktu yang terbatas dan kondisi cuaca tidak menentu.

Di hari ketiga perjalanan di Dieng, Adventuriderz langsung siap-siap menyusun barang di badan Si Belalang Tempur, check-out, dan kemudian menyempatkan diri mampir di komplek Candi Arjuna, salah satu objek wisata paling ternama di Dataran Tinggi Dieng. Terakhir kali Adventuriderz ke Dieng tahun 2011, termasuk ke Candi Arjuna. Itu berarti sekitar empat tahun yang lalu. Tidak ada perubahan berarti antara Candi Arjuna empat tahun yang lalu dengan yang sekarang. Candi Arjuna masih tertata dengan rapi dan sangat terawat.

Pagi itu Candi Arjuna masih sangat sepi pengunjung. Kalau dihitung mungkin hanya sekitar 5-7 pengunjung saja yang ada di Candi Arjuna. Selain masih pagi, hari itu tepat di hari Senin. Kemungkinan para wisatawan .yang berkunjung ke Dieng sudah kembali ke kota asalnya masing-masing. Berbeda dengan kondisi di hari Sabtu atau Minggu yang biasanya cukup ramai. Tak pelak Adventuriderz bisa menikmati keindahan Candi Arjuna dengan leluasa.

Perlu sobat ketahui, komplek Candi Arjuna merupakan komplek candi yang terbesar di Dataran Tinggi Dieng. Kompleknya sendiri cukup luas dan tertata dengan sangat baik. Candi Arjuna ini juga biasa disebut dengan Candi Dieng. Kalau ada yang menyebut Candi Dieng berarti yang dimaksud adalah Candi Arjuna. Padahal kenyataannya masih banyak komplek candi yang lain di Dataran Tinggi Dieng seperti Komplek Candi Bima, Gatotkaca, dan Dwarawati.

Pada Komplek Candi Arjuna ini terdapat dua kelompok candi yang bersebelahan. Kelompok pertama adalah candi yang berada di sebelah timur. Candi-candi itu antara lain Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Kelompok kedua adalah candi yang berada di sebelah barat. Dalam kelompok ini terdapat dua candi yang saling berhadapan yaitu Candi Semar dan Candi Arjuna. Baik Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra maupun Candi Arjuna semuanya menghadap ke arah Candi Semar. Masing-masing candi ini memilik ciri khas tersendiri. Pada dinding candi terdapat relung-relung. Sementara pada bagian depan terlihat kala-makara. Atap candi juga penuh hiasan yang sangat menarik.

Mendengar nama-nama candi di Dieng seperti Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Bima, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra mengingatkan Adventuriderz pada tokoh-tokoh wayang pada cerita Mahabarata. Selain itu juga masih ada tokoh-tokoh wayang tersebut yang dijadikan nama candi di Dataran Tinggi Dieng misalnya Candi Setyaki, Dwarawati, Petruk, Antareja, Nala Gareng, Nakula, dan Sadewa. Sebaian besar dari candi ini sudah tidak berbentuk lagi karena hanya tersisa pondasinya saja. Namun masih ada beberapa candi yang layak untuk dikunjungi dan tentu saja sayang kalau saya lewatkan.

Pagi itu cuaca di Dataran Tinggi Dieng memang kurang cerah. Pada pagi hari sudah mendung, tapi itu tidak mengurangi kecantikan Candi Arjuna yang dipadu dengan hijauhnya perbukitan di sekeliling candi. Menikmati pemandangan yang sangat eksotis ini membuat Adventuriderz betah. Sayangnya, Adventuriderz nggak punya waktu lebih lama lagi. Setelah merasa cukup mengelilingi Candi Arjuna, Adventuriderz bergegas ke warung terdekat untuk sarapan dan siap melanjutkan perjalanan menuju Candi Gedong Songo yang terletak di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tidak menggunakan rute normal, Adventuriderz sengaja berputar hingga melewati Blado di Kabupaten Batang. Bagaimana kelanjutannya? Tunggu di postingan berikutnya ya!


Advertisements