Perjalanan Menantang Menggapai Puncak B29 Lumajang (Part 1/2)


B29-Lumajang-Day-1-000

Sobat Adventuriderz, saat akhir pekan memang sangat menyenangkan bisa menghabiskan waktu dan melepas penat. Menyalurkan hobby memang menjadi pilihan yang sangat menarik untuk mengisi waktu luang tersebut. Bagi Adventuriderz, riding sudah pasti menjadi pilihan utama.

Yups, pada Sabtu-Minggu (28-29 Maret 2015), Adventuriderz riding bersama teman-teman JatimOtoblog menuju destinasi yang belakangan ini menjadi incaran utama para penggemar riding adventure. Apa lagi kalau bukan Puncak B29 yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Apa sih maksudnya B29? Yang dimaksud B29 adalah bukit dengan ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut. Sebenarnya destinasi yang disebut juga dengan “Negeri di Atas Awan” ini masih masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, sehingga nggak mengherankan kalau spot yang satu ini punya pemandangan memikat.

Awalnya, Adventuriderz ingin berangkat seorang diri ke B29, karena memang lebih sering solo riding. Tapi coba iseng-iseng nawarin ke group WhatsApp JatimOtoBlog, barangkali ada yang tertarik ikutan. Ternyata ajakan itu bersambut. Mas Fauzi (Fncounter.com) bersedia ikutan, disusul Mas Angga (Ndeso94.com), dan Mbah Wiro (Nyobamoto.com) ikut meramaikan. Terakhir, Mas Respati, salah seorang pembaca Adventuriderz.com confirm join dengan tim. So, total ada lima rider dan lima motor yang ikut dalam petualangan kali ini, yaitu Kawasaki KLX150L milik Adventuriderz, Yamaha Jupiter MX 135 LC dengan joki Mas Fauzi, Yamaha New Vixion Lightning dengan rider Mas Angga, Honda Supra X 125 ditunggangi oleh Mbah Wiro, dan Yamaha Scorpio Z 225 menemani Mas Respati. Lima rider, lima motor, tiga brand, satu tujuan… B29!!

Sabtu (28/3/2015) sekitar pukul 13.00, Adventuriderz bersama Mas Angga berangkat dari Surabaya, sedangkan Mas Fauzi dan Mbah Wiro berangkat dari Malang. Kami janjian ketemu di Tongas. Syukur perjalanan siang itu cukup lancar, sehingga Adventuriderz dan Mas Angga sudah sampai di Tongas sekitar pukul 14.10. Karena kami sampai lebih dulu, maka kami harus menunggu beberapa saat sampai tim dari Malang datang. Setelah bertemu, kami istirahat makan siang terlebih dahulu di sebuah warung di Probolinggo. Kelar makan pun nggak langsung tancap gas, tapi berhenti dulu di SPBU, ngisi bahan bakar dan shalat ashar sekalian.

B29-Lumajang-Day-1-001

Kami berempat baru benar-benar meninggalkan Probolinggo menuju Lumajang setelah lewat pukul 16.00. Perjalanan dilakukan dengan santai menuju Lumajang, dipimpin oleh Mbah Wiro yang berada di depan. Sampai di daerah Klakah, kami kembali berhenti karena turun hujan yang cukup deras. Saat berhenti di Klakah ini sempat dapat kabar buruk juga, katanya B29 ditutup karena terjadi longsor. Sempat bimbang juga mendengar kabar itu, tapi akhirnya kami memutuskan lanjut. Kami berempat tiba di Lumajang sekitar pukul 18.30. Di Lumajang kami menunggu kedatangan Mas Respati yang menyusul dari Surabaya. Ya, menunggu sambil makan malam. Semangkuk mie ayam malam itu sudah cukup untuk menghangatkan tubuh setelah diguyur hujan cukup lama.

Seluruh tim sudah lengkap, kali ini Adventuriderz mengambil alih posisi menjadi leader. Perjalanan dilanjutkan dari Lumajang menuju ke arah Senduro. Kondisi jalan menuju Senduro sangat bagus, sepi, dan agak gelap. Hanya berupa jalan lurus yang mulus dengan sedikit tanjakan. Dari Kecamatan Senduro kami masih harus melanjutkan perjalanan menuju Desa Argosari. Di sinilah nuansa adventure mulai terasa. Jalan menjadi semakin sempit, tidak begitu mulus, terus menanjak, dan tanpa penerangan jalan. Beruntung Adventuriderz sudah memasang sebuah lampu LED tambahan dengan daya 10 watt. Lampu dengan daya sebesar itu sudah lebih dari cukup untuk memberikan penerangan dengan baik. Sepertinya anggota tim juga belum menemukan kendala berarti saat melewati tanjakan-tanjakan tadi.

Keluar dari pemukiman penduduk, kondisi jalan yang dilewati terus menanjak. Hujan memang sudah reda, tapi sisa-sisa air hujan masih membasahi jalan aspal. Semakin naik, kondisi udara semakin dingin, kabut juga mulai turun menghalangi pandangan, ditambah dengan jalan yang semakin meliuk-liuk dan menanjak membuat perjalanan malam itu sangat seru dan menantang. Adventuriderz sengaja nggak buka gas dalam-dalam, hanya memainkan gigi dua dan tiga, biar nggak ada anggota tim di belakang yang tercecer.

Pukul 20.30 tim sudah sampai di Desa Argosari, desa terakhir sebelum mencapai Puncak B29. Sejak awal kami memang sudah berencana bermalam di Desa Argosari, mengistirahatkan badan dan motor, agar fit saat ke Puncak B29 keesokan harinya yang super duper menantang dan perlu tenaga ekstra. Malam itu kami menginap di homestay Pak Wahyu. Kami mendapatkan dua  kamar tidur dengan masing-masing satu spring bed dan satu spring bed berukuran besar yang ada di ruang keluarga (depan TV). Di Desa Argosari jangan berharap ada penginapan mewah. Semuanya serba sederhana di sini. Sobat bisa menginap di rumah-rumah penduduk karena memang belum ada bangunan yang benar-benar didedikasikan khusus sebagai penginapan. Berapa biaya homestay untuk satu malam? Di rumah Pak Wahyu kami cukup membayar Rp 50.000 per orang dengan fasilitas yang lumayan. Beruntungnya, malam itu kembali turun hujan deras di Desa Argosari, sehingga perjalanan keesokan harinya menuju Puncak B29 bakal jauh lebih seru dan bikin ngos-ngosan!!

B29-Lumajang-Day-2-005


Advertisements