Test Ride VIAR Cross X 250 SE, Performanya Melebihi Ekspektasi


Test-Ride-VIAR-Cross-X-250-SE-001

Mendapatkan kesempatan test ride motor trail flagship dari VIAR, Cross X 250 SE, tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga. Di situ Adventuriderz bisa menggali performa motor yang dibandrol dengan harga Rp 32,7 juta off the road tersebut. Apalagi lokasi test ride juga cukup mendukung, yaitu di kawasan lautan pasir Gunung Bromo yang membentang sangat luas. Terima kasih buat Pak Putra Adhi yang sudah mengajak Adventuriderz menjajal performa Cross X 250 SE. Bagaimana performa VIAR Cross X 250 SE? Apakah cukup layak dibeli? Monggo disimak!

Styling

Soal desain nggak diragukan lagi kalau VIAR Cross X 250 SE ini ganteng abisss!! Modelnya yang mirip dengan Honda CRF250X/CRF250R membuatnya tampak gagah. Hal yang menonjol tentu saja pada bagian sasis yang menggunakan tipe twin spar. Meskipun sasis masih terbuat dari bahan besi, bukan alumunium, tapi model sasis twin spar mengesankan motor tampak sangat padat.

Paket sasis yang keren itu semakin lengkap ketika dipasangkan dengan kaki-kaki yang kokoh. Coba deh liat sob, VIAR Cross X 250 SE menggunakan suspensi upside down (USD) pada bagian depan dengan ukuran yang lumayan gambot, sementara di suspensi belakang menggunakan mono shock yang sudah dilengkapi dengan tabung. Suspensi ini bisa di-setting sesuai selera dan kebutuhan sob. Komplit wesss!!

Penampilan semakin mantap ketika karet bundar berukuran 110/100-18 (belakang) dan 90/100-21 (depan) digunakan sebagai penopang tubuh Cross X 250 SE. Ban yang dipasang ini nggak main-main sob, karena merupakan ban enduro ready. Artinya apa? Sobat tinggal beli motor dan langsung bisa diajak ngegas blusukan tanpa perlu ada perubahan apapun, termasuk di sektor ban.

Ketika Adventuriderz mencoba menaiki si Cross X 250 SE, sangat kental aura dirt bike di motor yang satu ini. Joknya lumayan tinggi, mencapai 920 mm. Bahkan untuk Adventuriderz yang bertinggi badan 180 cm ini masih belum bisa menapak dengan sempurna. Seat height setinggi 920 mm sebenarnya masih cukup bersahabat kok buat orang Indonesia, dibandingkan dengan dengan motor-motor enduro keluaran brand Jepang atau Eropa yang kebanyakan mencapai 960-970 mm. Riding position sudah pasti tegak dengan stang standar yang lumayan lebar, walaupun nggak selebar stang fatbar merk Scott yang dipasang pada Si Belalang Tempur tunggangan Adventuriderz.

Test-Ride-VIAR-Cross-X-250-SE-003

Performance

Sektor mesin adalah salah satu keistimewaan Cross X 250 SE. Bagaimana tidak? Mesin satu silinder 249,6 cc SOHC, 4-tak, 4 klep, dan berpendingin cairan itu diklaim mampu mengeluarkan tenaga maksimal 19 kW/9.000 rpm dan torsi sebesar 23 Nm/7.000 rpm. Apakah benar demikian?

Ketika sudah naik di atas Cross X 250 SE dan mesin dihidupkan, suara yang dikeluarkan dari knalpot memang cukup kencang, tapi nggak sampai memekakkan telinga. Yups, penggunaan knalpot model free flow sebagai standar pabrik tentu saja untuk mendongkrak performa dari Cross X 250 SE. Coba masuk gigi satu dan kemudian digasss… Wooohh torsi dan tenaga Cross X 250 SE terasa begitu galak. Bagi yang masih pemula menggunakan motor galak seperti ini ada baiknya langsung memulai dengan gigi dua biar motor nggak terlalu liar.

Adventuriderz mengajak Cross X 250 SE berkeliling lautan pasir Bromo yang cukup luas, lengkap dengan berbagai kondisi rintangan. Mulai dari pasir yang padat, pasir super gembur, hingga track berupa gundukan dan cekungan. Di sini sangat terasa kalau torsi Cross X 250 SE sangat padat. Kapan pun diperlukan, mesin seolah selalu siap menyalurkan tenaga dan torsi ke roda. Perpindahan gigi juga dilakukan sangat cepat, khas moto enduro lah. Melewati pasir gembur yang notabene membutuhkan torsi besar pun dilalui dengan sangat mudah tanpa ada gejala mesin drop. Tentu saja ini menjadi sebuah impresi yang sangat mengesankan.

Berapa kecepatan maksimalnya? Hehehe.. Itu adalah pertanyaan yang cukup sering ditanyakan terhadap sebuah motor. Tapi bro ya, ini adalah motor enduro, di mana sebuah top speed nggak begitu diperlukan. Yang penting adalah torsi melimpah dan bisa menghajar tanjakan dengan mudah. Meskipun begitu, Cross X 250 SE masih enak juga kok diajak ngebut. Terbukti saat Adventuriderz menyemplak motor ini bisa gas pooll di final gear dengan lintasan berupa lautan pasir Bromo. Sayangnya unit motor yang Adventuriderz gunakan tanpa dilengkapi dengan speedometer, jadi nggak tau berapa kecepatan yang bisa diraih. Oh ya, Adventuriderz sempat melakukan wheelie beberapa kali dan itu sangat mudah di atas Cross X 250 SE.

Test-Ride-VIAR-Cross-X-250-SE-009

Handling

Menggunakan stang yang cukup lebar membuat pengendalian Cross X 250 SE menjadi cukup mudah. Mau ditekuk sana-sini motor nurut saja. Mau drifting di lautan pasir ya gampang saja. Sedangkan suspensi pun bisa bekerja sangat baik dalam meredam getaran, malah cenderung cukup soft meskipun unit yang dicoba Adventuriderz suspensinya sudah di-setting agak keras. Ketika melibas kondisi jalan bergelombang di kecepatan tinggi atau sedikit lompat-lompatan, suspensi masih enak-enak saja, tidak menyiksa tangan.

Nah, mungkin bakal menjadi kendala kalau melewati jalur single track yang ekstrem karena bobot Cross X 250 SE yang mencapai 126 kilogram bakal membuat tangan bekerja cukup keras. Sayangnya Adventuriderz nggak mencoba di track yang seperti itu, jadi belum bisa merasakannya.Β  Mungkin akan lebih baik lagi kalau sasis twin spar yang terbuat dari bahan dasar besi itu diganti dengan aluminium. Dijamin bobot bakal terpangkas sangat signifikan. Di sektor pengereman Cross X 250 SE dilengkapi dengan rem cakram berdiameter 240 mm, baik depan maupun belakang, sudah sangat cukup untuk menjinakkan tenaga mesin yang cukup waaah itu.

Conclusion

Dengan harga yang hanya Rp 32,7 juta off the road, menurut Adventuriderz performa Cross X 250 SE sudah melebihi ekspektasi. Jika kebutuhannya hanya untuk enduro nih ya, tanpa penggunaan di jalan raya, Cross X 250 SE merupakan best deal. Lha wong harganya cuma selisih Rp 5 jutaan dibandingkan dengan Kawasaki KLX150L yang berharga Rp 28,5 juta (Surabaya), tapi performa lebih dari dua kali lipat kok. Dan yang terpenting beli Cross X 250 SE ini nggak perlu keluar duit ekstra untuk modifikasi maupun ganti ini itu. Pokoknya tinggal beli aja dan motor sudah bisa langsung diajak blusukan. Sedangkan kalau beli KLX150L buat enduro, sobat masih perlu ngoprek mesin, ganti knalpot free flow, ganti ban dengan model enduro, hingga ganti suspensi upside down limbah moge untuk mendapatkan performa maksimal. Yakin deh duit Rp 5-10 juta aja masih kurang buat modifikasi itu semua.

Konon, sekarang peminat Cross X 250 SE cukup banyak, sementara kapasitas produksi tipe ini masih minim. Nggak heran kalau konsumen yang pengen Cross X 250 SE mesti indent. Info ini Adventuriderz dapatkan langsung dari Regional Manager VIAR Motor Indonesia Jawa Timur, Pak Harris, saat ketemu ngobrol-ngobrol santai beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu, ada baiknya VIAR menjaga ketersediaan stock Cross X 250 SE biar calon konsumen nggak pindah ke lain hati. Hal lain yang nggak kalah penting juga harus menjaga ketersediaan spare parts di dealer.

Digital Camera

Spesification

  • Engine – 249,6 cc, single cylinder, 4-stroke, SOHC, water cooled
  • Bore x stroke – 77 x 53,6 mm
  • Ignition – CDI DC
  • Fuel system – carburetor 34 mm
  • Power – 19 kW/9.000 rpm
  • Torque – 3 Nm/7.000 rpm
  • Transmission – 5 speed
  • Tyres – 90/100-21 (front), 110/100-18 (rear)
  • Brake – 240 mm hydraulic disc brake (front), 240 mm hydraulic disc brake (rear)
  • Suspension – upside down (front), mono shock unitrack system (rear)

Dimension

  • Width – 810 mm
  • Length – 2120 mm
  • Height – 1250 mm
  • Wheel base – 1440 mm
  • Seat height/saddle height – 920 mm
  • Ground clearance – 320 mm
  • Weight – 126 kilogram
  • Fuel tank – 6,7 liter

Advertisements