Kawasaki KLX125, Si Mungil yang Cuma Dijual di Eropa

Kawasaki-KLX125-003

Untuk motor trail di Indonesia, kita pasti sudah sangat lazim mendengar nama Kawasaki KLX150. Belakangan ini KLX150 pun dibagi menjadi dua model, yaitu KLX150S (small) dan KLX150L (large). Bedanya secara umum terdapat pada bagian roda saja, di mana KLX150L menggunakan roda yang lebih besar (18-21 inch), sementara KLX150S pakai roda yang lebih mungil (16-19 inch).

Baik KLX150S maupun KLX150L juga dipasarkan di sejumlah negara di dunia. Tapi siapa sangka, ternyata Kawasaki Eropa juga memasarkan KLX125 lho sob. Model yang sangat tidak lazim ditemui di negara-negara lain. Bahkan mungkin hanya dipasarkan di Eropa saja. Di Eropa, KLX125 ini dijual berdampingan dengan KLX150L dan KLX250S di segmen motor dual sport.

Sudah ada KLX150L kok masih jual KLX15? Ya itulah uniknya Eropa. Di sana umumnya untuk mendapatkan SIM itu berjenjang sob, dan itu dimulai dengan motor 125 cc. Artinya KLX125 memang dipersiapkan sebagai learner bike. Coba deh tengok, di Eropa kebanyakan motor yang dijual dalam kubikasi rendah berawal dari 125 cc. Ada KTM Duke 125, KTM RC 125, Honda CB125F, Honda CBR125R, Yamaha YZF-R125, Yamaha MT-125, Yamaha WR125R, Yamaha WR125X, Aprilia RS4 125, dan lain-lain. Malah motor 150 cc di Eropa itu nggak begitu populer. Terus, seperti apa spesifikasi KLX125?

Kalau ngomongin desain, dijamin KLX125 itu sama persis dengan KLX150S yang dijual di Indonesia. Dari segi dimensinya pun sama persis, menggunakan ban ukuran 16 inch di bagian belakang dan 19 inch di bagian depan. Jadi kalau sobat punya atau pernah lihat KLX150S, ya seperti itulah kira-kira desain dan ukurannya. Nggak nyimpang sama sekali.

Perbedaan mendasar KLX125 dengan KLX150S terletak pada kapasitas mesin. Ukuran bore x stroke KLX125 adalah 54,0 x 54,4 mm yang menghasilkan kubikasi mesin 125 cc, sedangkan ukuran bore x stroke KLX150S adalah 58,0 x 54,4 mm sehingga berkubikasi 144 cc. Jelas kan, perbedaannya cuma di ukuran bore saja. Selebihnya sama persis, mengusung mesin SOHC, 4-stroke, 2 valve, berpendingin udara, dan berkompresi 9,5:1. Malah kalau menurut Adventuriderz sih mesin KLX150S/L itu mesin KLX125 yang di-bore up. Hehehe..

Kawasaki-KLX125-002

Perbedaan lain antara KLX125 dengan KLX150S terletak pada sistem pembakaran. Kalau KLX150S masih menggunakan sistem konvensional berupa karburator Keihin NCV24, pada KLX125 sudah lebih advance dengan menerapkan sistem pembakaran injeksi dari Keihin juga. Selain itu, knalpot KLX125 menggunakan model yang sama persis dengan KLX150L dengan standar emisi gas buang Euro 3 dan lebih silent. Di lain pihak, KLX150S masih mengusung knalpot dengan standar emisi Euro 2.

Dengan mesin yang cuma 125 cc, tentu saja tenaga yang dihasilkan oleh KLX125 jadi lebih kecil. Learner bike yang satu ini cuma mampu mengeluarkan tenaga 7,6 kW atau setara dengan 10 PS pada putaran mesin 8.000 rpm dengan torsi maksimal 10 Nm pada 6.400 rpm. Memang tenaga yang dihasilkan cukup mungil, tapi sudah cukup lah untuk sebuah learner bike.

Bagaimana kans KLX125 dipasarkan di Indonesia? Walaupun perbedaannya cuma di ukuran bore dan beberapa hal minor saja, tapi peluang pemasaran KLX125 di Indonesia bisa dibilang nol. Nggak ada lagi tempat bagi pasar motor sport 125 cc di Indonesia karena memang udah nggak dilirik konsumen. Konsumen Indonesia sudah terbiasa dengan motor 150 cc sebagai motor batangan berkubikasi paling rendah, beda dengan Eropa yang menggunakan motor 125 cc untuk belajar. Apalagi di Indonesia udah ada KLX150S/L yang secara desain sama persis dengan mesin yang sebenarnya juga serupa. Lha piye, dengan KLX150S/L aja banyak yang ngeluh tenaga dan torisnya letoy kok, KLX125 pasti bakal lebih parah. Perbedaan kubikasi nggak akan membuat KLX125 lebih murah secara signifikan. Bakal lebih bagus kalau Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memberikan update mesin KLX150S/L. Misalnya dengan sistem pembakaran injeksi, power dan torsi lebih besar, serta panel dashboard digital. Itu malah lebih berguna bagi konsumen trail Kawasaki.

Kawasaki-KLX125-001


Advertisements