Riding Tektok Surabaya-Bromo Dalam Hitungan Jam

Adventure-Taman-Nasional-Bromo-Tengger-Semeru-001

Sekitar akhir bulan lalu Adventuriderz riding dari Surabaya ke destinasi wisata paling populer seantero Jawa Timur. Apa lagi kalau bukan Gunung Bromo. Ya sebenarnya ke Bromo kali ini bukan untuk liburan, tapi karena ada ajakan test ride VIAR Cross X 250 SE. Nggak heran kalau durasinya sangat singkat, berangkat pagi dan sore udah sampai di Surabaya lagi.

Dalam riding kali ini Adventuriderz ditemani oleh Kang Gesang (Potretbikers.com). Kami berboncengan menunggangi Belalang Tempur Kawasaki KLX150L. Jarang-jarang nih Si Belalang Tempur dipakai buat boncengan dengan total bobot rider plus boncenger mencapai 130 kilogram.. Heuheu… Nggak apa-apa, sekalian uji kemampuan Si Belalang Tempur buat nggotong beban berat di tanjakan dan lautan pasir. Wwkwkwkwk..

Nah, kami berangkat dari Surabaya pukul 08.00 pagi hari, diiringi dengan lalu lintas kendaraan yang ramai lancar menuju Sidoarjo. Dari Sidoarjo lanjut ke arah Bangil dan Pasuruan dengan kondisi jalan yang sangat lancar. Bahkan Si Belalang Tempur lumayan sering dipacu pada kecepatan 90-100 km/jam. Rencananya sih kami mau lewat jalur yang paling dekat menuju Bromo, yaitu lewat jalur Pasuruan-Pasrepan-Warungdowo-Ranggeh-Puspo hingga mencapai Tosari yang merupakan salah satu pintu masuk menuju Bromo. Jalur ini sebenarnya sudah nggak asing lagi buat Adventuriderz karena pernah melewatinya di bulan September 2014, meskipun saat ini lewat di malam hari (Baca: Serunya Menjelajah dan Bermain-Main di Lautan Pasir Bromo).

Jalur menuju Bromo melalui Pasuruan, Pasrepan, Warungdowo, Ranggeh, Puspo, dan Tosari ini cenderung sepi dengan kondisi jalan aspal mulus yang tidak terlalu lebar. Jalanan akan mulai menanjak saat sampai di Pasrepan, dan kemudian diikuti dengan tikungan-tikungan tajam yang sangat banyak. Mungkin ada sekitar 40 kilometer melewati jalan yang sangat berliku ini. Lumayan menguras tenaga rider dan tunggangan sebenarnya. Untungnya Si Belalang Tempur cukup fit dalam melibas semua tikungan dan tanjakan. Lebih serunya lagi, pemandangan sepanjang jalan cakep banget. Kadang lewat kawasan hutan yang rimbun, kadang pemandangan juga berupa perkebunan warga yang berada di lereng-lereng gunung.

Sesampainya di Tosari, kami berhenti di loket retribusi untuk membayar tiket masuk. Harga tiket masuk ke Bromo ini Rp 27.500 per orang, sedangkan untuk motor Rp 5.000. Dari Tosari ini perjalanan masih dilanjutkan menuju ke arah Penanjakan yang bener-bener nanjak. Suasanya semakin seru karena kabut turun begitu tebal, lumayan mengganggu jarak pandang. Setelah ketemu plang “Taman Nasional Bromo Tengger Semeru”, ada sebuah persimpangan, kalau ke kiri menuju Penanjakan, sedangkan ke kanan menuju Gunung Bromo. Tentu saja kami mengambil arah yang ke kanan karena memang tujuannya langsung ke pura yang ada di kaki Gunung Bromo. Perjalanan ke arah lautan pasir Gunung Bromo ini hanya berupa turunan saja, enak kok asal rem bekerja dengan baik. Dan yang terpenting jangan memfosir kerja rem, bisa dibantu dengan engine brake. Sampai di kaki Gunung Penanjakan, jalur yang tersisa ya jalur off road di lautan pasir. Beruntung kami datang di musim hujan, jadi pasir cukup padat, hanya di beberapa spot saja ketemu dengan pasir yang sangat gembur. Lautan pasir ini pun dengan cepat kami lalui karena bisa gas poll dengan mudah. Akhirnya kami tiba di Bromo pukul 11.00 atau tepat tiga jam perjalanan.

Begitu sampai di Bromo kami langsung disambut hujan. Terpaksa deh neduh dulu di warung tenda dekat parkiran sambil makan bakso dan minum kopi. Di Bromo kami cuma test ride motor VIAR Cross X 250 SE saja yang sudah dibawa oleh Pak Putra Adhi dari Semarang. Puas ngetes motor, langsung balik kanan pulang melalui jalur yang sama. Kami nggak mau terjebak hujan di Bromo karena ada spot seperti jalur air yang cukup dalam di lautan pasir. Jalur itu sudah seperti sungai saat hujan dan pedagang di sana mengatakan motor pun nggak akan bisa lewat saat hujan. Daripada terjebak mendingan pulang cepet. Kami sampai lagi di Surabaya sekitar pukul 17.00 setelah melibas hujan yang sangat deras mulai dari Pasuruan Bangil. So, kalau dihitung dari perjalanan ke Bromo tektok ini super singkat. Dari Surabaya ke Bromo dan sampai Surabaya lagi cuma sembilan jam. Sampai jumpa di petualangan berikutnya…

Test-Ride-VIAR-Cross-X-250-SE-008


Advertisements