• Home »
  • Article »
  • Mengintip Proses Perakitan Motor Trail Cross X Series di Pabrik VIAR

Mengintip Proses Perakitan Motor Trail Cross X Series di Pabrik VIAR

Factory-Visit-VIAR-Motor-Indonesia-015

Melihat langsung proses perakitan motor VIAR di PT Triangle Motorindo, sebuah pabrik yang berada di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB), Semarang, Jawa Tengah, menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Adventuriderz. Ditemani oleh Research and Development Manager Pak Heru Sugiantoro dan Pak Putra Adhi, Adventuriderz berkeliling melihat berbagai proses perakitan motor VIAR, mulai dari motor roda tiga hingga motor trail Cross X series yang kini sedang sangat digandrungi oleh konsumen.

Dalam proses perakitan motor VIAR, sebagian besar komponen memang masih didatangkan dari China secara impor sob, dengan komposisi kurang lebih 40 persen lokal dan 60 persen impor. Lho kenapa kok masih banyakan komponen impor? Pak Heru sendiri menjelaskan bahwa VIAR masih kesulitan mendapatkan vendor pembuat komponen lokal dengan harga dan kualitas yang setara dengan komponen buatan China. Ya balik lagi, strategi ini untuk menekan harga jual motor agar tetap kompetitif tanpa mengabaikan kualitas produk. Tapi bukan berarti VIAR nggak mau memperbanyak konten lokal lho ya. Kalau memang ada vendor yang bisa memberikan harga dan kualitas terbaik, VIAR tetap berkomitmen untuk menambah persentase komponen buatan lokal.

Nah, di pabrik VIAR ini terbagi dalam beberapa line mas bro. Misalnya saja line pertama merupakan tempat perakitan mesin. Yups, berbeda dengan perusahaan lain yang mendatangkan mesin secara gelondongan, VIAR mendatangkan seluruh komponen benar-benar dalam keadaan terurai. Apa keuntungan mendatangkan komponen secara terurai seluruhnya, termasuk pada komponen mesin? Alasannya kualitas komponen di dalam mesin bisa dibuktikan dengan baik. Beda cerita kalau pabrikan mendatangkan mesin secara gelondongan, isi mesin kualitasnya seperti apa nggak pernah tahu. So, dengan mendatangkan komponen mesin secara terurai, satu per satu komponen bisa dicek kualitasnya, baru kemudian dirakit untuk mendapatkan kualitas mesin terbaik.

Di line perakitan mesin ini setiap karyawan dengan telaten merakit komponen satu per satu, termasuk memberikan cap nomor mesin, sehingga menjadi sebuah mesin yang utuh. Mesin kemudian diuji dalam sebuah alat pengetesan, untuk membuktikan mesin bisa bekerja dengan baik. Dalam pengujian ini seluruh bagian mesin harus lolos quality control, seperti fungsi gas, kopling, oli bekerja sempurna, tidak ada suara yang aneh, dan lain sebagainya. Setelah mesin lolos pengujian, mesin-mesin ini akan menjadi mesin stock. Di pabrik VIAR dalam satu line per hari bisa merakit sebanyak 500 mesin berbagai tipe motor.

Di line berikutnya, Adventuriderz melihat proses perakitan seluruh komponen menjadi sebuah motor trail Cross X series yang utuh. Di sana para karyawan dengan teliti memasang komponen, mulai dari rangka, mesin, suspensi, ban, dan lain sebagainya, memastikan tidak ada satu pun pekerjaan yang terlewat. Setelah seluruh komponen dirakit menjadi motor yang utuh, motor itu kemudian diuji untuk dijalankan dalam sebuah lintasan pengujian yang ada di dalam pabrik. Beres!!! Motor pun siap dikirim ke dealer-dealer dan siap menuntaskan hasrat off road sobat sekalian.

Last, di pabrik VIAR yang ada di Semarang ini selain merakit motor roda tiga dan motor trail, juga merakit motor sport dan skutik. Kapasitas produksi pabrik VIAR memang nggak bisa dibandingkan dengan kapasitas produksi pabrikan raksasa seperti Honda atau Yamaha. Jika seluruh line diaktifkan, pabrik ini sanggup memproduksi hingga 15.000 unit dalam waktu satu bulan atau setara dengan 500 unit per hari. Jumlah yang cukup mencengangkan, bahkan mungkin yang terbesar di antara pabrikan lokal lainnya. Monggo disimak saja foto-foto yang Adventuriderz abadikan di pabrik VIAR berikut ini.


Advertisements