2 Rider, 3 Hari, 3 Provinsi: Jelajah Pesisir Pantai Selatan Jawa (Hari-3)


Jelajah-Pesisir-Selatan-Jawa-Kawasaki-KLX150L-dan-VIAR-Cross-X-200-SE-038

Selama dua hari Adventuriderz dan Pak Adhi menelusuri pesisir pantai selatan Jawa, mulai dari Parangtritis di Bantul, Yogyakarta, hingga Pantai Telengria di Pacitan, Jawa Timur. Sayangnya di hari ketiga kami harus berpisah. Pak Adhi penunggang VIAR Cross X 200 harus pulang ke Semarang karena keesokan harinya ada acara, sedangkan Adventuriderz masih tetap seperti rencana semula, melanjutkan perjalanan telusur pantai selatan hingga ke Pantai Prigi, Trenggalek. Setelah itu Adventuriderz lanjut pulang ke Surabaya.

Sebelum berpisah, sekali lagi kami menelusuri bibir Pantai Telengria hingga mentok di ujung. Kami pun berpisah di Pantai Telengria. Adventuriderz melanjutkan perjalanan ke arah timur, sedangkan Pak Adhi ke arah barat. Dari Pantai Telengria ini memang tidak ada trail road yang menelusuri pesisir pantai. Satu-satunya jalan yang paling memungkinkan adalah Jalur Lintas Selatan (JLS) yang begitu mulus dan sepi. Adventuriderz sempat melihat petunjuk arah menuju pantai di sisi kanan jalan. Tapi Adventuriderz nggak masuk hingga ketemu plang Pantai Kunir. Di sini Adventuriderz mencoba masuk menuju Pantai Kunir yang ternyata kondisi jalannya lumayan parah. Berupa bebatuan makadam yang disebar di jalan sepanjang beberapa kilometer. Jalan yang benar-benar menguji suspensi ‘Si Belalang Tempur’ Kawasaki KLX150L dan stamina ridernya.

Sesampainya di Pantai Kunir, ternyata pantainya sendiri sangat sepi, hanya berupa pantai kecil dengan hamparan rumput yang luas dan tertata rapi seperti lapangan. Di sana berdiri beberapa tenda, tapi nggak ada tanda-tanda kehidupan. Sepertinya Pantai Kunir memang cukup cocok untuk aktivitas camping. Untuk pemandangan pantai, sebenarnya nggak begitu bagus, biasa saja, dari kejauhan terlihat sebuah kapal berukuran besar yang teronggok begitu saja. Sepertinya kapal itu terdampar dan nggak dioperasikan lagi.

Tidak lama berada di Pantai Kunir, Adventuriderz bergegas keluar kembali menuju JLS, kemudian berhenti sejenak di sebuah warung dekat dengan PLTU Sudimoro. Cuaca siang hari yang benar-benar panas membuat tubuh cepat lelah dan mengalami dehidrasi. Istirahat sejenak sambil minum yang banyak merupakan cara ampuh untuk mengusir rasa lelah. Setelah kondisi tubuh pulih, Adventuriderz kembali menelusuri JLS hingga bertemu dengan Pantai Soge. Pantai Sore merupakan pantai yang sangat cantik di tepi JLS, Pacitan. Menariknya lagi, Pantai Soge membentang sangat panjang di sisi selatan JLS. Adventuriderz pun menyempatkan diri berhenti sejenak untuk mengambil foto. Ini bukan pertama kalinya Adventuriderz berada di Pantai Soge, namun pantai ini tetap saja sangat unik dan menarik.

Jelajah-Pesisir-Selatan-Jawa-Kawasaki-KLX150L-dan-VIAR-Cross-X-200-SE-036

Pantai yang Adventuriderz temui setelah Pantai Soge adalah Pantai Pelang. Kondisi jalan menuju Pantai Pelang tergolong baik karena berupa aspal mulus meskipun tidak begitu lebar. Pantai Pelang memang sudah cukup dikembangkan sebagai objek wisata. Imbasnya, Adventuriderz nggak bisa mengajak Si Belalang Tempur bermain-main hingga ke bibir pantai. Terpaksa langsung putar balik menuju pantai berikutnya, yaitu Pantai Konang, yang berada persis di sebelah Pantai Pelang. Saat Adventuriderz ngobrol dengan penduduk setempat, saat air laut sedang surut, motor bisa menembus bibir pantai dari Pantai Konang hingga Pantai Pelang maupun sebaliknya. Sayang seribu sayang, nggak ada akses untuk motor menuju bibir pantai di Pantai Pelang. Kalau motor bisa dibawa hingga bibir pantai, pasti Adventuriderz nggak perlu putar balik lewat jalan aspal. Oh ya, Pantai Konang ini nggak terlalu ramai, tapi juga nggak sepi-sepi amat. Di sana terdapat banyak warung yang berdiri di tepi pantai. Beberapa perahu nelayan terlihat berjejer di muara sungai yang ada di Pantai Konang.

Dari Pantai Konang, Adventuriderz membawa Si Belalang Tempur menyeberangi jembatan yang melintang di atas muara sungai. Konon tidak jauh dari situ ada pantai lagi dengan pemandangan memikat. Kondisi jalan yang dilalui bisa dikatakan memang kurang nyaman. Jalanan berupa makadam yang menanjak sudah menjadi teman akrab hingga akhirnya menemukan Pantai Joketro. Dilihat dari atas bukit, Pantai Joketro memang sangat memukau. Di satu sisi terlihat air laut yang sangat jernih, ada pantai kecil dengan pasir putih, dan deretan perahu warna-warni berjejer di tepi pantai. Tidak salah lagi, Pantai Joketro merupakan pantainya para nelayan. Tidak jauh dari pantai terdapat pemukiman penduduk yang tidak begitu banyak. Bisa dikatakan sangat minim orang yang datang ke Pantai Joketro untuk berwisata. Adventuriderz pun nggak pernah membayangkan sebelumnya bisa sampai di daerah yang terpencil ini.

Jelajah-Pesisir-Selatan-Jawa-Kawasaki-KLX150L-dan-VIAR-Cross-X-200-SE-044

Di Pantai Joketro, Adventuriderz ngobrol-ngobrol sebentar dengan nelayan setempat, termasuk menanyakan arah menuju Pantai Prigi yang menjadi tujuan akhir Adventuriderz. Dengan meyakinkan, salah seorang nelayan meminta Adventuriderz melewati jalan yang naik membelah bukit, sembari menunjuk kawasan pemukiman yang berada di posisi cukup tinggi. Siang itu pun terdengar suara adzan, dan pak nelayan mengatakan suara adzan itu berasal dari perkampungan di atas bukit yang bernama Bulu. Tanpa berpikir panjang, Adventuriderz melanjutkan perjalanan ke arah Bulu. Ternyata kondisi jalannya sangat buruk mas bro!! Tanjakan di sana sangat terjal dengan kondisi jalan berupa batu-batu besar yang disebar. Sepertinya batu-batu itu baru saja disebar di jalan dan belum diratakan maupun dipadatkan, sehingga saat gas motor dibetot agak kuat, bebatuan itu rontok ke bawah. Beruntung sekali jalanan yang lumayan mendebarkan itu berhasil dilalui hingga sampai ke Bulu.

Sesampainya di Bulu, Adventuriderz harus mengambil arah ke Munjungan. Munjungan merupakan salah satu kecamatan yang terpencil di Kabupaten Trenggalek. Jarak dari Bulu ke Munjungan masih cukup jauh. Beruntung kondisi jalan nggak begitu parah, gas pun bisa dibetot lumayan dalam. Di Kecamatan Munjungan Adventuriderz berhenti terlebih dahulu untuk istirahat makan siang. Ternyata jarak dari Munjungan ke Pantai Prigi masih cukup jauh. Adventuriderz mesti menyeberangi sungai yang dangkal karena mengering. Selanjutnya jalur ke arah Pantai Prigi didominasi oleh jalur trail road dengan tanjakan membelah bukit yang sangat aduhai tingginya. Satu hal yang menyulitkan adalah bebatuan yang ada di jalan tidak merekat dengan kuat alias sering merosot ketika terkena ban. Kadang-kadang jalur ini lebar, paling tidak bisa dilewati dua motor, tapi di beberapa titik menyempit seperti jalur single track. Rasanya sangat sulit menemukan orang yang melewati jalur ini karena super sepi sekali.

Jelajah-Pesisir-Selatan-Jawa-Kawasaki-KLX150L-dan-VIAR-Cross-X-200-SE-049

Ketika sampai di puncak bukit, pemandangan memang memukau. Dari kejauhan sudah terlihat Pantai Prigi yang begitu luas. Perjalanan pun sudah nggak begitu sulit, karena hanya tinggal turun saja meskipun bebatuan yang licin bisa membuat celaka kalau nggak berhati-hati. Adventuriderz melewati turunan dengan cepat hingga menemukan jalanan yang lebih rata. Ternyata Pantai Damas yang cukup cantik dan sepi menyambut Adventuriderz. Sayang sekali nggak ada jalan tembus dari Pantai Damas ke Pantai Prigi. Oleh karena itu Adventuriderz harus balik kanan dan menuju Pantai Prigi yang didominasi oleh jalan aspal yang mulus. Mungkin sobat Adventuriderz sudah nggak asing dengan Pantai Prigi. Lha wong ini pantai paling populer di Trenggalek kok. Selain sebagai tempat wisata, Pantai Prigi juga menjadi pelabuhan bagi para nelayan. Terdapat fasilitas yang sangat lengkap di pantai ini, mulai dari warung makan, tempat pelelangan ikan (TPI), hingga hotel bisa dijumpai dengan mudah.

Pantai Prigi menjadi titik terakhir penelusuran pesisir pantai selatan Jawa selama tiga hari. Dari Pantai Prigi, Adventuriderz langsung tancap gas ke arah Tulungagung, Kediri, Jombang, Mojokerto, hingga Surabaya. Sempat berhenti beberapa jam di Kediri, ngobrol dan makan malam bareng dengan Mbak Novie, salah satu rekan di group WhatsApp JatimOtoBlog. Terima kasih Mbah Novie, traktiran pecelnya ueenaaak! Kapan-kapan traktir lagi yak! Heuheu… Oke deh, nantikan cerita perjalanan Adventuriderz berikutnya ya!


Advertisements