• Home »
  • Adventure »
  • VIAR 7 Explorer Hari-2: Menembus Jalur Menantang ke Sendang Biru via Tumpak Dali

VIAR 7 Explorer Hari-2: Menembus Jalur Menantang ke Sendang Biru via Tumpak Dali


VIAR-7-Explorer-Day-2-001

Sobat Adventuriderz, mohon maaf beberapa hari ini nggak update perjalanan tim VIAR 7 Explorer seri kedua yang menelusuri sepanjang pantai selatan Jawa, mulai dari Banyuwangi (Jawa Timur) hingga Bantul (Yogyakarta), karena keterbatasan sinyal seluler. Maklum saja, lokasi yang dijelajahi oleh tim VIAR 7 Explorer kebanyakan adalah lokasi yang cukup terpencil dan jauh dari kota.

Di hari pertama tim VIAR 7 Explorer bermalam di Pantai Watu Ulo yang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pada hari kedua perjalanan (8/6/2016), tim kembali berjalan ke arah barat dengan tujuan akhir adalah Pantai Sendang Biru. Jalan yang dilewati oleh tim VIAR 7 Explorer sangat bervariasi, mulai dari jalur off road singkel track yang kering, melewati persawahan, hingga Jalur Lintas Selatan (JLS) antara Jember dan Lumajang yang belum jadi. Di sini tim bisa menggeber motor trail VIAR Cross X 200 SE dan Cross X 250 SE dengan maksimal. Nggak salah lagi mas bro, JLS sepanjang wilayah Jember-Lumajang ini merupakan speed off road, kadang-kadang juga ketemu jalan aspal yang mulus sekali, jadi nggak heran kalau speed bisa di atas 100 km/jam, baik off road maupun on road.

Setelah melalui jalur speed off road, tim memasuki jalur off road yang lebih menantang, termasuk menyeberangi sungai, hingga sampai ke Pantai Watu Godek yang sudah masuk ke dalam wilayah Kabupaten Lumajang. Pantai Watu Godek ini cakep banget mas bro, berupa dinding tebing yang menjulang tinggi menghadap ke pantai. Sepertinya di jaman dulu tebing yang tinggi itu sempat terkikis oleh ombak air laut. Nggak mau melewatkan momen, tim pun berhenti sejenak di Pantai Watu Godek untuk berfoto.

Meninggalkan Pantai Watu Godek, tim VIAR 7 Explorer masuk ke jalur single track yang berada di Tumpak Dali. Asli jalur ini keren banget. Kenapa? Jalurnya naik tinggi ke atas bukit dan penuh dengan tikungan tajam. Keseimbangan rider harus benar-benar dijaga di jalur ini agar tidak terperosok. Power dan torsi VIAR Cross X 200 SE dan Cross X 250 SE sudah sangat berlebih dalam menempus jalur single track Tumpak Dali yang sebenarnya cukup ekstrem. Di beberapa spot, sebelah kiri jurang dan sebelah kanan tebing atau sebaliknya. Waktu nanjak sih nggak membuat rider keteteran, cuma waktu turun yang bikin gemetaran karena banyak tikungan yang sangat ekstrem. Salah satu hal yang membuat tim tertegun adalah warga lokal yang menggunakan motor untuk mengangkut pisang, rumput, dan kelapa dengan muatan penuh, padahal jalurnya sendiri cukup ekstrem. TOPPPP!!

Sebenarnya setelah Tumpak Dali masih ada lagi jalur yang lebih menantang, yaitu Tumpak Isis, namun tim memutuskan untuk tidak masuk ke jalur Tumpak Isis karena hari sudah menjelang gelap. Kalau tim memaksakan masuk malah bisa berbahaya, mungkin tengah malam baru keluar. Dengan berbagai pertimbangan, tim mengambil rute ke arah Dampit yang didominasi oleh jalan makadam yang sangat menyiksa suspensi yang dikombinasikan oleh jalan aspal. Sepanjang perjalanan menuju Dampit hingga ke Sendang Biru pun tim ditemani oleh hujan yang sangat lebat. Bahkan kabut yang tebal mengurangi jarak pandang. Akhirnya tim VIAR 7 Explorer tiba di Pantai Sendang Biru saat hari sudah gelap dan mendapatkan sambutan dari komunitas trail Sendang Biru. Di sini tim VIAR 7 Explorer saling berbagi mengenai pengalaman sepanjang perjalanan serta berbagai hal tentang produk motor trail Cross X series.


Advertisements