Digempur Pesaing, Penjualan KLX150 Tetap Moncer. Apa Resepnya?

New-Kawasaki-KLX150-007

Sobat Adventuriderz, seperti kita ketahui bersama sekarang ini cukup banyak brand yang menjual motor-motor trail. Sebut saja VIAR, Diablo, APPKTM, Gazgas, Monstrac, dan mungkin masih ada beberapa lagi yang lainnya. Menariknya, gelontoran produk dari brand-brand lokal itu ternyata masih belum mampu menumbangkan Kawasaki KLX150. Malah kini penjualan KLX150 cenderung mengalami peningkatan. Konon, permintaan untuk KLX150 itu mencapai 6.000 unit per bulan. Namun, kapasitas produksi Kawasaki untuk KLX150 baru sekitar 4.500 unit per bulan (Baca: Kawasaki Produksi 4.500 Unit KLX150 Per Bulan Pun Masih Banyak Indent…).

Kalau ngomongin soal performa dalam kondisi standar, KLX150 itu masih kalah dibandingkan dengan produk dari brand-brand lokal yang harganya lebih murah. Adventuriderz pernah mencoba sendiri VIAR Cross X 200 SE yang dibandrol Rp 21 jutaan selama seminggu, performanya benar-benar beringas untuk enduro. Tanjakan-tanjakan tinggi pun dilibas dengan mudah tanpa ada gejala kedodoran. Bagaimana dengan KLX150 yang dibandrol mulai dari Rp 26,8 juta hingga Rp 30,9 juta? Power dan torsinya masih terlalu minimalis sob… Lewat tanjakan tinggi dan panjang bisa dipastikan kedodoran kalau mesin masih dalam kondisi standar. Lalu, apa sih sebenarnya yang membuat penjualan KLX150 tetap moncer?

Nggak salah lagi sob, di sini brand image sangat menentukan bagi kontribusi penjualan KLX150. Sebagai brand Jepang, Kawasaki memang memiliki brand yang cukup kuat. Apalagi dominasi Ninja di segmen pasar motor sport membuat brand ini sangat dipercaya oleh konsumen. Mungkin saja penjualan KLX150 baru goyah setelah ada pabrikan Jepang lain yang masuk ke segmen ini. Ntah itu Honda, Yamaha, atau Suzuki. Selama pesaingnya masih berasal dari brand lokal, KLX150 masih akan tetap berjaya. Apalagi selama ini konsumen sudah mengidentikkan brand lokal dengan mochin yang diragukan kualitasnya.

Faktor lain yang mempengaruhi moncernya penjualan KLX150 adalah built quality dan finishing. Yups, produk dari brand-brand lokal rasanya belum ada yang bisa menyaingi built quality dari KLX150. Finishing-nya pun jauh lebih rapi dibandingkan produk-produk dari brand lokal. Misalnya saja di bagian pengecatan, plastik body kit, hingga sambungan las-lasan di bagian sasis. Semuanya terlihat rapi dan mantap! Selain itu, faktor lain yang nggak kalah penting adalah jaringan 3S (sales, service, spare parts). Jaringan 3S yang sudah cukup luas membuat konsumen dengan mudah mendapatkan produk, merawat motor, maupun mendapatkan spare parts. Meskipun pada kenyataannya sering kali stok spare parts kosong dan mesti indent. Hihihihi…

Last, mau pilih KLX150 atau produk dari brand lokal tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan dan alokasi dana masing-masing. KLX150 series sekarang terbagi dalam tiga varian, yaitu KLX150 Rp 26,8 juta, KLX150 BF Rp 29,9 juta, dan KLX150 BF Rp 30,9 juta. Itu adalah harga on the road Jakarta. Selisihnya memang sangat tinggi kalau dibandingkan dengan harga motor trail brand lokal. Tapi ya itu tadi, spesifikasi tinggi, performa mumpuni, dan harga murah pun belum cukup untuk menjungkalkan kedigdayaan KLX150, karena brand image dan prestige juga memegang peranan yang kuat di sini.


Advertisements