National Park Explorer Hari-1: Perjalanan Menuju Ujung Kulon


CAMERA

Sobat sekalian, sebenarnya ekpedisi National Park Explorer by Adventuriderz sudah dimulai sejak 7 Agustus 2015. Adventuriderz pun mohon maaf karena baru sempat memberikan update cerita perjalanan karena keterbatasan sinyal setibanya di lokasi. Ya maklum saja lokasi yang Adventuriderz kunjungi kebanyakan di pelosok, sehingga akses internet sangat lambat. Okay, kita lanjut saja ceritanya…

Mungkin sobat sudah banyak yang tahu kalau dalam ekspedisi National Park Explorer ini Adventuriderz akan mengelilingi berbagai taman nasional yang ada di Pulau Jawa. Taman nasional pertama yang menjadi target kunjungan Adventuriderz adalah Taman Nasional Ujung Kulon yang berada di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Sekitar pukul 08.30 WIB, Adventuriderz memulai perjalanan ekspedisi panjang ini dari Lampung Timur menuju Pelabuhan Bakauheni. Dengan jarak yang hanya 50 kilometer melalui Jalur Lintas Timur, perjalanan santai menuju Pelabuhan Bakauheni yang merupakan jalur penghubung antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa ditempuh dalam waktu satu setengah jam. Tidak ada yang cukup spesial dalam penyebarangan ini karena Adventuriderz sendiri sudah sering menyeberangi Selat Sunda dengan kapal roro. Beruntung pagi itu tidak ada antrean sama sekali. Begitu membayar tiket penyeberangan, Adventuriderz langsung dipandu naik Kapal Kirana II melalui Dermaga 3. Waktu penyeberangan antara Pelabuhan Bakauheni di Lampung dan Pelabuhan Merak di Banten dalam kondisi normal ditempuh dalam waktu dua hingga tiga jam.

Tanpa terasa kapal sudah mulai bersandar di Pelabuhan Merak pada pukul 12.00 WIB. Adventuriderz kemudian menggeber VIAR Cross X 200 SE menuju Cilegon, selanjutnya berbelok ke arah Pantai Anyer dan Labuhan. Kondisi jalan yang dilalui cukup bagus dengan dominasi aspal mulus. Panas siang hari yang sangat terik tidak menyurutkan semangat di hari pertama ekspedisi ini. Apalagi Adventuriderz sudah mengenakan jaket adventure Respiro Journey yang memiliki sistem ventilasi udara baik, membuat badan tetap adem selama perjalanan.

Pemandangan dalam perjalanan menuju Taman Nasional Ujung Kulon ini didominasi oleh deretan pantai pesisir barat Jawa yang menghadap langsung ke Selat Sunda. Beberapa pantai yang sudah banyak dikenal misalnya saja Pantai Anyer dan Pantai Carita. Tidak sedikit pula pantai-pantai cantik yang belum dikelola secara komersial. Adventuriderz pun sempat sengaja melewati Tanjung Lesung yang kini sudah mulai banyak dikenal sebagai destinasi wisata menarik. Dari Tanjung Lesung, Adventuriderz langsung mengambil arah ke Kecamatan Sumur yang merupakan pintu gerbang menuju Taman Nasional Ujung Kulon. Sayangnya, perjalanan dari Tanjung Lesung ke Sumur didominasi oleh jalanan yang sudah rusak. Tapi nggak masalah, malah rute ini cukup menarik karena bisa sedikit bermain-main dengan  VIAR Cross X 200 SE. Apalagi pemandangan di sisi kanan benar-benar cantik, dipenuhi oleh berbagai pantai yang besih. Sebenarnya ini bukan merupakan jalur utama menuju taman Nasional Ujung Kulon karena masih ada rute lain dengan kondisi jalan lebih baik.

Akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB Adventuriderz sudah sampai di Sumur. Sumur merupakan sebuah desa sekaligus kecamatan yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Sumur juga merupakan tempat untuk meneyberang ke Pulau Umang. Kebetulan pula kedatangan Adventuriderz bertepatan dengan Jambore Konservasi Nasional yang dihadiri oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Nggak heran, di sebuah lapangan di Sumur sangat ramai dan dipenuhi oleh puluhan tenda untuk menginap peserta jambore. Adanya Jambore Konservasi Nasional membuat Adventuriderz urung melanjutkan masuk ke Desa Ujung Jaya, sebuah desa terakhir sebelum pos masuk Taman Nasional Ujung Kulon. Adventuriderz lebih memilih mendirikan tenda di Sumur, sembari menikmati pemandangan alam pantai yang bersih dan cantik persis di seberang lokasi camping.


Advertisements