National Park Explorer Hari-2: Light Off Road di Ujung Kulon


National-Park-Explorer-Hari-2-008

Di hari kedua (8/8/2015) ekspedisi National Park Explorer, pada pagi hari Adventuriderz segera mengemasi tenda dan barang-barang bawaan yang selanjutnya ditata rapi di atas motor. Rencana perjalanan di hari kedua adalah mengunjungi pos jaga Cilintang yang berada di Desa Ujung Jaya. Ini merupakan pos terakhir di Taman Nasional Ujung Kulon yang bisa dijamah oleh kendaraan.

Selesai berkemas, Adventuriderz segera meninggalkan Desa Sumur menuju ke arah Desa Ujung Jaya. Perjalanan dimulai dengan jalan yang masih normal dikombinasikan oleh jalan cor-coran yang lumayan bagus. Sayangnya itu nggak berlangsung lama karena setelah jalan cor-coran, kondisi jalan rusak parah. Sebenarnya jalan menuju pos jaga Cilintang nggak benar-benar jalan off road. Dulu mungkin jalan ini sudah diaspal, tapi kemudian rusak dan tidak pernah diperbaiki. Sangat banyak cekungan-cekungan yang hanya ditimbun oleh bebatuan. Ya bisa dikatakan ini merupakan jalur light off road lah. Semua tipe motor masih bisa masuk, walaupun meski berjalan tertatih.

Nah, di sini ketangguhan motor mulai diuji. Adventuriderz masih bisa dengan nyaman menggeber motor dengan kecepatan 50-60 km/jam. Di sepanjang jalan lagi-lagi Adventuriderz disuguhi deretan pantai yang masih sangat alami. Benar-benar pemandangan yang menyejukkan mata di tengah sinar matahari yang mulai terik. Kurang lebih dibutuhkan waktu 40 menit dari Sumur ke Pos Cilintang menggunakan motor trail yang bisa lebih leluasa untuk digeber.

National-Park-Explorer-Hari-2-005

Pastinya sobat sudah tahu kalau Taman Nasional Ujung Kulon sangat identik dengan yang namanya Badak Jawa. Saat ini kurang lebih ada 50-60 Badak Jawa yang berada di dalam Taman Nasional Ujung Kulon. Sayangnya, agar bisa melihat Badak Jawa kita harus masuk ke dalam area hutan. Itupun jika beruntung. Adventuriderz sendiri memang sengaja nggak masuk ke dalam hutan karena keterbatasan waktu. Di pos jaga Cilintang, Adventuriderz hanya ngobrol dengan Kang Ndang, salah satu penjaga di sana. Menurut penuturannya, sudah sangat sulit melihat Badak Jawa dengan mata kepala. Paling mentok pengunjung hanya bisa melihat jejaknya saja di dalam hutan.

Selain Badak Jawa, di Taman Nasional Ujung Kulon juga terdapat binatang-binatang lain seperti rusa, banteng, ajag, lutung, macan tutul, dan kucing batu. Namun, binatang-binatang itu juga sulit ditemui tanpa masuk ke dalam hutan. Kalau cuma berdiam di pos jaga Cilintang, hiburan yang bisa didapatkan paling-paling hanya kicauan burung yang terdengar tiada henti.

Adventuriderz nggak begitu lama berada di pos jaga Cilintang. Setelah pamit dengan Kang Ndang, Adventuriderz keluar kembali ke arah Sumur melalui jalan yang sama seperti saat berangkat. Selanjutnya, Adventuriderz melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ratu via Malingping dan Bayah. Jarak dari Taman Nasional Ujung Kulon ke Pelabuhan Ratu ini cukup jauh, sekitar 180 kilometer yang bisa ditempuh dalam waktu lima hingga enam jam karena kondisi jalan masih banyak yang rusak. Tujuan Adventuriderz sebenarnya adalah ke Ciptagelar yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Tapi ini akan ditempuh keesokan harinya dan di hari kedua bermalam terlebih dahulu di Pelabuhan Ratu.

Oh ya, dalam perjalanan dari Taman Nasional Ujung Kulon ke Pelabuhan Ratu, Adventuriderz mampir sejenak di Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, Banten. Adventuriderz masuk ke Pantai Sawarna melalui Wana Wisata Goa Lancir, kemudian menelusuri pasir putih di bibir pantai yang sangat panjang hingga ke Pantai Sawarna. Di Pantai Sawarna ini Adventuriderz bisa dikatakan hanya melintas saja. Setelah itu langsung tancap gas ke Pelabuhan Ratu dan tiba saat hari sudah gelap.


Advertisements