National Park Explorer Hari-5: Serunya Jalur Off Road Gunung Ciremai



National-Park-Explorer-Hari-5-001

Ekspedisi National Park Explorer hari kelima (11/8/2015) dimulai dari Kota Sumedang, tempat Adventuriderz bermalam. Tujuannya adalah ke Taman Nasional Gunung Ciremai. Untuk masuk ke Taman Nasional Gunung Ciremai, Adventuriderz mengambil rute dari Sumedang menuju Majalengka dengan jarak tempuh sejauh kurang lebih 45 kilometer. Kondisi jalan antara Sumedang dan Majalengka ini bisa dikatakan tanpa cela, berupa aspal yang mulus dan lebar serta penuh dengan tikungan. Panas siang hari yang cukup terik tidak mengurangi semangat dalam melakukan perjalanan. Toh Adventuriderz sudah memakai jaket Respiro Journey yang punya banyak ventilasi udara, membuat badan tetap adem sepanjang perjalanan.

Dari Majalengka, perjalanan dilanjutkan menuju Kecamatan Maja. Setelah itu, Adventuriderz mengarahkan ‘De Oranje’ VIAR Cross X 200 SE ke arah Argapura dengan check point Desa Apuy. Perjalanan menuju Desa Apuy ini sangat menantang. Jalan yang dilalui tidaklah lebar tapi cukup mulus. Paling-paling hanya ada kerusakan di beberapa titik saja. Menariknya, tanjakan-tanjakan menuju Apuy begitu tinggi, memaksa mesin agak bekerja keras.

National-Park-Explorer-Hari-5-007

Apuy merupakan desa terakhir sebelum pos pendakian Gunung Ciremai. Dari Apuy hingga pos pendakian ditempuh dengan jalanan penuh tanjakan tinggi. Kondisi jalannya sendiri sebenarnya tergolong sudah bagus karena sebagian besar merupakan cor-coran, meskipun di beberapa titik sudah mengalami kerusakan parah dan berubah menjadi seperti jalur off road. Total jarak tempuh dari Sumedang sampai ke pos pendakian Apuy kurang lebih 90 kilometer. Oh ya, di Taman Nasional Gunung Ciremai ini ada tiga titik pos pendakian, di antaranya Apuy, Palutungan, dan Linggasana. Nah, pos pendakian Apuy ini berada di paling barat, sedangkan dua titik lainnya di selatan dan timur.

National-Park-Explorer-Hari-5-011

Sesampainya di pos pendakian Apuy, Adventuriderz mendapatkan kesempatan untuk menjajal jalur pendakian yang tentu saja berupa jalur off road dengan tanjakan-tanjakan yang cukup menantang. Dengan senang hati Adventuriderz menerima kesempatan yang diberikan, tapi dengan syarat hanya sampai di pos dua. Tidak menunggu lama, Adventuriderz langsung tancap gas masuk ke jalur pendakian yang berupa single track dengan kanan-kiri hutan yang lebat. Well, VIAR Cross X 200 SE ternyata tanpa kendala berarti dalam menaklukkan jalur pendakian Gunung Ciremai. Jalur yang agak sulit berada di satu spot, yaitu menjelang pos dua karena terdapat tanjakan yang cukup tinggi namun tanahnya berupa debu yang sangat gembur dan licin. Sebenarnya jalur menuju pos tiga masih bisa dihajar dengan Cross X 200 SE. Tapi Adventuriderz mesti komit dengan janji yang dibuat di awal, yakni sampai pos dua saja. Lagipula nggak enak kan mengganggu perjalanan pendaki yang sedang naik maupun turun Gunung Ciremai…

National-Park-Explorer-Hari-5-016

Puas bermain off road di jalur pendakian, Adventuriderz kembali ke pos awal. Kemudian sunset yang sangat cantik menyambut kedatangan Adventuriderz di titik awal pendakian. Sempurna!! Malam ini Adventuriderz menginap di pos pendakian Apuy untuk menikmati suasana malam Gunung Ciremai yang sunyi dan tenang. Beruntung lagi masih ada sinyal di pos pendakian Apuy, sehingga blog masih bisa di-update. Esok hari Adventuriderz masih akan melanjutkan perjalanan National Park Explorer dengan tujuan dua taman nasional di Jawa Tengah dan Jogja. Apalagi kalau bukan duet maut Merapi dan Merbabu. Sebelum mencapai dua destinasi itu, Adventuriderz bakal singgah dulu ke Dataran Tinggi Dieng. So, stay tuned ya!


Advertisements