National Park Explorer Hari-10: Perjalanan dari Kediri ke Bromo


Kediri, East Java, Indonesia to Tosari, East Java, Indonesia - Google Maps 2015-08-20 09-07-03

Di hari ke-10 (16/8/2015) ekspedisi National Park Explorer, perjalanan dimulai dari Kota Kediri, sebuah kota terbesar ketiga di Jawa Timur yang terkenal dengan sebutan Kota Tahu. Bukan apa-apa, tahu kuning memang menjadi kuliner yang sudah sangat terkenal di Kediri. Bahkan di berbagai sudut kota sangat mudah ditemui toko-toko yang menjajakan tahu kuning khas Kediri.

Oh ya, pada hari ke-10 Adventuriderz meninggalkan Kediri dengan tujuan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melalui Nongkojajar dan Tosari. Keberangkatan dari Kediri dimulai agak siang dengan pertimbangan jarak antara Kediri dan Bromo nggak terlalu jauh. Dalam perjalanan ini Adventuriderz melewati Simpang Lima Gumul (SLG), ikon Kediri yang sudah sangat terkenal. Nggak lengkap rasanya datang ke Kediri tanpa memotret Simpang Lima Gumul.

Dari Simpang Lima Gumul Adventuriderz memacu VIAR Cross X 200 SE ke arah Pare, sebuah kecamatan di Kediri yang terkenal sebagai kampung Inggris, tempat orang-orang menimba ilmu bahasa Inggris dengan biaya yang sangat murah jika dibandingkan dengan lembaga-lembaga bimbingan belajar yang ada di kota. Perjalanan pun dilanjutkan ke arah Batu yang dikenal sebagai kota wisata unggulan di Jawa Timur. Perjalanan dari Kediri menuju Batu ini melewati daerah pegunungan yang berliku di lereng Gunung Kawi dan Gunung Arjuna. Tentu saja udara pegunungan sangat sejuk, lengkap dengan pemandangan hijau khas pegunungan yang cantik. Di tengah perjalanan Adventuriderz didahului oleh rombongan pengendara Harley-Davidson lengkap dengan kawalan polisi. Mungkin mereka baru pulang dari acara Jogja Bike Rendezvous menuju Malang.

National-Park-Explorer-Hari-10-005

Tanpa terasa setelah melewati perjalanan yang penuh tikungan dan tanjakan, Adventuriderz sampai juga di Batu. Adventuriderz berhenti sejenak di kota sejuk ini untuk sekedar istirahat sembari minum kopi di warung-warung yang berjejer di tepi jalan bersama rombongan pada riders lainnya. Tidak begitu lama berhenti istirahat, perjalanan dilanjutkan menuju ke arah Singosari yang ditemani oleh kemacetan parah di Batu. Memang hal ini nggak mengejutkan sama sekali. Saat akhir pekan, Batu diserbu oleh para wisatawan, baik yang berasal dari sekitar Jawa Timur maupun dari daerah-daerah lainnya.

Magrib sudah tiba, tapi Adventuriderz baru berhasil keluar dari Kota Batu, tepatnya sampai di daerah Karangploso, Malang. Kebetulan masih ada bengkel yang buka, sehingga Adventuriderz mampir untuk mengganti oli mesin VIAR Cross X 200 SE sekalian mengencangkan rantai, mengencangkan baut plat nomor yang sudah pada kendor, dan mengganti lampu utama yang kembali mati. Sayangnya, lampu yang tersedia di bengkel hanya lampu halogen. Kemungkinan lampu ini juga nggak akan bertahan lama karena nggak tahan terhadap panas berlebih. Setelah semua beres, perjalanan dilanjutkan menuju Nongkojajar melewati Singosari yang masih saja padat kendaraan.

National-Park-Explorer-Hari-10-006

Kondisi jalan mulai terasa berliku menjelang sampai di Nongkojajar. Tanjakan-tanjakan dan tikungan tajam sudah mulai dirasakan. Jalanan seperti itu dengan mudah dilibas oleh VIAR Cross X 200 SE yang memang punya torsi badak. Dugaan Adventuriderz mengenai lampu yang nggak bakal tahan lama ternyata terbukti. Menjelang sampai Nongkojajar lampu itu sudah mati tidak berdaya. Otomatis di sisa perjalanan Adventuriderz hanya mengandalkan penerbangan dari lampu senja. Beruntung malam itu nggak turun kabut. Paling tidak marka jalan masih terlihat samar-samar di tengah kegelapan. Adventuriderz sempat berpikir mencari homestay atau penginapan di Nongkojajar, sayang nggak menemukannya. Dengan terpaksa perjalanan dilanjutkan ke arah Tosari tanpa lampu utama. Jalanan semakin naik, semakin berliku, semakin gelap, dan semakin sulit menemukan pemukiman penduduk. Orang yang lewat pun amat sangat minim. Itu masih diperparah dengan suhu udara yang semakin dingin menusuk tulang.

Di tengah gelapnya malam pegunungan tanpa penerangan memadai, Adventuriderz berpapasan dengan dua motor. Adventuriderz sempat melirik kaca spion, salah satu motor putar balik, semakin dekat, dan kemudian menghentikan Adventuriderz. Ternyata itu adalah salah seorang petugas jaga di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Si bapak kemudian menawarkan diri mengantar ke Desa Tosari untuk mencari penginapan. Dipandu oleh si bapak, perjalanan menuju Desa Tosari menjadi semakin mudah. Adventuriderz nggak perlu khawatir dengan medan di sana karena si bapak pasti lebih hafal. Akhirnya malam itu Adventuriderz sampai juga di Tosari, bermalam di sebuah homestay milik penduduk sekitar dengan kamar yang sangat bersih, rapi, dan ada fasilitas air hangat. Feels like home! Apalagi harganya tergolong murah.


Advertisements