National Park Explorer Hari-12: Masih Berkutat di B29 dan B30 TNBTS

National-Park-Explorer-Hari-12-013

Memasuki hari ke-12 (18/8/2015) ekspedisi National Park Explorer, Adventuriderz masih berada di dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), lebih tepatnya di B29, sebuah bukit yang berada di ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut. Ya, Adventuriderz memang bermalam di tempat ini, menikmati hembusan angin malam yang super kencang dan suhu udara yang sangat dingin.

Hari itu Adventuriderz ingin bangun sepagi mungkin agar bisa mendapatkan view cantik di B29. Sayangnya itu cuma rencana aja bro, dinginnya udara di pagi hari membuat siapapun enggan beranjak dari tempat tidur. Setelah matahari mulai terbit, terdengar suara gemuruh beberapa motor yang berdatangan. Rupanya sepagi ini sudah ada pengunjung yang datang ke B29. Adventuriderz pun kemudian berkenalan dengan rombongan tersebut yang ternyata anggota klub motor Tiger dari berbagai daerah. Ada Bang Dicky dari Cibinong, Bang Arif dan Bang Iwan dari Jember, serta Bang Izhal, Bang Agung, dan Bang Adi dari Lumajang. Alhamdulillah dengan cepat kami menjadi akrab. Beginilah enaknya riding, bisa bertemu dengan teman-teman baru di berbagai daerah.

Untuk menghangatkan tubuh, Adventuriderz mengajak mereka ke puncak B29 menggunakan motor agar bisa melihat pemandangan Gunung Semeru yang sangat cantik di pagi hari. Memang nggak semua ikut karena beberapa dari mereka sudah kelelahan jatuh bangun saat naik ke B29. Puas menikmati keindahan puncak B29, perjalanan dilanjutkan ke puncak B30. B30 merupakan bukit dengan ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut. Jaraknya hanya beberapa kilometer dari B29 dengan melewati jalur off road setapak. Berbeda dengan B29 yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Lumajang, B30 masuk ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Kondisi jalur menuju B30 memang nggak ekstrem, tapi cukup menantang karena merupakan kombinasi antara tanjakan-tanjakan, tikungan, dan debu tebal yang sangat gembur. Jalur seperti ini memang menjadi habitat asli VIAR Cross X 200 SE, jadi nggak kerepotan sama sekali dalam melibas perjalanan menuju B30. Cukup menggunakan gigi transmisi 2 atau 3, VIAR Cross X 200 SE bisa melenggang dengan mudah menuju puncak B30. Sudah bisa dipastikan pemandangan di sini sangat luar biasa. Kami bisa melihat pemandangan Pegunungan Bromo Tengger Semeru dari sisi yang berbeda dari biasanya.

National-Park-Explorer-Hari-12-008

Hari sudah semakin siang, matahari pun semakin menyengat di kulit, sedangkan suhu udara sudah tidak begitu dingin, kamu turun dari B30 kembali menuju B29 untuk menikmati secangkir kopi di salah satu warung yang berderet di kawasan B29. Selanjutnya teman-teman dari klub Tiger ini mengajak turun menuju kota Lumajang dengan melewati Desa Gadog/Argosari dan Kecamatan Senduro. Perjalanan turun ini bukan tanpa kendala. Ternyata track yang menjadi jalur utama menuju B29 ini nggak kalah menantang. Jalan yang dilewati memang relatif lebih lebar, tapi debu yang menutupi jalan di musim kemarau seperti sekarang amat sangat tebal. Efeknya, ban motor mudah tergelincir karena jalan menjadi sangat licin. Beberapa teman-teman pun harus rela berkali-kali mencium tanah karena tergelincir. Jaket dan celana pun sudah berlumuran dengan debu yang begitu kotor. Kondisi jalan yang sulit ini sebenarnya hanya sekitar 2-3 kilometer saja. Selebihnya jalan sudah lebih bagus dan cukup mudah dilalui.

Dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tujuan Adventuriderz berikutnya adalah menuju Taman Nasional Meru Betiri, tepatnya di Bandealit, Kabupaten Jember. Melihat lokasinya yang searah dengan teman-teman dari klub Tiger, Adventuriderz menerima ajakan mereka untuk singgah sejenak di Kota Lumajang. Kami singgah di rumah Bang Agung hingga sore hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Puger di Jember. Nah, di Puger ini Bang Arif dan Bang Iwan mengajak Adventuriderz berkumpul dengan teman-temannya di lapangan Puger untuk sekedar ngopi dan ngobrol-ngobrol penuh keakraban. Malam itu Adventuriderz bermalam di rumah Bang Arif di Puger dan keesokan harinya berangkat menuju Taman Nasional Meru Betiri di sisi Bandealit yang jaraknya sudah tidak jauh lagi dari Puger. Dalam tulisan ini Adventuriderz mengucapkan banyak terima kasih kepada teman-teman klub Tiger dan klub lainnya di Lumajang dan Jember yang sudah sudi menerima kedatangan dan menjamu Adventuriderz dengan baik.


Advertisements