National Park Explorer Hari-18: Menikmati Suasana Africa van Java


National-Park-Explorer-Hari-18-021

Africa van Java, julukan itu memang sangat pantas disandang oleh Taman Nasional Baluran yang masuk dalam wilayah Kabupaten Situbondo di Jawa Timur. Alasannya tentu saja karena Taman Nasional Baluran memiliki savana yang paling luas se-Jawa, bahkan mungkin saja se-Indonesia. Nggak itu saja, Taman Nasional Baluran memiliki kontur tanah yang didominasi oleh bebatuan padas, membuatnya selalu tampak gersang seperti kekurangan air sepanjang tahun. Yups, tanah di Taman Nasional Baluran memang nggak bisa menyimpan banyak cadangan air. Jadi jangan heran kalau Taman Nasional Baluran seperti hutan tandus, kecuali di wilayah hutan evergreen yang bisa hijau setiap saat.

Pada hari ke-17 ekspedisi National Park Explorer, Adventuriderz sudah sampai dan bermalam di Taman Nasional Baluran, tepatnya mendirikan tenda di sekitar pos Batangan yang merupakan pintu gerbang Taman Nasional Baluran. Pada hari ke-18 (24/8/2015), Adventuriderz masih akan berkutat dengan Taman Nasional Baluran yang memang memiliki suasana seperti di Afrika. Sekedar informasi saja buat sobat sekalian, Baluran merupakan taman nasional terakhir dari total 10 taman nasional di Pulau Jawa yang Adventuriderz kunjungi dalam ekspedisi National Park Explorer.

Di pagi hari yang sangat cerah itu Adventuriderz segera bangun dari tidur, membereskan tenda dan berbagai perlengkapan lainnya, kemudian menyusunnya di atas motor. Setelah semua tersusun rapi, Adventuriderz lalu memacu tunggangan, VIAR Cross X 200 SE, dari pos Batangan menuju Savana Bekol. Jarak antara Batangan dan Bekol memang nggak terlalu jauh, hanya sekitar 12 kilometer melewati jalan aspal yang sudah rusak. Kali ini Adventuriderz memang sengaja riding santai, menikmati udara pagi yang sejuk, sambil memandangi aktivitas satwa di sepanjang perjalanan. Pagi hari memang menjadi waktu yang sangat tepat untuk pengamatan satwa. Banyak satwa berkeliaran mencari makan pada pagi hari. Dalam perjalanan ke Bekol ini Adventuriderz sempat bertemu dengan gerombolan monyet abu-abu yang memenuhi jalan. Tapi mereka bakal menyingkir kok kalau ada kendaraan yang lewat. Satwa lain yang juga ditemui pada pagi hari itu adalah gerombolan burung merak dan ayam hutan. Melihat satwa-satwa hidup liar di hutan seperti ini memang jauh lebih menarik daripada melihatnya di dalam kurungan.

National-Park-Explorer-Hari-18-009

Dengan gaya riding santai, perjalanan antara Batangan dan Bekol bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. Mungkin karena tiba sangat pagi, belum ada pengunjung sama sekali yang datang ke Bekol. Salah satu ikon yang sangat khas di Bekol adalah deretan tengkorak satwa yang mungkin banteng, kerbau hutan, atau rusa, dipajang di salah satu sudut Savana Bekol.

Sekedar informasi saja, Savana Bekol merupakan atraksi utama yang ada di Taman Nasional Baluran. Savana ini memiliki luas kurang lebih 10.000 hektar atau 40 persen dari total luas Taman Nasional Baluran yang mencapai 25.000 hektar. Bahkan Savana Bekol juga dinobatkan menjadi padang rumput terluas di Pulau Jawa. Jadi nggak salah lagi kalau Taman Nasional Baluran yang memiliki sajian utama Savana Bekol kerap kali disebut dengan Africa van Java.

Bagaimana cara menikmati Savana Bekol? Adventuriderz cukup riding dengan santai melewati track yang sudah disediakan. Track yang bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat ini membelah savana menjadi dua, di bagian kiri dan kanan. Nah, di sepanjang perjalanan ini Adventruiderz bisa melihat aneka satwa yang hidup di Savana Bekol, seperti kerbau hutan, rusa, merak, monyet, hingga lutung. Populasi rusa memang sangat mendominasi dibandingkan dengan satwa lain di Taman Nasional Baluran. So, yang paling mudah memang melihat satwa yang satu ini. Bahkan mereka yang jumlahnya sangat banyak dan bergerombol, terkadang berjalan dengan santai sambil merumput meskipun ada pengunjung yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Benar-benar wildlife adventure nih!

National-Park-Explorer-Hari-18-011

National-Park-Explorer-Hari-18-014

Oh ya, kalau sobat suka fotografi alam liar dan ingin mengabadikan momen-momen kehidupan satwa menjadi sebuah foto, sebaiknya menggunakan lensa tele. Lensa dengan panjang 300 mm ke atas bakal lebih baik. Adventuriderz yang hanya menggunakan lensa tele dengan panjang maksimal 200 mm masih lumayan kerepotan dalam mengambil foto rusa-rusa di Baluran. Pasalnya rusa ini juga tergolong sensitif. Jika kita terlihat bergerak mendekat saja, rusa-rusa sudah bersiaga dengan memandang kita, menegakkan telinga, dan bersiap lari.

Track yang membelah Savana Bekol dan dilewati pengunjung ini sebenarnya menghubungkan antara Savana Bekol dengan Pantai Bama. Dalam sisa perjalanan menjelang Pantai Bama, satwa yang mudah dilihat biasanya adalah lutung dan berbagai macam burung. Vegetasi tumbuhan yang ada di Pantai Bama memang jauh berbeda dari Savana Bekol. Di Pantai Bama tampak lebih hijau dengan dominasi hutan bakau. Nah, Pantai Bama memang sangat cocok buat pengunjung yang suka dengan suasana pesisir karena pantainya masih bersih dan cantik. Malah binatang-binatang laut masih cukup mudah ditemukan di Pantai Bama. Namun di Pantai Bama ini perlu waspada karena monyet-monyet yang ada di sana super nakal. Mereka nggak akan segan-segan merebut barang-barang bawaan pengunjung, apalagi kalau di dalamnya terdapat makanan atau minuman.

National-Park-Explorer-Hari-18-018

Yups, Pantai Bama merupakan spot terakhir yang bisa diakses pengunjung di Taman Nasional Baluran. So, dari Pantai Bama, Adventuriderz langsung kembali ke Savana Bekol dan pos Batangan melewati jalan yang sama karena memang akses keluar masuk Taman Nasional Baluran cuma ada satu. Setelah keluar dari area Taman Nasional Baluran, Adventuriderz langsung menuju Surabaya melewati jalur utama Pantura mulai dari Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, hingga Kota Pahlawan dengan jarak sekitar 250 kilometer. Di Surabaya ini Adventuriderz istirahat dulu selama beberapa hari sembari melakukan pengecekan kondisi motor sebelum melanjutkan perjalanan ke Lampung.

National-Park-Explorer-Hari-18-024


Advertisements