National Park Explorer Hari 22-23: Perjalanan Menuju Garis Finish

National-Park-Explorer-Hari-22-23-001

Pada hari ke-22 (28/8/2015) dan hari ke-23 (29/8/2015) ekspedisi National Park Explorer, Adventuriderz melakukan perjalanan yang cukup panjang untuk mencapai garis finish, yakni antara Surabaya dan Lampung Timur. Kurang lebih perjalanan ini berjarak sekitar 1.100 kilometer. Di dua hari terakhir perjalanan ini Adventuriderz memang fokus mencapai Lampung alias nggak mampir-mampir lagi. Bisa dikatakan misi untuk menjelajahi taman nasional di Pulau Jawa sudah selesai dan kini tinggal kembali ke titik start.

Perjalanan dari Surabaya menuju Lampung dimulai sekitar pukul 05.00 WIB, ketika belum banyak warga Surabaya yang beraktivitas. Suara VIAR Cross X 200 SE memecah suasana hening pagi Kota Pahlawan. Pada perjalanan ke Lampung ini Adventuriderz pun nggak mengambil rute yang aneh-aneh, melainkan hanya melewati jalur Pantura saja ke arah Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, Demak, hingga istirahat sejenak di Semarang. Beruntung lalu lintas pagi itu cukup lancar, sehingga perjalanan dari Surabaya ke Semarang bisa ditempuh kurang dari lima jam.

Memasuki wilayah Kota Semarang, lalu lintas sedikit tersendat, ditambah cuaca panas membuat tubuh penuh keringat. Setelah lolos dari kemacetan, barulah ada angin segar yang menerpa tubuh. VIAR Cross X 200 SE bisa dipacu agak kencang menuju ke arah Kendal dan Batang. Di tengah perjalanan, Adventuriderz terpaksa berhenti sejenak di sebuah warung yang ada di Alas Roban. Memang nama yang satu ini terdengar angker. Tapi kalau lewat sana, nggak ada salahnya mampir sebentar di warung membeli es kelapa muda sambil melepas lelah. Segar sekali rasanya….

Dari Alas Roban, Adventuriderz memacu VIAR Cross X 200 SE menuju ke arah Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, dan meninggalkan Jawa Tengah memasuki Cirebon. Perjalanan siang itu tergolong berat mas bro. Panasnya nggak ketulungan, belum lagi banyak proyek betonisasi jalan Pantura yang membuat Adventuriderz harus berjibaku dengan macet. Imbasnya apa? Adventuriderz baru bisa keluar dari Kota Cirebon menjelang magrib. Ternyata kalau sore Cirebon macetnya lumayan juga yah…

Perjalanan dilanjutkan masih dengan menelusuri jalur Pantura dari Cirebon ke arah Palimanan, Indramayu, Patrol, dan Pamanukan. Namun di tengah perjalanan antara Pamanukan dan Cikampek, badan sudah terasa lelah, dan mata pun sudah terasa sangat berat. Saat itu menunjukkan sekitar jam 20.00 WIB. Adventuriderz pun memutuskan mampir di SPBU 24 jam untuk memenjamkan mata. Benar saja, Adventuriderz tidur begitu nyenyak, sampai 4 jam! Baru bangun sekitar pukul 00.00 WIB, kemudian melanjutkan sisa perjalanan dengan kondisi badan yang jauh lebih bugar.

CAMERA

Cikampek, Bekasi, Jakarta, Tangerang, Serang, dan Cilegon merupakan kota-kota yang Adventuriderz lewati di sisa perjalanan. Beruntung sekali Adventuriderz lewat Bekasi sudah lewat tengah malam. Jalanan begitu lengang meskipun di sana-sini banyak sekali perbaikan jalan. Nggak kebayang kalau lewat sini siang hari, pasti macetnya nggak ketulungan. Tidak terasa sekitar pukul 04.00 WIB pagi hari Adventriderz sudah sampai di Cilegon. Di sini Adventuriderz berhenti sejenak di KFC yang ada di pusat kota. Terlihat sekali suasana “malam” di Kota Cilegon cukup bergairah. Menjelang pagi masih banyak wanita-wanita berpakaian seksi yang lalu-lalang membuat mata setidaknya sedikit segar. Heuheu…

Nah, setelah mengisi perut dan meregangkan otot-otot yang kaku, Adventuriderz kembali riding santai dari Cilegon menuju Pelabuhan Merak. Pagi itu ternyata cukup banyak rider yang sama-sama ke arah Merak. Mereka anggota klub motor Honda klasik yang akan menghadiri jambore di Kotabumi, Lampung Utara. Pukul 06.00 WIB Adventuriderz sudah berada di dalam kapal dengan waktu pelayaran menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, sekitar 3 jam. Waktu yang cukup panjang ini tentu saja dimanfaatkan untuk tidur di ruang lesehan. Apalagi kapal sepi penumpang, jadi tidur bisa nyaman. Adventuriderz keluar dari kapal pukul 09.00 WIB dan kemudian riding ke rumah dengan jarak 60 kilometer selama 1 jam. Finally finish juga setelah menempuh perjalanan yang panjang dan melelahkan. IMHO nggak mudah sama sekali melakukan perjalanan panjang di atas jok motor trail yang sempit dan membuat b*k*ng cepet panas. Okee, sekian dulu cerita ekspedisi National Park Explorer. Terima kasih buat PT Triangle Motorindo (VIAR Motor Indonesia) dan Respiro Ridingware atas support-nya. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya ya…


Advertisements