Review VIAR Cross X 200 SE (2): Komparasi Fisik dengan Kawasaki KLX150L


VIAR-Cross-X-200-SE-vs-Kawasaki-KLX150L-002

Teman-teman sekalian, pangsa pasar motor trail di Indonesia memang masih dikuasai oleh pabrikan Jepang, Kawasaki, melalui produk KLX150 series. Akan tetapi pabrikan lokal seperti VIAR Motor Indonesia juga berusaha fight dengan mengeluarkan produk-produk yang beragam. Kebetulan sekali saya mendapatkan pinjaman unit salah satu produk, yaitu VIAR Cross X 200 SE dari PT Triangle Motorindo selaku ATPM motor VIAR dalam jangka waktu yang cukup lama. Bahkan unit ini sempat saya gunakan untuk melakukan ekspedisi National Park Explorer selama 23 hari nonstop dengan menempuh jarak total sekitar 4.000 kilometer. Dari situ bisa digali deh apa saja sih yang menjadi kelebihan dan kelemahan VIAR Cross X 200 SE.

Nah, sebelum membahas lebih jauh mengenai kelebihan dan kelemahan VIAR Cross X 200 SE, nggak ada salahnya kalau kita bandingkan dulu fisiknya dengan motor trail buatan Kawasaki. Apa lagi kalau bukan KLX150. Kebetulan sekali motor saya Kawasaki KLX150L. Bukan model baru (KLX150 BF) sih, tapi KLX150L sudah menggunakan ban besar berukuran 18-21 inch. Nggak seperti KLX150S yang masih menggunakan ban kombinasi 16-19 inch sehingga terlihat mungil. Kayaknya cukup pas juga membandingkan fisik VIAR Cross X 200 SE dengan Kawasaki KLX150L yang notabene sama-sama menggunakan ban besar… Gimana hasilnya?

Kalau disandingkan, sekilas dimensi antara VIAR Cross X 200 SE dengan Kawasaki KLX150L nggak ada perbedaan yang signifikan. Faktanya adalah VIAR Cross X 200 SE memiliki ukuran panjang 2.030 mm x lebar 920 mm x tinggi 1.360 mm, sedangkan Kawasaki KLX150L memiliki dimensi panjang 2.070 mm x lebar 825 mm x tinggi 1.155 mm. Dari situ sudah kelihatan jelas mas bro kalau VIAR Cross X 200 SE lebih lebar dan lebih tinggi, sementara Kawasaki KLX150L sedikit lebih panjang. Bagaimana dengan ketinggian jok atau seat height?

Untuk ketinggian jok dari tanah, lagi-lagi VIAR Cross X 200 SE lebih tinggi dengan seat height mencapai 890 mm, sedangkan Kawasaki KLX150L memiliki seat height 875 mm alias beda 15 mm saja. Keduanya memang bisa dikatakan sebagai motor trail full size. Nggak heran kalau terlihat jangkung semua dan kurang bersahabat bagi rider dengan postur tubuh pendek. Untuk saya yang mempunyai tinggi badan 178 cm harus sedikit jinjit ketika mengendarai VIAR Cross X 200 SE.

Dimensi sudah dibahas, lanjut ke penampilan. Kalau menurut saya pribadi, VIAR Cross X 200 SE tampil lebih kekar dengan ditunjang oleh suspensi upside down di bagian depan yang begitu besar. Di sisi lain Kawasaki KLX150L masih mengandalkan suspensi teleskopik, membuatnya terkesan lebih cungkring. Keunggulan lain fisik VIAR Cross X 200 SE terletak pada bagian swingarm yang tampak jauh lebih kokoh dibandingkan dengan punya Kawasaki KLX150L yang masih mengusung model kotak.

Mengenai desain, rasanya masing-masing mempunyai selera tersendiri. Nggak bisa dijustifikasi lebih bagus A atau B karena bersifat subjektif. Kalau menurut saya keduanya bagus dengan karakter masing-masing yang cukup kuat. Perbandingan lainnya bisa dilihat sendiri di foto ya. Kalau menurut mas bro sendiri gimana, lebih cakep VIAR Cross X 200 SE atau Kawasaki KLX150L?


Advertisements