• Home »
  • Article »
  • Bakal Ada Tiga Jenis SIM C, Dibagi Berdasarkan Kapasitas Mesin Motor

Bakal Ada Tiga Jenis SIM C, Dibagi Berdasarkan Kapasitas Mesin Motor

razia-kendaraan-bermotor-002

Mas bro sekalian… Dinamika regulasi peraturan lalu lintas memang cukup menarik untuk dicermati. Yang terbaru, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri berencana memecah SIM C menjadi tiga tipe mas bro, yaitu SIM C, SIM C1, dan SIM C2. Pembagian itu berdasarkan kapasitas mesin motor yang ditunggangi oleh rider itu sendiri. Rencana ini terus digodok oleh Korps Bayangkara dan kemungkinan baru akan direalisasikan pada bulan April 2016.

Jadi gini mas bro, SIM C yang ada sekarang ini hanya bisa digunakan untuk motor dengan kubikasi mesin hingga 250 cc saja. Kalau mau pakai motor dengan mesin 251-500 cc, tentu harus menggunakan SIM C1, kemudian SIM C2 digunakan untuk motor dengan kubikasi mesin di atas 500 cc. Sudah cukup gamblang kan? Pastinya nanti biaya pembuatan SIM C1 dan SIM C2 lebih mahal dibandingkan dengan SIM C yang sekarang.

Tidak diketahui secara pasti apakah ada sistem penjenjangan SIM atau tidak. Misalnya gini, untuk mendapatkan SIM C1 apakah harus memiliki SIM C terlebih dahulu? Apakah untuk mendapatkan SIM C2 harus memiliki SIM C1 terlebih dahulu? Atau bisa langsung mengajukan diri untuk mendapatkan SIM C1 atau SIM C2? Ntahlah mas bro, mungkin permasalahan teknis seperti ini juga masih digodok oleh kepolisian.

IMHO adanya SIM C khusus untuk pengendara motor di atas 250 cc ini memang bagus. Riding menggunakan motor dengan kapasitas mesin dan tenaga besar tentu saja harus memiliki skill yang lebih mumpuni dibandingkan dengan motor-motor bermesin kecil. Peraturannya mungkin ikut-ikutan seperti di Eropa sana ya. Bedanya kalau di Eropa bukan berdasarkan kapasitas mesin, tapi berdasarkan output power motor. Kalau di sini ya cari gampangnya saja lah, menggunakan kapasitas mesin motor sebagai parameter. Polisinya nanti repot, nggak tau berapa tenaga yang dikeluarkan masing-masing motor. Hehehe…


Advertisements