Andai Saja Suzuki Indonesia Mau Produksi Motor Trail DR200S…


Suzuki_DR200S_1

Halo mas bro… Kadang merasa sedih sekaligus gemas melihat Suzuki di Indonesia yang seperti hidup segan, mati pun nggak mau. Berbagai produk yang digelontorkan belakangan ini bisa dikatakan gagal bersaing di pasaran. Mulai dari skuter hingga moge susah laku. Ntah dosa apa yang dilakukan Suzuki sehingga bisa menjadi seperti sekarang. Backbone utama penjualan Suzuki kini hanya berasal dari Satria F150, tapi ini juga sudah mulai direcokin sama Honda dengan Sonic 150-nya.

Kabarnya, tahun depan Suzuki bakal mengeluarkan produk motor sport 150 cc dan 250 cc untuk mengejar ketertinggalan. Apakah strategi itu akan tepat? Ntahlah mas bro… Yang jelas segmen sport 150 cc dan 250 cc sudah sangat padat. Di kelas 150 cc misalnya, sudah ada Yamaha V-Ixion, Yamaha R15, Yamaha MT-15/M-Slaz/Xabre (launching Februari 2016), Honda CB150R, dan Honda CBR150R. Itu belum termasuk segmen sport “kasta rendah” seperti Yamaha Byson, Honda Megapro, dan Honda Verza. Untuk kelas 250 cc nggak kalah sengit, karena sudah ada Kawasaki Ninja 250, Kawasaki Z250, Kawasaki Ninja RR Mono, Kawasaki Z250SL, Yamaha R25, Yamaha MT-25, Benelli TNT 250, Honda CBR250R, dan Honda CBR250RR yang kemungkinan launching tahun depan. Kalau persaingan sudah sangat rapat sepeti ini, terus apa yang mau dicari Suzuki di segmen sport 150 cc dan 250 cc?

Menurut opini pribadi, sebagai perusahaan yang sumber dayanya tidak sebesar Honda dan Yamaha, sebaiknya Suzuki lebih smart dalam menelurkan produk. Melawan dominasi Honda dan Yamaha bukan perkara enteng. Sekarang produk skuter Suzuki nggak ada yang berkutik melawan Yamaha, apalagi Honda. Di segmen sport saya rasa bakal bernasib serupa kalau konsumen hanya disuguhi produk dengan spesifikasi mirip-mirip. Kecuali kalau bisa bikin sport 150 cc, DOHC, 6-speed, pendingin radiator, dan power 20 HP dengan harga wajar, baru bisa dipertimbangkan. Tapi akan lebih baik Suzuki mencontoh Kawasaki yang sukses menggarap niche market tanpa perlu head-to-head dengan Honda dan Yamaha, walaupun pada akhirnya bakal head-to-head juga sih karena dua perusahaan itu menjadi follower ketika market sudah semakin besar. Terus segmen mana yang cocok digarap Suzuki?

Suzuki_DR200S_7

Saat ini motor trail sedang sangat booming di berbagai sudut wilayah Indonesia mas bro. Pabrikan Jepang yang masuk ke segmen ini cuma ada Kawasaki. Selain Kawasaki masih pada adem ayem saja, meskipun ada selentingan kabar Honda dan Yamaha juga akan masuk ke sana. Rasa-rasanya Suzuki bisa sukses kalau mau memanfaatkan momen boomingnya motor trail ini. Nggak cuma untuk kalangan pehobi off road saja, tapi juga untuk kalangan urban yang mulai gemar menggunakan motor trail sebagai kendaraan operasional. Apalagi Suzuki pernah punya produk motor trail yang sangat legendaris TS125. Bahkan TS125 masih sangat disegani dan memiliki nilai jual tinggi meskipun sudah sangat lama discontinued. Nggak percaya? Coba deh cek pasaran motor second TS125… Dalam kondisi mulus dan lengkap, TS125 bisa dibandrol di angka Rp 18-23 juta. Itupun pembelianya rebutan.

Nah, Suzuki bisa memanfaatkan nama besar TS125 kalau main di segmen trail. Untuk produk global, Suzuki sudah punya DR200S yang secara performa sudah lumayan oke. Bahkan performa mesin DR200S jauh lebih nampol kalau dibandingkan dengan Kawasaki KLX150. Suzuki tinggal produksi saja DR200S itu di Indonesia, kemudian ditempelin nama TS200, dan dibandrol diangka 30 jutaan. Kawasaki yang biasa mendistribusikan KLX150 sekitar 4.000-5.000 unit per bulan dijamin kojel-kojel mas bro. Syukur kalau Suzuki mau melengkapinya dengan varian DR200SE yang berdesain jadul, biar konsumen merasakan nostalgia dengan si TS. Head-to-head dengan Kawasaki tentu saja akan lebih mudah bagi Suzuki, daripada head-to-head dengan Honda dan Yamaha. Lha wong Suzuki dan Kawasaki di Indonesia sama-sama tergolong perusahaan kecil yang punya sumber daya (duit) terbatas. Iya nggak? Tapi ya nggak tau lagi kalau sejarah bakal terulang, Suzuki baru masuk ketika pasar sudah sangat penuh sesak…

Suzuki-DR200SE-002


Advertisements