Tes Harian Benelli TNT 250 (1): Desain Cakep, Fitur Komplit!

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-037

Mas bro, sejak seminggu terakhir ini saya bercengkerama dengan motor naked sport atau roadster Benelli TNT 250 yang merupakan unit test ride pinjaman dari Benelli Perkasa Motor Surabaya. Tentu saja motor ini nggak cuma akan dites sesaat saja, melainkan dites untuk penggunaan sehari-hari sehingga bisa dengan mengerti bagaimana impresinya. Nah, untuk bagian pertama ini saya nggak langsung mengulas mengenai impresi riding di atas Benelli TNT 250, tapi akan sedikit membahas mengenai fitur-fitur yang ada di motor ini terlebih dahulu. Okay?

Sebagai naked sport, mau nggak mau Benelli TNT 250 bakal dibanding-bandingkan dengan motor naked sport lain yang sudah ada di pasaran Indonesia, apa lagi kalau bukan Kawasaki Z250 dan Yamaha MT-25. Kalau melihat desainnya, TNT 250 cenderung lebih kalem dibandingkan dengan Z250 atau MT-25 yang cenderung futuristis dengan sudut-sudut yang lancip. Kalau menurut saya, TNT 250 lebih terlihat moge look dibandingkan dengan dua pesaingnya itu. Mungkin kesan itu nggak lepas dari desain sasis tubular dengan diameter pipa yang besar, suspensi belakang nyaris horizontal, swingarm yang juga menggunakan model pipa tubular, dan knalpot model underbelly. Desain seperti ini sebenarnya cukup mirip dengan moge Kawasaki ER-6n. Nggak heran kalau aura moge begitu kental pada TNT 250. Apalagi TNT 250 menggunakan suspensi depan upside down dan ban gambot, membuatnya tampak lebih kekar kalau dibandingkan dengan Z250 dan MT-25. Mungkin yang membuat TNT 250 sedikit kurang galak terletak pada sektor headlamp yang cenderung mirip Yamaha Byson. Soal desain ini subjektif banget mas bro, masing-masing orang punya penilaian sendiri-sendiri. Pendapat saya belum tentu sama dengan pendapat anda. Iya kan?

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-017

Mungkin mas bro sudah pada tahu, Benelli memang brand yang berasal dari Italia. Kantor pusat Benelli juga masih tetap berada di Pesaro, Italia. Namun, saham Benelli kini sudah dikuasai oleh produsen motor asal China, Qianjiang. So, sudah menjadi rahasia umum kalau basis produksi sebagian besar motor Benelli juga sudah dialihkan ke China. Alasannya jelas untuk mengurangi biaya produksi. Untuk TNT 250 ini memang benar diproduksi di China, kemudian didatangkan ke Indonesia secara terurai (CKD). Selanjutnya motor ini dirakit secara langsung di Indonesia. Jadi bukan impor secara utuh dari China sana.

Banyak yang beranggapan produk yang dibuat di China memiliki built quality buruk. Namun sepertinya hal itu nggak berlaku untuk TNT 250 mas bro. Built quality TNT 250 tergolong bagus, solid, rapi, dan masih bisa bersaing dengan produk buatan brand Jepang. Kalau dibandingkan dengan kompetitor misalnya, menurut pandangan saya Z250 yang diproduksi di Thailand memiliki built quality paling bagus, diikuti dengan MT-25 dengan basis produksi di Indonesia, baru kemudian di posisi ketiga diisi TNT 250. Tapi selisihnya nggak banyak kok. Nggak akan kelihatan kalau tidak diperhatikan dengan detail.

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-030

Beralih ke fitur, walaupun tergolong sebagai motor sport entry level (250 cc), tapi Benelli sepertinya nggak mau main-main dalam membenamkan fitur kepada TNT 250. Coba lihat saja, saat pesaing dari Jepang masih mengandalkan suspensi teleskopik pada bagian depan, TNT 250 sudah mengusung suspensi upside down. Asyiknya, tingkat kelembutan suspensi depan bisa disetel sesuai selera. Begitu juga untuk suspensi belakang. Bahkan Benelli sudah menyediakan tools untuk setting tingkat kelembutan suspensi belakang dalam paket pembelian motor. Di sektor pengereman pun TNT 250 tampak lebih advance dengan memasang cakram ganda di roda depan, sedangkan Z250 dan MT-25 masih menggunakan cakram tunggal di roda depan. Asli udah kayak moge 650 cc ke atas aja nih pakai cakram ganda. Nggak lupa Benelli memasang lampu hazard sebagai fitur standar dari pabrik!

Kalau fitur-fitur lainnya sih mungkin tergolong standar untuk motor dengan kubikasi mesin 250 cc, seperti speedometer full digital dengan berbagai indikator yang cukup lengkap, pass beam, hingga lampu sign dan stop lamp yang sudah menggunakan LED. Sayangnya untuk lampu depan masih mengandalkan bulb biasa, belum menggunakan lampu model LED, meskipun tipe seperti ini malah lebih mudah dalam mencari spare partnya. Selain itu dibagian speedometer belum ada indikator konsumsi bahan bakar rata-rata seperti yang terdapat pada MT-25. Untuk perbandingan spesifikasi lainnya monggo mas bro simak di tabel yang ada di bawah deh, biar nggak puyeng bacanya… Next kita baru akan membahas mengenai impresi saat riding dengan TNT 250. Stay tuned ya!!

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-012


Advertisements