Menanti Kehadiran Royal Enfield Himalayan di Indonesia

Royal Enfield Himalayan 002

Royal Enfield Himalayan merupakan motor bertipe adventure-tourer yang dikembangkan oleh pabrikan India, Royal Enfield. Dari namanya saja, Royal Enfield Himalayan terkesan cukup menjanjikan. Himalayan tentu saja mengacu pada Pegunungan Himalaya yang wilayahnya tersebar di berbagai negara seperti India, Nepal, dan China, dengan puncak tertinggi dinamakan Puncak Everest yang memiliki ketinggian hingga 8.848 meter, menjadikannya sebagai puncak gunung tertinggi di dunia. Harapan tinggi tentu ada pada Royal Enfield Himalayan, yang diharapkan bisa menjadi motor tangguh, bahkan mampu menjelajah ke wilayah Himalaya yang terkenal memiliki medan sulit.

Royal Enfield Himalayan sendiri kemungkinan baru akan diperkenalkan di Delhi Auto Show pada awal Februari 2016 nanti. Saat ini suah banyak foto-foto Royal Enfield Himalayan yang bertebaran di internet, baik itu sedang melakukan tes di jalanan, dalam kondisi parkir, maupun dalam proses perakitan di pabrik. Dari foto-foto yang beredar, Royal Enfield Himalayan memang masih terlihat berwarna kusam sebagai kamuflase. Nggak tau deh nanti kalau sudah diproduksi masal apakah akan tetap kusam seperti itu atau nggak. Kemungkinan sih nggak lah ya…

Walaupun dibalut kamuflase, secara garis besar sudah terlihat kalau Royal Enfield Himalayan mengusung konsep sebagai motor adventure-tourer dengan nuansa klasik khas Royal Enfield. Itu bisa dilihat dari bentuk headlamp dan tangki bahan bakar yang membulat. Belum lagi suspensi depannya menggunakan tipe teleskopik dengan balutan karet berkerut warna hitam. Tapi secara keseluruhan, nuansa adventure sangat terasa pada Royal Enfield Himalayan bermodalkan tubuh jangkung dengan bantuan ban berdiameter rim 18-21 inch, serta dilengkapi dengan mesin satu silinder 410 cc berpendingin udara yang mampu mengeluarkan tenaga 28 HP. Mungkinkah motor ini dipasarkan di Indonesia?

Dalam waktu dekat ini Royal Enfield akan membuka dealer eksklusif yang pertama di Indonesia dengan menggandeng PT Distribusi Motor Indonesia (Baca: Showroom Pertama Royal Enfield Segera Hadir di Jakarta). Lokasi tepatnya berada di wilayah Kemang, Jakarta Selatan. Berbagai lineup produk sudah disiapkan untuk mengisi dealer eksklusif ini, mulai dari tipe Bullet, Classic dan Classic Chrome, Continental GT, dan tidak menutup kemungkinan Himalayan bakal diboyong ke Indonesia. Kehadiran Royal Enfield Himalayan pun bakal memeriahkan pasar motor adventure-tourer di Indonesia. Apalagi segmen ini masih diisi oleh motor dengan kubikasi mesin yang besar, sedangkan yang di bawah 500 cc masih minim.

Royal-Enfield-Himalayan-007

Umumnya, motor dengan kubikasi mesin di atas 250 cc memiliki kendala harga yang mahal jika dipasarkan di Indonesia karena adanya PPN BM yang cukup tinggi. Tapi sepertinya hal itu tidak terjadi pada produk-produk buatan Royal Enfield yang masuk ke Indonesia melalui distributor resmi. Kita ambil contoh Royal Enfield Classic Chrome yang masuk ke Indonesia melalui importir umum dijual dengan harga Rp 187 juta. Namun, ketika perkenalkan oleh distributor resmi di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 lalu, Royal Enfield Classic Chrome hanya ditawarkan dengan harga sekitar Rp 80 juta saja. Bedanya jauh banget kan? Kok bisa ya? Namanya importir umum mengambil barang dari mana saja. Bisa dari Malaysia, Singapura, Thailand, atau bahkan dari Inggris. Tentu saja harganya sudah jauh lebih mahal daripada harga pabrik. Itu belum termasuk bea masuk impor, PPN BM, biaya promosi, margin kentungan, dan lain-lain. Hasilnya harga yang dibebankan ke konsumen jadi sangat mahal.

Nah, di India, Royal Enfield bukanlah motor yang mewah dengan harga mahal. Contohnya tadi Royal Enfield Classic Chrome dengan mesin 500 cc, di sana cuma dijual dengan harga 164.558 rupee atau setara dengan Rp 34 jutaan. Itu harga yang dijual oleh dealer kepada konsumen. Kalau distributor ngambil langsung dari pabrik pasti jauh lebih rendah lagi harganya. Jadi kalau Royal Enfield Classic Chrome dijual oleh distributor resmi di Indonesia seharga Rp 80 juta masih sangat masuk akal. Harapannya nanti Royal Enfield Himalayan juga dijual dengan strategi harga yang mirip seperti Royal Enfield Classic Chrome itu. Ya semoga saja Royal Enfield Himalayan dijual di Indonesia dengan harga nggak lebih dari Rp 60 juta…


Advertisements