Tes Harian Benelli TNT 250 (3): Akselerasi Kurang, Top Speed Lumayan!

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-042

Mas bro, setelah menjabarkan berbagai fitur yang dimiliki Benelli TNT 250 dan bagaimana impresi mengendarai Benelli TNT 250 di tengah kemacetan, sekarang saya bakal membahas mengenai akselerasi dan kecepatan yang bisa ditembus oleh motor ini. Banyak yang bilang Benelli TNT 250 lemot, apakah benar demikian? Yuk kita ulas bareng-bareng.

Ketika pertama kali mengendarai Benelli TNT 250, memang jambakan akselerasinya kurang greget kalau dibandingkan dengan motor 250 cc sekelas. Mas bro yang biasa nunggang motor sport 150-200 cc pun nggak akan kaget ketika menggeber si Italino. Akselerasi awal Benelli TNT 250 memang cenderung lebih lemot. Itu memang benar adanya dan nggak bisa dipungkiri. Tapi jangan salah, akselerasi yang kurang greget itu terjadi di gigi 1 dan gigi 2. Selanjutnya, power dan torsi Benelli TNT 250 cukup nampol kok mas bro, dengan syarat pelintir gas hingga red line baru dilakukan perpindahan gigi (up shift).Yakin deh, lemotnya Benelli TNT 250 itu nggak terjadi di putaran mesin 8.000 rpm ke atas. Ketika gigi 3, 4, dan 5 motor digeber di putaran mesin 8.000 rpm sampai 11.000 rpm (red line), deru mesin akan semakin melengking merdu, diikuti dengan tendangan power yang meledak seperti turbo yang aktif! Di sinilah asyiknya riding dengan Benelli TNT 250… Sensasi riding itu baru terasa di putaran atas!

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab kenapa Benelli TNT 250 kurang greng di putaran bawah. Berdasarkan analisa saya, faktor pertama karena bobotnya yang paling berat di kelasnya, mencapai 196 kg. Bandingkan dengan Kawasaki Z250 yang cuma 168 kg atau Yamaha MT-25 yang jauh lebih ringan lagi hanya 165 kilogram. Ban depan-belakang Benelli TNT 250 yang lebih besar dari Kawasaki Z250 dan Yamaha MT-25 secara tidak langsung juga mempengaruhi bobot akhir motor.

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-021

Faktor kedua adalah konfigurasi mesin. Berbeda dengan Kawasaki Z250 dan Yamaha MT-25, dimana dua silindernya berjalan bergantian, Benelli TNT 250 ini dua silinder pada mesinnya berjalan secara bersamaan tapi dengan pengapian yang bergantian. Kalau diibaratkan seperti ini, mas bro berjalan secara normal menggunakan dua kaki secara bergantian tentu bakal lebih cepat jika dibandingkan dengan berjalan secara melompat-lompat menggunakan dua kaki sekaligus? Tapi, efek putaran dua silinder yang berjalan berbarengan ini membuat suara Benelli TNT 250 sangat istimewa, merdu seperti motor empat silinder! Meskipun konsekuensinya putaran awal agak lemot!

Faktor ketiga yang menurut saya berpengaruh terhadap lemotnya akselerasi Benelli TNT 250 terletak pada ukuran bore x stroke. Dari spesifikasi, terlihat jelas kalau mesin Benelli TNT 250 itu overbore dengan ukurang bore x stroke = 61 mm x 42,7 mm. Selisihnya sangat lumayan kan? Dan ciri khas motor dengan mesin overbore memang lemot di putaran bawah, tapi cukup bengis di putaran atas. Jadi kalau cuma ngetes muter-muter halaman parkir doang dijamin nggak bisa menggali performa Benelli TNT 250 secara maksimal.

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-044

Faktor terakhir adalah ukuran lubang untuk knalpot pada mesin (manifold) yang kurang balance dengan diameter leher knalpot. Kalau nggak salah manifold ada pada mesin sebesar 35 mm, tapi kemudian diameter leher knalpot yang dipasang cuma 28 mm. Artinya, torsi awal akan tercekik oleh diameter leher knalpot yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan manifold. Ya mungkin pihak Benelli sudah mempunyai perhitungan sendiri kenapa selisihnya terlalu jauh, meskipun idealnya jika manifold berukuran 35 mm, maka diameter leher knalpot paling tidak 32 mm. Baru deh lumayan plong!

Kalau akselerasi kurang greget, bagaimana dengan top speed Benelli TNT 250? Yups, mengendarai Benelli TNT 250 memang sangat nikmat ketika melintir gas di rpm tinggi. Suara mesinnya yang melengking merdu juga menjadi hiburan tersendiri. Saya sih nggak menyempatkan diri untuk khusus ngetes berapa top speed motor ini, namun kebetulan waktu itu pulang dari Mojokerto memang ada kesempatan geber Benelli TNT 250 di Jalan By Pass Krian. Melihat kondisi jalan cukup aman, coba deh pelintir gas dengan maksimal. Memang nggak saya abadikan lewat kamera karena nggak ada niat ngetes speed. Gigi 4 coba pelintir gas hingga red line tembus 110 km/jam, pindah gigi 5 gas sampai red line tembus 135 km/jam, dan masuk ke gigi 6 saat itu mampu menyentuh 155 km/jam. Gas sebenarnya masih bisa dibuka lebih dalam lagi, cuma track lurus sudah habis, jalanan agak padat, dan nyali sudah ciut, jadi tes speed harus diakhiri. Kalau track dan nyali masih ada, yakin deh bisa lebih tinggi lagi. Cukup sekali itu saja saya iseng tes speed Benelli TNT 250. Sebaiknya jangan ditiru ya… Next saya akan bahas mengenai kenyamanan Benelli TNT 250 untuk perjalanan jarak jauh. Pantengin terus Adventuriderz.com!

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-043


Advertisements