Tes Harian Benelli TNT 250 (4): Asyik untuk Perjalanan Jarak Jauh


Benelli-TNT-250-Adventuriderz-019

Yang namanya tes harian, tentu harus dicoba dalam berbagai macam kondisi dong ya… Sebelumnya Benelli TNT 250 sudah dicoba pada kondisi macet-macetan di kota, nggak ada salahnya kalau dicoba juga untuk perjalanan jarak jauh. Setidaknya sebanyak dua kali saya berkesempatan menggunakan Benelli TNT 250 untuk perjalanan jarak jauh. Pertama, rute Surabaya-Pacet-Trowulan-Surabaya dengan jarak tempuh total sejauh kurang lebih 160 km, sedangkan yang kedua rute Surabaya-Kebun Teh Wonosari (Lawang)-Surabaya dengan jarak yang sama 160 km.

Memang sih perjalanan itu nggak bisa dikatakan jauh. Apalagi kalau dibandingkan dengan perjalanan saya ketika ekspedisi National Park Explorer menggunakan Viar Cross X 200 SE yang mencapai 4.000 kilometer. Tapi paling tidak sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana impresi mengendarai Benelli TNT 250 keluar kota dalam jarak menengah hingga jarak jauh.

Dilihat dari segi riding position-nya, sebenarnya sudah jelas kalau Benelli TNT 250 masuk kategori motor yang nyaman untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Tangan terasa rileks ketika memegang handlebar dan jauh dari kesan membungkuk seperti mengendarai motor sport. So, mengendarai Benelli TNT 250 untuk perjalanan jarak jauh nggak terasa capek meskipun harus menempuh ratusan kilometer!

Bagaimana dengan kenyamanan joknya? Bersyukurlah karena Benelli nggak pelit busa jok. Joknya tebal, empuk, dan lebar, sehingga duduk berlama-lama di atas motor ini nggak terasa melelahkan sama sekali. Untuk suspensi, Benelli TNT 250 ini sudah cukup nyaman. Suspensi depan memang sedikit keras, tapi masih dalam batas toleransi dan masih bisa di-setting, kan suspensinya adjustable… Sedangkan suspensi belakang begitu lembut, nyaman untuk melibas kondisi jalan yang tidak rata.

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-042

Riding position yang rileks, jok nyaman, dan suspensi enak, kemudian dikombinasikan dengan kapasitas tangki bahan bakar besar, serta power dan torsi mesin yang cukup oke khususnya pada rpm tinggi, rasanya nggak salah menobatkan Benelli TNT 250 sebagai teman yang pas untuk perjalanan jarak jauh. Apalagi motor ini tergolong nurut, mau diajak santai 60-80 km/jam okeee, mau diajak ngebut di atas 120 km/jam pun hayuk aja… Bobot Benelli TNT 250 yang mencapai 196 kg itu ternyata juga cukup membantu motor tetap anteng ketika dipacu dalam kecepatan tinggi.

Kebetulan sekali dalam tes perjalanan jarak jauh ini tujuannya adalah ke Pacet dan Kebun Teh Wonosari di Lawang, Malang. Keduanya merupakan wilayah dataran tinggi atau pegunungan yang banyak didominasi oleh tanjakan. Tentu saja dengan power 31,5 HP dan torsi 20 Nm nggak mengalami kesulitan dalam meladeni berbagai macam tanjakan, mulai dari yang ringan hingga yang memiliki sudut elevasi agak tinggi.

Lho kok plus semua mas? Memang nggak ada kekurangannya? Tentu saja ada dong, karena nggak ada produk yang sempurna. Memang Benelli TNT 250 tergolong motor yang sangat stabil di jalan lurus, bahkan dengan kecepatan tinggi sekalipun. Tapi ternyata itu nggak berlaku ketika motor menghadapi tikungan, terutama tikungan parabolic yang panjang, atau istilahnya high speed corner… Karakter handling di tikungan dengan kecepatan tinggi terasa agak payah. Motor kurang nurut kalau diajak cornering. Mungkin karakternya agak mirip dengan Kawasaki Z250 yang ganas di track lurus tapi agak susah belok dengan kecepatan tinggi. Next, kita bahas gimana rasanya boncengan dengan Benelli TNT 250… Stay tuned ya!

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-045


Advertisements