Tes Harian Benelli TNT 250 (5): Jok Rider dan Boncenger Sama-Sama Nyaman


Benelli-TNT-250-Adventuriderz-045

Salah satu selling point yang utama dari Benelli TNT 250 menurut saya adalah kenyamanan, selain dari desainnya yang memang sangat moge look dan suara mesinnya yang cenderung mirip seperti moge empat silinder. Dari segi akselerasi maupun kecepatan, mungkin motor sekelas dengan tipe yang sama bisa lebih unggul. Tapi soal kenyamanan, TNT 250 bisa dikatakan superb! Memang apa saja sih faktor yang membuat motor ini begitu nyaman, termasuk untuk perjalanan jarak jauh?

Pertama tentu saja dari ergonomi atau riding position mas bro. Ketika mengendarai TNT 250, tangan cenderung rileks berkat stang baplang yang dilengkapi dengan raiser tinggi, membuat riding position cukup tegak, sementara kaki pun terasa santai karena nggak terlalu nekuk mundur ke belakang. Faktor yang kedua karena jok TNT 250 yang istimewa, lebar, tebal, empuk, dan kulit jok nggak licin.

Kenyamanan jok ini pernah saya buktikan ketika melakukan perjalanan yang agak jauh dengan rute Surabaya-Pacet-Trowulan-Surabaya dan Surabaya-Kebun Teh Wonosari (Lawang)-Surabaya yang masing-masing menempuh jarak 160 km. Dalam dua trip itu, bok*ng nggak terasa panas sama sekali. Asli tetap adem! Jika menggunakan motor trail seperti Kawasaki KLX150L atau Viar Cross X 200 SE yang bisa bikin bok*ng mati rasa saja saya bisa betah riding nonstop selama 5 jam, yakin deh kalau naik TNT 250 bisa bertahan 8 jam nonstop bahkan mungkin bisa lebih…

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-029

Nah, itu tadi kan testimoni sebagai rider… Gimana dengan jok belakang untuk boncenger? Sama saja mas bro, jok untuk boncenger juga nggak kalah nyaman. Apalagi jok TNT 250 ini model single, bukan split seat seperti kompetitornya. Jujur saja sih, untuk motor bertipe naked sport, saya cenderung lebih suka dengan model jok single seperti pada Yamaha V-Ixion, Honda CB150R, Honda VTR250, Honda CB650F, dan termasuk juga Benelli TNT 250. Pertimbangannya ya faktor kenyamanan itu tadi tanpa mengurangi tampilan yang tetap sporty.

Kebetulan sekali ketika ke Pacet beberapa waktu yang lalu dalam rangka menghadiri acara ulang tahun sebuah komunitas, saat perjalanan dari Pacet ke Trowulan, Mas Majid (Cicakkreatip.com) pengen nyoba TNT 250 lebih lama. Saya pun untuk sementara menjadi boncenger dan merasakan bagaimana sensasi dibonceng dengan TNT 250. Hasilnya nggak ada beda dengan ketika menjadi rider, nyaman pooooll mas bro. Hal serupa juga diamini oleh asisten ketika jalan-jalan ke Kebuh Teh Wonosari di Lawang, Malang. Asisten mengatakan kalau dibonceng naik TNT 250 jauh lebih nyaman dan nggak cepat capek dibandingkan dengan si KLX150L. Bahkan untuk perjalanan sejauh 80 km sekali jalan pun nggak ada keluhan sama sekali. Gawatnya, asisten naksir dengan motor ini dan minta ganti KLX150L dengan TNT 250. Duuuh deeek!!

Benelli-TNT-250-Adventuriderz-040


Advertisements