Apa Sih Pentingnya Safety Riding Bagi Pengendara Motor?

latihan-safety-riding-pengereman

Mas bro, di Indonesia ini motor memang telah menjadi kendaraan favorit. Apa sebabnya? Ya karena motor itu simple, multi fungsi, enak buat nembus kemacetan, plus efisien. Nggak heran kalau motor sangat digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari kalangan bawah, menengah, hingga atas. Setiap tahun pun motor terjual hingga jutaan unit di Indonesia. Tapi tahukah mas bro, meskipun motor menjadi kendaraan paling laris di Indonesia, namun tidak banyak yang mengerti tentang safety riding. Hasilnya, nggak sedikit kecelakaan yang melibatkan pengendara roda dua. Bahkan kendaraan roda dua disebut-sebut sebagai pembunuh yang paling mengerikan di negeri ini.

Melihat kondisi itu, kini di Indonesia banyak bermunculan pusat-pusat pelatihan safety riding. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan skill berkendara dan mengajarkan bagaimana cara berkendara yang baik dan safety agar terhindar dari kecelakaan di jalan raya. Secara umum terdapat empat materi utama yang biasanya diberikan oleh instruktur safety riding, yaitu slalom, pengereman, melewati papan titian, dan melewati jalan bergelombang. Nah berikut ini ada penjabaran manfaat safety riding dari Carmudi Indonesia yang sudah banyak dilakukan oleh pabrikan-pabrikan motor ternama seperti Honda dan Yamaha.

1. Slalom

Fungsi dari slalom adalah melatih kemampuan dan menjaga irama keseimbangan tubuh ketika sedang menikung atau ketika sedang melalui jalan berliku. Dalam melakukan gerakan slalom, hal yang paling penting yaitu mengontrol gerakan tubuh pengendara motor. Maksudnya, saat sedang menikung atau belok, motor lebih mengikuti tubuh pengendara setelah stang.

latihan-safety-riding-slalom

2. Melalui Jalan Titian

Pada dasarnya melalui jalan titian mirip seperti melakukan slalom yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan tubuh. Namun, fokus dari latihan melewati titian ini lebih kepada melatih keseimbangan tubuh ketika melewati jalan yang sempit. Sebagai contoh, seringkali pengendara motor melewati celah-celah antara dua mobil, namun akhirnya menyenggol body atau kaca spion mobil karena kurangnya keseimbangan. Oleh karena itu, ketika pengendara sudah berlatih melewati jalan titian, diharapkan tidak canggung lagi ketika melewati jalan sempit seperti di celah-celah mobil maupun dalam kondisi yang lain.

latihan-safety-riding-melewati-papan-titian

3. Melewati Jalan Bergelombang

Tidak berbeda dengan dua latihan sebelumnya, latihan melewati jalan bergelombang berfungsi untuk menjaga keseimbangan ketika melewati jalan bergelombang, tidak rata, atau malah berupa jalan berlubang. Selain menjaga keseimbangan, pelatihan ini juga mengedepankan penggunaan rem depan dan belakang secara konstan. Pengendara motor juga dilatih untuk mengatur irama kecepatan motor ketika melakukan pengereman dalam pelatihan ini.

latihan-safety-riding-melewati-rintangan-bergelombang

4. Pelatihan Pengereman

Tentu saja pelatihan pengereman menjadi bagian yang sangat penting dalam pelatihan safety riding. Idealnya, dalam teknik pengereman, pengendara sepeda motor menggunakan komposisi 60:40. Artinya, 60 persen menggunakan rem depan dan 40 persen sisanya menggunakan rem belakang. Distribusi pengereman yang tepat bisa menghindari roda mengunci atau slip, yang membuat salah satu roda membuang ketika sedang melakukan pengereman.

latihan-safety-riding-pengereman


Nah, pelatihan safety riding sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja, termasuk di area terbuka yang luas, tanah lapang, hingga area parkir. Namun, selain empat hal utama yang diterapkan dalam safety riding di atas, ada dua hal tambahan lagi yang perlu diperiksa agar riding menjadi lebih safety lagi. Dua hal itu adalah pengecekan kondisi motor dan memperhatikan kondisi tubuh pengendara motor itu sendiri.

a. Pengecekan Kondisi Motor

Sebelum pergi menggunakan motor, sebaiknya kita terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap kondisi sepeda motor untuk memastikan sepeda motor sehat dan siap digunakan. Apa saja sih yang dicek? Motor bisa dikatakan dalam kondisi prima ketika rem dan seluruh lampu berfungsi dengan baik. Selain itu, pengecekan terhadap tekanan nagin ban juga perlu dilakukan. Kemudian, gunakan kaca spion standar atau yang layak agar bisa melihat dengan jelas pandangan di belakang. Selanjutnya mas bro jangan lupa menggunakan helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu ketika riding.

b. Periksa Kondisi Tubuh

Pemeriksaan kondisi tubuh juga perlu dilakukan sebelum berkendara. Kondisi tubuh yang prima tentu saja membuat kita bisa terhindar dari kecelakaan. Selain itu, dengan kondisi tubuh yang segar bugar, feel kita ketika berkendara menjadi aman dan nyaman. Hal lain yang nggak boleh terlewatkan tentu saja wajib membawa surat-surat kendaraan dengan lengkap seperti SIM dan STNK.


Advertisements