Honda CTX200, Motor Trail Cakep dengan Desain Jadul

Honda-CTX200-003

Mas bro, di luar negeri sana Honda memang menggelontorkan banyak sekali varian motor trail. Kadang hal itu membuat konsumen di Indonesia iri karena Astra Honda Motor (AHM) belum memiliki produk motor trail sama sekali. Salah satu motor trail yang cukup menarik perhatian saya adalah Honda CTX200 yang dipasarkan di Selandia Baru dan mungkin juga negara-negara lainnya. Memang apa menariknya Honda CTX200?

Di Selandia Baru, Honda CTX200 disebut sebagai farm bike atau motor yang digunakan untuk keperluan di perkebunan maupun peternakan. Malah Honda CTX200 di sana mengusung tagline “The Ultimate Farm Workhorse“. Artinya, Honda CTX200 memang sebuah motor pekerja yang tangguh digunakan di berbagai kondisi medan, nggak gampang rewel, dan mudah dalam hal perawatan. Salah satu yang membuat saya kesengsem terhadap Honda CTX200 adalah desainnya yang cukup jadul namun tetap terlihat sangar dan enak dipandang. Jadi mengingatkan kepada sosok Suzuki TS125 yang masih banyak berkeliaran di Indonesia maupun Kawasaki Stockman 250.

Sebagai farm bike, Honda CTX200 sama seperti halnya dengan Kawasaki Stockman 250, dilengkapi dengan rak yang terpasang di depan stang atau persis di atas headlamp. Selain itu, rak juga terpasang pada bagian buritan jok. Ya memang rak-rak seperti ini memudahkan rider membawa barang-barang. Kalau dipakai ngetrail sih ya gampang buat dorong-dorong maupun tarik-menarik. Asyiknya lagi, Honda CTX200 sudah dilengkapi dengan ban enduro 18-21 inch dan juga legal digunakan di jalan raya.

Honda-CTX200-002

Honda-CTX200-001

Bagaimana dengan sektor mesin? Honda CTX200 ternyata dilengkapi dengan mesin 197 cc, 4-stroke, dan berpendingin udara yang dikombinasikan dengan transmisi manual 5-percepatan. Mesin ini diyakini sama persis dengan mesin Honda Tiger mas bro. Nah, nggak seperti motor trail tulen yang biasanya tinggi, seat height Honda CTX200 tergolong bersahabat karena hanya 823 mm dengan ground clearance 238 mm. Fitur lainnya tergolong standar, seperti suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang mono shock dengan Pro-Link, rem depan sudah cakram sedangkan rem belakang masih model drum, serta kapasitas tangki bahan bakar yang lumayan lega mencapai 8,5 liter.

Memang konsumen di luar negeri sana sangat beruntung, walaupun penjualan nggak begitu banyak pun tipe motor yang tersedia sangat lengkap. Kalau mas bro berminat meminang Honda CTX200 pun nggak bisa berharap dengan AHM, karena dipastikan ATPM Honda di Indonesia ini nggak mau memasukkannya ke Indonesia. Cara paling pas mendapatkan Honda CTX200 ya dari importir umum, dengan konsekuensi harga yang sangat mahal. Alternatif lain bisa memodifikasi Honda Tiger menjadi Honda CTX200. Builder di Indonesia pasti banyak lah yang bisa…

Honda-CTX200-004

OLYMPUS DIGITAL CAMERA


Advertisements