Serunya Perjalanan Datsun Risers Expedition dari Medan ke Pekanbaru (2)


Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-001

Ini merupakan lanjutan dari artikel “Serunya Perjalanan Datsun Risers Expedition dari Medan ke Pekanbaru (Part 1)“. Jadi kalau tanggal 7 Maret 2016, kami para Risers belum memasuki kegiatan inti di Datsun Risers Expedition, baru sekedar kedatangan di Medan, berkenalan, dan sedikit jalan-jalan, di hari kedua yang tepat pada 8 Maret 2016 sudah memasuki petualangan yang sesungguhnya mas bro!

Pada 8 Maret 2016, kami rencananya melakukan perjalanan yang cukup panjang, kurang lebih sejauh 250 km, dari Kota Medan menuju Air Terjun Sipiso-Piso yang berada di wilayah Kabupaten Tanah Karo, yang dilanjutkan dengan tujuan akhir Tuk Tuk di Pulau Samosir melalui Sidikalang, Tele, dan Pangururan. Saya, Mas Mario Devan, dan Mas Gesang Potretbikers yang tergabung dalam tim Risers 1 mendapatkan jatah mobil Datsun Go+ Panca dengan warna hitam. Konvoi dalam perjalanan ini sebenarnya cukup enak karena ada mobil road captain (RC) di posisi paling depan yang berwujud Nissan Navara NP300 dan mobil sweeper di posisi paling belakang dengan wujud Datsun Go Panca.

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-006

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-002

Kunjungan ke Dealer Nissan-Datsun di Medan

Setelah sarapan dan sedikit stretching di hotel, para Risers dan seluruh kru yang ikut di Datsun Risers Expedition sudah bersiap meninggalkan Kota Medan. Namun, sebelum benar-benar meninggalkan Kota Medan, kami berkunjung ke dua dealer Nissan-Datsun yang ada di sana. Kali ini Mas Mario bertindak sebagai driver, saya sebagai operator radio komunikasi, dan Mas Gesang sebagai backup di kursi belakang. Nantinya memang yang akan bergantian posisi sebagai driver hanya saya dan Mas Mario saja karena Mas Gesang walaupun SIM A-nya masih aktif tapi sudah sangat lama nggak driving.

Dealer pertama yang kami kunjungi adalah dealer Indomobil Nissan-Datsun Gatot Subroto. Dalam perjalanan menuju dealer Indomobil Nissan-Datsun Gatot Subroto ini Mas Mario sudah merasakan adrenalin gimana ngerinya driving di Medan lantaran para pengemudi motor, mobil, dan becak motor yang kerap sembrono. Sesampainya di dealer Indomobil Nissan-Datsun Gatot Subroto, kami melihat-lihat bagaimana showroom, pelayanan, hingga aktivitas servis kendaraan. Dari dealer Nissan-Datsun Gatot Subroto, perjalanan dilanjutkan ke dealer Indomobil Nissan-Datsun Amplas dengan aktivitas yang sama mas bro…

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-003

CAMERA

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-005

Perjalanan Menuju Air Terjun Sipiso-Piso

Mas Mario sepertinya sudah cukup puas menjajal Datsun Go+ Panca di Kota Medan. Posisi kemudi sudah diserahkan kepada saya untuk perjalanan dari dealer Indomobil Nissan-Datsun Amplas menuju ke spot wisata yang pertama, yaitu Air Terjun Sipiso-Piso. Jarak dari Medan menuju Air Terjun Sipiso-Piso kurang lebih sekitar 115 km yang ditempuh dalam waktu antara 2-3 jam.

Awalnya kondisi jalan lurus-lurus saja dan tergolong mulus, tapi kemudian di tengah-tengah perjalanan, kalau nggak salah memasuki wilayah Sibolangit, kondisi jalan sudah sangat memacu adrenalin. Yakin deh jalan ke dari Medan ke arah Berastagi dan Air Terjun Sipiso-Piso ini memang sangat asyik, penuh dengan tanjakan dan tikungan tajam. Di sinilah saya baru benar-benar menikmati driving menggunakan Datsun Go+ Panca. Rasa skeptis di awal lantaran ini termasuk LCGC (low-cost green car) yang dibandrol dengan harga murah terjawab sudah! Datsun Go+ Panca ternyata mampu melibas berbagai tanjakan curam dan kondisi jalan ekstrem yang penuh liku-liku. Karakter mesin Datsun Go+ Panca ini gigi 1-nya begitu galak. Begitu juga dengan gigi 2, selain galak juga punya napas yang panjang. Nggak heran kalau driving agresif di daerah pegunungan bisa dilakukan dengan mudah… Apalagi di depan ada road captain yang selalu memandu kondisi lalu lintas melalui radio komunikasi, overtake di jalanan berliku pun menjadi lebih gampang. Memang ini bukan pertama kalinya saya lewat jalur Medan-Air Terjun Sipiso-Piso, tapi ya baru kali ini duduk di kursi driver… Asli asyik banget!

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-007

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-008

Setelah melewati Kota Berastagi, kondisi jalan sudah jauh lebih bersahabat. Masih banyak tikungan-tikungan dan tanjakan, namun nggak seekstrem sebelum masuk Kota Berastagi. Akhirnya kami tiba di Air Terjun Sipiso-Piso sudah agak sore. Perlu diketahui, Air Terjun Sipiso-Piso merupakan air terjun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 120 meter, terletak di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo. Selain bisa melihat pemandangan keren air terjun, di sini kami juga bisa menikmati pemandangan cantik Danau Toba dari sisi Tongging (bagian barat). Ini untuk kedua kalinya saya berada di Air Terjun Sipiso-Piso. Tempat ini tetap cantik, nggak pernah membosankan, dan infrastrukturnya semakin bagus. Nggak heran kalau Air Terjun Sipiso-Piso menjadi destinasi wajib kalau berlibur ke Sumatera Utara.

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-009

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-010

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-011

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-012

Datsun-Risers-Expedition-Day-2-08032016-013

Perjalanan Super Melelahkan ke Tuk Tuk (Pulau Samosir)

Puas menikmati keindahan Air Terun Sipiso-Piso, tim Datsun Risers Expedition kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini tujuannya adalah Tuk Tuk, sebuah kawasan resort dan wisata yang berada di Pulau Samosir. Kali ini Mas Mario kembali menjadi driver in charge karena merasa tertantang dengan jalur yang dilewati. Untuk menuju Tuk Tuk di Pulau Samosir ini kami sejumlah daerah seperti Sidikalang, Tele, dan Pangururan. Bagaimana kondisi jalan di rute ini?

Jalur dari Air Terjun Sipiso-Piso menuju Tuk Tuk via Sidikalang dan Pangururan ini memang lebih landai. Nggak banyak tanjakan, tapi masih banyak tikungan-tikungan tajam yang blind spot. Selain itu, jalan tergolong sempit meskipun mulus. Agak sulit melakukan overtake di sini. Apalagi kalau yang di-overtake adalah truk atau ELF, karena ban harus keluar ke bahu jalan yang punya selisih ketinggian lumayan. Jadi agak ngeri-ngeri sedap kalau mau overtake. Beruntung sih jalanan di sini nggak terlalu ramai. Mas Mario pun sepertinya sangat menikmati menjadi driver. Beberapa kali speedometer Datsun Go+ Panca menunjukkan angka 120 km/jam!!

Perjalanan menuju ke arah Tele dan Pangururan ini bisa dikatakan sangat eksotis. Jalan mulus penuh dengan tikungan, sepi, hari sudah mulai gelap, gerimis, disertai dengan kabut yang sangat tebal. Jarak tempuh yang cukup jauh dan kondisi malam sepertinya membuat Mas Mario mulai lelah. Akhirnya saya kembali menjadi driver in charge di sisa perjalanan. Memasuki wilayah Tele, kondisi jalur menjadi semakin memacu adrenalin. Penuh turunan yang curam dan tikungan super tajam. Di sebelah kanan tebih, sedangkan di sebelah kiri jurang. Itu belum termasuk banyak spot jalan dengan lubang menganga. Apalagi kabut juga semakin tebal, membuat rombongan Datsun Risers Expedition hanya berjalan sangat pelan. Kecepatan rata-rata saat itu paling hanya 20-30 km/jam saja. Harusnya pemandangan di wilayah Tele ini sangat keren kalau lewat di siang hari. Sayangnya kami sampai di sini ketika hari sudah gelap.

Kami baru bisa kembali speed up ketika masuk ke wilayah Pangururan. Pangururan merupakan wilayah yang sudah masuk ke dalam area Pulau Samosir. Menariknya, kalau masuk ke Pulau Samosir lewat Pangururan kita nggak perlu menyeberang menggunakan kapal ferry, karena di sini terdapat Jembatan Tano Panggol yang menghubungkan antara daratan Sumatera dengan Pulau Samosir (Pangururan). Driving di malam hari seperti ini memang sangat melelahkan. Apalagi kami sudah menempuh jarak yang cukup jauh. Beruntung kondisi jalan sepi, road captain mengajak para Raiser untuk kembali memacu mobil. Ini yang membuat mata ngantuk jadi melek lagi. Jalan yang penuh tikungan tajam nggak membuat tim saya, Raiser 1, ketinggalan road captain. Malah saya sengaja nempel terus dengan mobil road captain. Akhirnya kami sampai di Hotel Samosir Resort, Tuk Tuk. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, setelah seharian menempuh jarak sekitar 250 km. Lelah sih pasti… Yang jelas setelah sampai hotel kami langsung makan malam dan istirahat.


Advertisements