Long Term Test: Kawasaki KLX150L Setelah 2 Tahun dan 21.000 Km


Long-term-test-kawasaki-klx150l-001

Nggak terasa motor Kawasaki KLX150L punya saya umurnya sudah genap 2 tahun. Motor ini memang saya beli pada bulan April 2014 yang lalu. Dalam pemakaian selama 2 tahun terakhir, mileage motor mencapai angka 21.000 km. Sudah banyak suka dan duka bersama Kawasaki KLX150L. Mungkin banyak yang bertanya-tanya juga, bagaimana review motor tersebut setelah 2 tahun? Apakah rewel, sudah ancur, atau malah masih enak-enak aja? Saya bakal membahasnya di sini mas bro!

Jujur aja sih, Kawasaki KLX150L milik saya benar-benar menjadi kuda beban di tahun pertama. Kalau nggak salah satu tahun pertama motor ini sudah menempuh jarak sekitar 15.000 km. Artinya di tahun kedua hanya menempuh jarak sejauh 6.000 km saja. Kok bisa jomplang banget? Di tahun pertama Kawasaki KLX150L sangat sering saya gunakan dalam perjalanan jarak jauh. Mulai dari keliling Jawa Timur, mondar-mandir Surabaya-Jogja, hingga beberapa kali digunakan untuk perjalanan dari Surabaya ke Lampung PP, baik itu lewat Pantura maupun jalur selatan.

Bagaimana dengan tahun kedua? Kerja Kawasaki KLX150L sudah jauh lebih ringan. Memang sih sesekali masih digunakan untuk perjalanan jarak jauh, termasuk dari Surabaya ke Lampung, tapi nggak intens. Paling hanya sebagai kendaraan untuk menunjang aktivitas harian, sesekali dipakai untuk riding tipis-tipis di akhir pekan saja. Motor ini juga cukup sering nganggur karena saya menggunakan motor lain untuk aktivitas riding harian maupun riding akhir pekan. Nggak heran sih kalau di tahun kedua Kawasaki KLX150L saya hanya menempuh jarak 6.000 km saja.

Long-term-test-kawasaki-klx150l-003

Selama dua tahun terakhir ini bisa dikatakan Kawasaki KLX150L nggak pernah rewel. Perawatan yang dilakukan juga biasa saya, nggak ada yang istimewa. Hanya sesuai dengan petunjuk dalam buku pedoman. Misalnya saja untuk servis rutin dan ganti oli setiap 3.000 km, dengan oli yang diisikan adalah 1,3 liter setiap penggantian. Oli yang dipakai yang biasa saja. Kadang diisi dengan Kawasaki Genuine Oil (KGO) SAE 10W-40 semi sintetis harga Rp 45.000 per botol, kadang Castrol Power 1 SAE 10W-40 semi sintetis yang harganya sekitar Rp 55.000 per botol. Walaupun lebih seringnya saya pakai KGO SAE 10W-40 semi sintetis sih karena simple, tersedia di bengkel resmi Kawasaki. Filter oli saya ganti setiap 6.000 km sekali. Udah sih gitu aja perawatannya, nggak ada yang istimewa. Setiap servis pun saya lakukan di dealer Kawasaki, nggak di tempat lain.

Lalu bagaimana dengan spare parts? Apa saja yang sudah diganti? Selama ini yang sudah diganti adalah kanvas rem depan dan belakang. Keduanya malah sudah diganti ketika motor baru menempuh jarak sejauh 8.000 km. Kanvas rem original Kawasaki KLX150L tergolong lunak, jadi lebih cepat habis. Untuk penggantian saya nggak pakai produk original Kawasaki lantaran harganya yang tergolong mahal. Kanvas rem depan pakai produk after market yang saya lupa mereknya dengan harga Rp 50.000, sedangkan kanvas rem belakang Kawasaki KLX150L kalau nggak salah pakai kanvas rem depan Honda GL Pro yang harganya nggak sampai Rp 50.000. Kanvas rem non-original ini malah tergolong awet mas bro, sampai sekarang belum ganti lagi dan masih tebal.

Long-term-test-kawasaki-klx150l-002

Penggantian lain yang sudah dilakukan ada pada gear set (gear depan, gear belakang, dan rantai). Kalau penggantian ini bukan karena gear set original sudah rusak. Tapi memang pengen saya ganti dengan gear belakang lebih besar agar tarikannya lebih bagus meski sedikit mengorbankan top speed. Gear belakang saya pakai SSS 428-52T, gear depan masih pakai ukuran 14 mata original Kawasaki KLX150L, sedangkan rantai pakai SSS Gold 428H-140L. Stang asli sudah dilengserkan karena bengkok akibat ndlosor, diganti dengan stang model fatbar merek Scott. Ban standar sudah habis, diganti dengan sepasang IRC Motocross iX-09W dan iX-05H. Selain itu, bohlam stop lamp pernah mati dan sudah dilakukan penggantian.

Selebihnya motor masih dalam keadaan standar ting-ting mas bro, belum dioprek sama sekali. Mesin masih standar, bahkan knalpot standar pun masih terpasang dengan sempurna. Menurut saya ini sudah cukup ya untuk menunjang aktivitas, baik itu untuk aktivitas harian maupun adventure ringan. Mesinnya masih sangat bandel, nggak pernah rewel, apalagi mogok di tengah jalan. Nggak pernah sama sekali. Kalau mogok karena kehabisan bensin sih pernah beberapa kali. Efek nggak ada fuel meter. Wkwkwkwwk… Sekarang pun motor ini masih cukup mulus, mesinnya masih sangat halus, suspensi juga nyaman banget, indikator speedometer masih akftif, electric starter normal, aki belum soak, lampu-lampu masih normal semua dan belum pernah ganti, kecuali stop lamp…

Long-term-test-kawasaki-klx150l-006

Konsumsi bahan bakar terakhir saya tes dari Surabaya ke Purwodadi (Pasuruan) pergi-pulang sejauh 150 km rata-rata bisa dapat 39,8 km/liter. Lalu saat riding weekend lalu dengan rute Surabaya-Malang-Batu-Cangar-Mojosari-Surabaya sejauh 200 km didapatkan konsumsi bahan bakar rata-rata 34,5 km/liter. Tergolong irit untuk motor yang masih menggunakan sistem pembakaran karburator. Dalam pengetasan bahan bakar selalu diisi dengan Pertamax 92 lho ya, plus rider seberat 60 kg dan boncenger yang selalu ngikut seberat 50 kg. Overall selama dua tahun sangat menikmati riding dengan Kawasaki KLX150L, terlepas dari lemotnya mesin kalau menghadapi tanjakan tinggi. Xixixixi…


Advertisements