Banyak Pemain Trail Lokal, Tapi Hanya Sedikit yang Bisa Sukses

Viar-Trail-Adventure-Semarang-005

Dalam waktu beberapa tahun terakhir ini pasar motor trail memang sedang sangat bergairah. Segmen yang sebelumnya hanya diisi oleh Kawasaki melalui Kawasaki KLX150 ini kemudian diserbu oleh brand-brand lokal, sebut saja Gazgas, Monstrac, Diablo, Viar, APPKTM, Happy, dan mungkin masih banyak lagi yang nggak bisa saya sebutkan satu per satu. Walaupun pemain lokalnya lumayan banyak, tapi nggak semuanya bisa merengkuh kesuksesan di pasar motor trail. Isu kualitas dan kehandalan masih menjadi tantangan utama bagi brand lokal, meskipun di sisi lain brand lokal ini menawarkan harga motor yang sangat terjangkau. Memang siapa sih brand lokal yang masuk ke dalam kategori sukses di segmen motor trail?

Kalau menurut pendapat saya sih cuma ada dua brand lokal yang patut dipertimbangkan, yaitu Viar dan Gazgas. Paling nggak kedua brand ini terlihat cukup serius dalam menggarap motor trail. Itu terbukti dari banyaknya event trail adventure yang disponsori oleh Viar dan Gazgas. Produk-produk Viar dan Gazgas sudah banyak bermunculan di setiap event trail adventure. Setidaknya mereka memberikan warna di tengah dominasi Kawasaki KLX150. Khusus untuk Viar, produknya malah sudah mulai terlihat melenggang untuk digunakan sebagai kendaraan harian di jalan raya, nggak melulu dipakai di jalur off road saja.

Gazgas-Trail-Adventure-001

Kesuksesan Viar dan Gazgas menggarap segmen motor trail memang bukan tanpa alasan. Promosi yang dilakukan keduanya tergolong gencar di event trail adventure. Viar dan Gazgas juga sudah memiliki pabrik perakitan sendiri dan jaringan penjualan lumayan luas. Memang di sini Viar jauh lebih unggul sih daripada Gazgas. Pabrik Viar di Semarang termasuk besar untuk ukuran pabrikan lokal. Belum lagi jaringan 3S Viar yang sudah mencakup berbagai wilayah di Indonesia, bahkan sampai ke pelosok negeri, membuat penjualan motor trail menjadi lancar jaya. Ketangguhan motor niaga roda tiga yang diproduksi oleh Viar sedikit banyak juga membantu meningkatkan brand image Viar sebagai motor tangguh, tidak terkecuali pada motor trail. Selain itu, Viar memberikan bandrol harga motor trail sangat kompetitif.

Viar-Trail-Adventure-Semarang-003

Di sisi lain, Gazgas yang sudah lebih dahulu bermain di segmen motor trail tampil lebih inferior ketimbang Viar. Produk yang digelontorkan oleh Gazgas sebenarnya cukup banyak, tapi jualan utama mereka tentu saja adalah Gazgas Hummer 150 dan Gazgas GE 250 GZ1. Sayangnya kedua motor itu dibandrol cukup mahal. Untuk Gazgas Hummer 150 misalnya, harga yang ditawarkan setara dengan Viar Cross X 200 SE di angka Rp 22 jutaan, sedangkan Gazgas GE 250 GZ1 dipatok pada harga Rp 60 jutaan off the road. Di sini ada gap yang sangat besar antara Gazgas Hummer 150 dan Gazgas GE 250 GZ1. Mestinya Gazgas bisa mengisinya dengan produk yang rentang harganya lebih rapat. Bisa meluncurkan produk baru dengan kapasitas 200 cc dan 250 cc yang harganya lebih terjangkau daripada Gazgas GE 250 GZ1. Coba deh bandingkan dengan Viar, pabrikan asal Semarang ini memiliki lineup dengan rentang harga yang sangat rapat, mulai dari Viar Cross X 150 dan Viar Cross X 150 SF yang berharga Rp 16 jutaan, Viar Cross X 200 SE Rp 22 jutaan, hingga Viar Cross X 250 SE dengan bandrol harga Rp 35 jutaan. Konsumen lebih gampang memilih produk yang harganya bervariasi seperti ini.

Bagaimana dengan brand-brand lainnya? Seperti hidup segan matipun enggan! Di event trail adventure jarang terlihat sebagai peserta, apalagi sebagai sponsor. Jaringan penjualan sedikit, lineup produk minim, tidak ada tim marketing di dunia maya, ditambah dengan komunikasi yang tidak terjalin baik dengan media/blogger membuat produk mereka nyaris tidak terdengar kabarnya. Paling-paling hanya ada sedikit terdengar kabar ketika launching sebuah produk. Setelah itu amblas nggak terdengar sama sekali.

Gazgas-Trail-Adventure-002


Advertisements