Serunya Perjalanan Datsun Risers Expedition dari Medan ke Pekanbaru (3)


Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-000b

Lanjut lagi ya mengenai cerita perjalanan Datsun Risers Expedition dari Medan ke Pekanbaru… Jadi setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang sejauh 250 km dari Kota Medan ke Air Terjun Sipiso-Piso, dilanjutkan melintasi Sidikalang, Tele, dan Pangururan dengan track yang sangat menantang dan memacu adrenalin, akhirnya kami bisa beristirahat dengan nyenyak di Hotel Samosir Resort yang berada di Tuk Tuk, Pulau Samosir (Baca: Serunya Perjalanan Datsun Risers Expedition dari Medan ke Pekanbaru Part 2).

Pada 9 Maret 2016 pagi hari kami masih bisa sedikit bersantai di resort, sembari menikmati keindahan Danau Toba. Resort yang ditempati oleh tim Datsun Risers Expedition memang sangat menarik, karena lokasinya persis di tepi Danau Toba yang pemandangannya tentu maut banget… Bahkan kalau mau para Risers bisa berenang dengan bebas di tepian Danau Toba… Kalau saya sih nggak begitu tertarik berenang… Selain skill berenang yang pas-pasan, pagi itu saya agak ogah-ogahan mainan air. Saya lebih memilih menikmati gerhana matahari yang sayangnya tidak bisa tertutup secara penuh kalau dilihat dari Pulau Samosir ini…

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-000a

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-000

Wisata Budaya dan Sejarah di Huta Siallagan

Sekitar pukul 09.00 WIB, kami sudah siap meninggalkan Hotel Samosir Resort untuk melanjutkan perjalanan. Tempat pertama yang dituju oleh tim Datsun Risers Expedition adalah tempat wisata budaya dan sejarah yang berada di Pulau Samosir, yaitu Huta Siallagan. Seperti biasanya, untuk tim Risers 1 kalau pagi hari driver in charge diambil oleh Mas Mario Devan, operator radio komunikasi dipegang Mas Gesang, sedangkan saya bersantai di jok belakang menikmati keindahan alam Pulau Samosir yang luar biasa keren!

Huta Siallagan merupakan sebuah perkampungan yang menyerupai benteng, tepatnya terletak di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir. Boleh dikatakan Huta Siallagan menjadi salah satu icon pariwisata di Pulau Samosir. Jadi nggak mengherankan kalau Huta Siallagan selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. So, rasanya Huta Siallagan menjadi tempat yang wajib dikunjungi bagi para pelancong yang datang ke Pulau Samosir!

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-001

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-002

Secara sepintas, Huta Siallagan adalah perkampungan Batak kuno yang dibangun oleh Raja Laga Siallagan yang kemudian diturunkan kepada anak cucunya… Aura Tanah Batak memang sangat kental di Huta Siallagan, karena di sana berderet rumah adat khas Batak yang disebut sebagai Rumah Bolon. Hal lain yang menarik di Huta Siallagan tentunya karena ada dua lokasi Batu Parsidangan yang dulu masing-masing digunakan untuk rapat dan melakukan eksekusi terhadap orang-orang yang melakukan kesalahan… Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap mengenai Huta Siallagan, mas bro bisa baca artikelnya di sini.

Sesampai di Huta Siallagan, tim Datsun Risers Expedition disambut tarian penyambutan tamu… Kami kemudian diberi penjelasan mengenai Huta Siallagan, bahkan hingga demo eksekusi hukuman mati di Batu Parsidangan… Setelah itu kami menari Batak bersama-sama mas bro… Asli asyik banget nih tarian Bataknya… Walaupun masih pada kagok, tapi semua Risers terlihat enjoy saat menari Batak bebas… Tariannya gaya Batik tapi lagunya khas Flores. Kolaborasi yang mantap!!

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-003a

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-003

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-004

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-005

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-006

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-007

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-008

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-009

Menyeberang dari Tomok ke Ajibata dengan Kapal Ferry

Setelah cukup mengeksplor Huta Siallagan, kami tim Datsun Risers Expedition dengan berat hati harus meninggalkan Pulau Samosir dan menyeberang kembali ke daratan Sumatera. Berbeda dengan perjalanan masuk Pulau Samosir via Pangururan yang cukup melewati Jembatan Tano Panggol, kali ini kami perlu menyeberang menggunakan kapal ferry karena melewati jalan yang berbeda. Di Pulau Samosir terdapat pelabuhan penyeberangan, yaitu Pelabuhan Tomok, dengan trip kapal ferry menuju Pelabuhan Ajibata di sisi Parapat (daratan Sumatera).

Oh ya, kapal ferry yang melayani rute Tomok-Ajibata cuma ada satu, sehingga kami perlu bersabar menunggu sampai kapal bersandar dan bongkar muat di Pelabuhan Tomok. Begitu kapal siap, seluruh mobil Risers dan tim Datsun Risers Expedition masuk… Kapal ferry di sini bisa dibilang sangat sederhana dan daya tampungnya nggak banyak. Jauh berbeda dengan kapal ferry antara Pelabuhan Bakauheni (Lampung) dan Pelabuhan Merak (Banten) yang sering saya naiki…

Penyeberangan melintasi Danau Toba antara Tomok dan Ajibata sebenarnya nggak terlalu lama… Paling hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit… Sepanjang perjalanan cuaca begitu terik. Di kapal sendiri nggak ada ruang tunggu penumpang yang cukup memadai. Beruntung pemandangan alam Danau Toba begitu cantik, membuat perjalanan yang terik itu nggak begitu terasa. Apalagi di kapal ada gerombolan anak-anak kecil setempat, dengan wajah-wajah polos, mereka bernyanyi (ngamen) riang gembira sehingga suasana kapal menjadi lebih hidup. Tanpa terasa kapal ferry sudah bersandar di Pelabuhan Ajibata… Kami pun siap menempuh perjalanan yang masih super panjang!

CAMERA

Datsun Risers Expedition

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-012

Datsun Risers Expedition

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-014

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-015

CSR di SD 173684 Lumban Julu, Toba Samosir

Dalam perjalanan Datsun Risers Expedition nggak melulu ngetes mobil atau hanya sekedar menikmati keindahan alam dan budaya Indonesia mas bro… Tapi kami juga berbagai ke sekolah-sekolah melalui CSR… Untuk Datsun Risers Expedition Sumatera Etape 2 ini kami kebagian CSR di SD 173684 Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir. Susah banget ya namanya, kayak deretan nomor telepon… Hehehe… Lokasi SD 173684 sendiri nggak terlalu jauh dari Pelabuhan Ajibata, sehingga kami bisa mencapainya dengan cepat…

Memang apa saja bentuk CSR yang diberikan kepada anak-anak SD 173684 Lumban Julu? Nggak banyak sih… Kalau CSR dalam bentuk fisik, Datsun Risers Expedition memberikan buku cerita… Nggak tahu pasti jumlahnya. Tapi cukup lah, ada ratusan… Selain itu, kami para Risers juga memberikan inspirasi kepada mereka, saling berbagai, dan bermain bersama… Buat saya sih jadi pengalaman yang sangat seru bisa berbagai inspirasi dan bermain dengan anak-anak SD 173684 Lumban Julu yang masih sangat polos-polos. Beda total sama anak-anak SD di kota…

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-016

Datsun Risers Expedition

Datsun Risers Expedition

Datsun Risers Expedition

Datsun Risers Expedition

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-020

Melibas Rute Ekstrem Hingga Padang Sidempuan

Hari sudah semakin siang menjelang sore, tim Datsun Risers Expedition melanjutkan perjalanan menuju titik pemberhentian berikutnya, yaitu Kota Padang Sidempuan, yang masih masuk ke dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kali ini saya mengambil alih posisi sebagai driver in charge. Awalnya perjalanan memang agak membosankan. Banyak jalanan lurus yang mulus dengan pemandangan di kiri dan kanan hanya berupa sawah. Kami melewati beberapa kota kecil di Sumatera Utara, seperti Porsea, Siborong-Borong, dan menjelang gelap kami berhenti sejenak di Tarutung.

Rupanya perjalanan dari Tarutung sampai ke Padang Sidempuan masih lumayan jauh mas brooo… Kalau lihat di peta, jaraknya sih cuma sekitar 100 km. Dalam hitungan normal jarak segitu bisa ditempuh dalam waktu 2-3 jam. Tapi ini di Sumatera mas bro… Jalan yang dilewati cenderung sempit, berliku, dan penuh dengan tikungan tajam. Itu belum termasuk kondisi jalan yang penuh jebakan betmen. Lubang di mana-mana… Nggak sedikit pula truk-truk yang melintas membuat kami sulit menginjak gas dalam-dalam. Perjalanan malam memang membuat tubuh cepat lelah, dan mata mudah ngantuk.

Beruntung kami segera melewati jalan yang agak lengang dan mulus. Saat road captain memerintahkan untuk speed up, nggak segan-segan saya menginjak gas dalam-dalam agar bisa terus membuntuti road captain. Malah mobil Risers 1 seringkali hanya berdua di depan dengan mobil road captain, sedangkan yang lain tertinggal di belakang. Nggak bisa dipungkiri, jalannya memang sangat memacu adrenalin… Mata langsung melek deh! Harus diakui juga Datsun Go+ Panca lumayan oke buat geber-geberan di jalanan yang mengombinasikan antara track lurus panjang dan banyak tikungan tajam. Awalnya saya skeptis dengan ban Datsun Go+ Panca yang mungil. Tapi ternyata fine fine aja… Perjalanan akhirnya berhenti di Hotel Mega Pertama, Padang Sidempuan, sekitar pukul 23.00 WIB. Tentu saja sebelum masuk hotel sudah makan di dulu di sebuah restoran. Begitu tiba di hotel langsung mandi dan terkapar mas bro… Tiap hari di hajar driving sampai tengah malam terus euy!

Datsun-Risers-Expedition-Day-3-09032016-021

Datsun Risers Expedition


Advertisements