Serunya Perjalanan Datsun Risers Expedition dari Medan ke Pekanbaru (4)


Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-001

Setelah menempuh perjalanan sejauh 250 km dari Medan hingga Tuk Tuk (Pulau Samosir), kemudian dilanjutkan dengan jarak yang sama dari Tuk Tuk sampai ke Padang Sidempuan, pada 10 Maret 2016 tim Datsun Risers Expedition bergerak dari Padang Sidempuan menuju Pekanbaru. Jaraknya cukup fantastis dan dipastikan amat sangat melelahkan mas bro, mencapai 384 km. Ini merupakan hari terakhir perjalanan tim Datsun Risers Expedition Sumatera Etape 2 yang start dari Medan dan Finish di Pekanbaru.

Seperti biasanya, saya masuk ke dalam tim Risers 1 bersama dua blogger lainnya, Mas Mario Devan dan Mas Gesang. Nggak berbeda dengan dua hari perjalanan sebelumnya, pada perjalanan hari ketiga, di pagi sampai sore hari Mas Mario berperan sebagai driver in charge, saya sebagai operator radio komunikasi, dan Mas Gesang jadi backup di jok belakang. Gimana serunya perjalanan tim Datsun Risers Expedition dari Padang Sidempuan hingga Pekanbaru ini? Yuk ikuti ceritanya!!

Menengok Peninggalan Sejarah, Candi Bahal

Candi Bahal merupakan spot pemberhentian pertama tim Datsun Risers Expedition dalam perjalanan di hari ketiga. Candi peninggalan Buddha yang juga dikenal dengan nama Candi Portibi ini secara administratif terletak di Desa Bahal, Kecamatan Padang Bolak, Portibi, Kabupaten Padang Lawas. Jarak tempuh dari Kota Padang Sidempuan sampai ke Candi Bahal kurang lebih 80 km dengan kondisi jalan yang sempit dan banyak banget jebakan betmen! Asli deh, sepanjang perjalanan driver in charge mesti hati-hati dan waspada melihat jalan karena banyak lubang yang dalam, baik di kiri, kanan, maupun di tengah jalan aspal… Bahkan menjelang sampai di Candi Bahal, kondisi jalan semakin rusak parah. Kondisi jalan seperti ini benar-benar menguji ketangguhan mobil Datsun Go+ Panca yang digunakan dalam ekspedisi!

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-002

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-008

Setelah menempuh kurang lebih 3 jam perjalanan, tim Datsun Risers Expedition telah sampai di Candi Bahal. Cuaca dan udara di sini benar-benar sangat panas. Matahari begitu menyengat, membuat keringat mengucur dengan deras begitu keluar dari mobil. Apalagi hembusan angin sangat minim. Kalaupun ada, udara yang dihembuskan cenderung panas… Nggak memberikan kesejukan sama sekali… Terus seperti apa sih rupa Candi Bahal yang ada di Kabupaten Padang Lawas ini?

Sebelumnya saya memang belum pernah mendengar nama Candi Bahal, sehingga sangat surprise, ternyata kok ada peninggalan Buddha di tanah Sumatera Utara. Kabarnya, Candi Bahal merupakan candi yang didirikan pada abad ke-11 dan dikaitkan oleh Kerajaan Pannai, salah satu pelabuhan yang ada di Selat Malaka yang kemudian ditaklukkan dan menjadi bagian dari Kerajaan Sriwijaya (Wikipedia). Selain itu, ada pula yang menyebut Candi Bahal didirikan oleh Raja Rajendra Cola yang menjadi Raja Tamil Hindu Siwa di India Selatan (Pesona Indonesia).

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-004

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-005

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-006

Namun yang menurut saya unik adalah Candi Bahal ini secara arsitektur mirip dengan candi-candi yang ada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, bekas peninggalan Kerajaan Majapahit. Selain arsitekturnya, bahan yang digunakan untuk membuat candi juga sama, berupa batu bata merah yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah candi. Sayangnya, Candi Bahal nggak ada petugas atau guide yang kompeten menjelaskan asal-usul Candi Bahal, jadi kami agak kesulitan menggali informasi mengenai candi ini. Akhirnya ya cuma foto-foto doang sih… Hehehehe…

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-007

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-003

Takjub dengan Kemegahan Masjid Agung Madani di Pasir Pengaraian

Tim Datsun Risers Expedition tidak berlama-lama berada di Candi Bahal karena perjalanan masih amat sangat panjang. Kami pun meninggalkan Candi Bahal dan mengarahkan kendaraan menuju Pasir Pengaraian yang berada di Kabupaten Rokan Hulu, Riau… Jarak dari Candi Bahal sampai Pasir Pengaraian kurang lebih sekitar 140 km dengan kondisi jalan yang menurut saya cukup parah. Kenapa? Jalannya sempit, berliku, dan banyak banget lubang menganga. Kalau ada kendaraan lain di depan, dengan kecepatan rendah sekalipun, bakal sulit banget didahului… Asyiknya, walaupun banyak lubang sepanjang perjalanan, driving menggunakan Datsun Go+ Panca tetep nyaman. Ayunan suspensinya terasa lembut dan mampu meredam getaran dengan baik. Namun tetap perlu hati-hati ketika melibas lubang yang dalam. Why? Dengan diameter velg yang cuma 13 inch, ground clearance Datsun Go+ Panca tergolong rendah…

Sesekali memang ada track yang lurus, mulus, dan panjang… Kondisi itu dimanfaatkan oleh Risers untuk menginjak gas dalam-dalam, sekaligus untuk menguji sampai mana kehebatan Datsun Go+ Panca. Melirik speedometer, Mas Mario seringkali menggeber Datsun Go+ Panca sampai kecepatan 120 km/jam kalau memang track memadai. Lumayan banget kan untuk ukuran LCGC (low-cost green car) dengan harga Rp 100 jutaan??

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-009

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-010

Di tengah perjalanan kami sempat berhenti di sebuah rumah makan untuk istirahat dan makan siang yang agak telat… Saya kurang tahu di daerah mana, karena di kanan-kiri dipenuhi oleh perkebunan sawit. Sepertinya sih masih berada di wilayah Sumatera Utara. Setelah makan siang yang menjelang sore itu, saya mengambil posisi sebagai driver in charge, sedangkan Mas Mario udah nggak kuat melek… Perjalanan kali ini memang sangat membosankan… Sepanjang nggak ada pemandangan yang cukup menarik. Candi Bahal tadi adalah satu-satunya spot menarik yang kami singgahi… Kami hanya disuguhi pemandangan berupa hutan sawit, jalan yang kadang mulus, dan kadang penuh lubang. Bahkan kami nggak menemui wilayah yang bisa disebut dengan “kota”, hingga akhirnya kami masuk ke wilayah Kabupaten Rokan Hulu, tepatnya Kota Pasir Pengaraian. Artinya, kami sudah memasuki wilayah Provinsi Riau…

Nah… Di Kabupaten Rokan Hulu tim Datsun Risers Expedition mampir sejenak di Masjid Agung Madani Islamic Center hari sudah menjelang gelap dan waktu maghrib semakin dekat. Saya sampai takjub, di sebuah kabupaten kecil yang namanya pun kurang dikenal, ada masjid yang begitu megah. Asli megah dan cantik banget, nggak kalah kalau mau dibandingkan dengan masjid-masjid ternama di Indonesia, misalnya Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, atau Masjid Al Akbar di Surabaya. Malah Masjid Agung Madani Islamic Center Rokan Hulu pernah dinobatkan sebagai masjid terbaik tinggal nasional. Luar biasa!!

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-011

Datsun Risers Expedition

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-012

Finish di Pekanbaru

Setelah cukup istirahat dan shalat maghrib di Masjid Agung Madani Islamic Center, tim Datsun Risers Expedition kembali menggeber gas dengan tujuan akhir Kota Pekanbaru. Walaupun sudah memasuki wilayah Provinsi Riau, namun jarak antara Kabupaten Rokan Hulu dengan Kota Pekanbaru masih sangat jauh. Jaraknya kurang lebih 170 km. Kondisi jalan antara Rokan Hulu hingga Pekanbaru sebenarnya sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan dari Padang Sidempuan-Candi Bahal-Rokan Hulu. Jalannya sudah lebih luas, nggak begitu banyak kelokan, dan yang pasti lebih mulus.

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-014

Nah… Meskipun kondisi jalan sudah lebih baik, bukan berarti nggak ada tantangan dalam perjalanan dari Rokan Hulu sampai Pekanbaru. Tantangan yang paling berat ketika perjalanan malam hari adalah rasa bosan dan mengantuk. Beruntung di tengah perjalanan kami sempat berhenti makan malam. Saya nggak ingat waktu itu berhenti di kota mana, yang jelas kota kecil. Habis makan jalan lagi dengan diiringi hujan… Perjalanan malam, ngantuk, lelah, jalan tanpa marka, ditambah hujan, membuat konsentrasi amat terkuras.

Untuk menghindari rasa kantuk, saya memilih menggeber mobil dengan maksimal membuntuti road captain yang ada di barisan paling depan, sedangkan rombongan Risers yang lain seringkali tertinggal agak jauh. Kecepatan 100-120 km/jam di gigi 4 sudah jadi makanan rutin Datsun Go+ Panca. Saya memang agak jarang memasukkan transmisi ke gigi 5. Lumayan lah, geber-geberan ini bisa menggugah adrenalin dan membuat mata melek sampai rasa kantuk benar-benar hilang total… Sekitar pukul 01.00 dini hari, kami akhirnya tiba juga di lokasi finish, Hotel Ibis Pekanbaru. Semuanya tiba dengan aman, sehat, dan zero incident/accident. Kelelahan sih pasti… Apalagi perjalanan di hari terakhir ini memang super panjang. Kalau lihat di Google Maps sih jaraknya 384 km. Tapi realnya mungkin bisa 400 km atau lebih. Sampai di kamar hotel, saya pun langsung mandi, kemudian tertidur lelap!

Kembali ke Kota Asal

Beberapa hari mengikuti petualangan bersama Datsun Risers Expedition memang sangat seru. Banyak tempat-tempat baru yang saya kunjungi, banyak teman-teman baru, banyak pengalaman baru, dan banyak hal-hal baru lainnya yang saya dapatkan… Pada 11 Maret 2016, para peserta Datsun Risers Expedition (Risers) di antar ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru karena harus pulang ke kota asal masing-masing, sedangkan tim official Datsun Risers Expedition masih bertahan di Pekanbaru. Mereka masih menunggu peserta Datsun Risers Expedition berikutnya yang akan mencoba ketangguhan Datsun Go+ Panca dalam Datsun Risers Expedition Sumatera Etape 3 (Pekanbaru-Padang) dan Datsun Risers Expedition Sumatera Etape 4 alias terakhir (Palembang-Jakarta). Saya bersama Mas Mario dan Mas Gesang terbang dari Pekanbaru ke Surabaya via Jakarta. Selesai sudah petualangan bareng Datsun Risers Expedition.

Datsun-Risers-Expedition-Day-4-10032016-015

Anyway, thanks buat Datsun Indonesia dan Nissan Motor Indonesia yang sudah memberikan kesempatan bagi saya menjadi salah satu Risers di Datsun Risers Expedition Sumatera Etape 2. Pelayanan dari tim Datsun Risers Expedition memang top banget. Kami dikasih tiket pesawat terbaik (Garuda Indonesia), menginap di hotel-hotel paling bagus di setiap daerah/kota yang disinggahi, diajak mencicipi makanan-makanan enak, aneka makanan dan minuman yang nggak pernah telat tersedia di dalam mobil, bahkan hal kecil seperti kebersihan mobil pun sudah beres setiap harinya sebelum digeber oleh Risers… Pokoknya superb banget deh tim Datsun Risers Expedition!! Sukses selalu buat Datsun Indonesia!!!


Advertisements