Minggu Kedua, Tim VJIT Mengeksplor Keindahan Alam dan Budaya NTT



Riding di Ende

Ada kabar lagi nih mas bro dari Tim Viar Jejalah Indonesia Timur (VJIT) yang sedang melakukan perjalanan dari Bali hingga Atambua di Nusa Tenggara Timur menggunakan motor trail Viar Cross X 200 GT. Kalau di minggu pertama tim yang digawangi oleh Jenni Jean, Uhi Herlia, Colin Williams, dan Deni Sugandi ini lebih banyak melakukan jumpa komunitas sepanjang perjalanan, di minggu kedua mereka lebih fokus mengeksplor keindahan alam dan budaya di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Seperti apa keseruan cerita mereka?

Sejumlah tempat menarik dikunjungi oleh Tim VJIT di Nusa Tenggara Timur pada minggu kedua perjalanan dari total rencana satu bulan perjalanan. Salah satunya adalah mengunjungi Desa Ruteng Pu’u yang merupakan desa tertua terletak di Kecamatan Golo Dukal, Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Objek yang menjadi perhatian Tim VJIT di Desa Ruteng Pu’u adalah Compang. Apa itu Compang? Jadi Compang itu adalah batu berundak yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan persembahan di tengah-tengah perkampungan sebagai pusat pelaksanaan upacara adat Penti. Upacara adat Penti sendiri merupakan wujud rasa syukur masyarakat setempat kepada Tuhan Sang Pencipta dan arwah leluhur atas segala hasil jerih payah yang telah didapatkan…

Deni Sugandi yang bertugas sebagai fotografer dalam perjalanan VJIT mengaku kagum terhadap keindahan alam dan budaya Indonesia. Apalagi setelah berkunjung ke Desa Ruteng Pu’u. “Sungguh luar biasa yang saya dan Tim VJIT rasakan ketika dapat melihat keindahan alam Indonesia secara langsung, terlebih setiap masyarakat sangat ramah dan terbuka kepada kami, sehingga seperti di kampung halaman sendiri,” tutur Deni dalam rilis yang dikirimkan oleh Viar Motor Indonesia kepada Adventuriderz.com.

Selain Desa Ruteng Pu’u, beberapa lokasi lain yang nggak kalah cantik juga sudah disambangi oleh Tim VJIT, seperti kampung adat yang sudah berusia ratusan tahun di Lembah Jerebu’u, persisnya di kaki Gunung Inerie; rumah pengasingan mantan Presiden RI Soekarno di Ende, Danau Kelimutu, Pantai Koka, Gunung Api Egon, Gunung Ile Boleng, Pantai Mali, dan Pantai Batu Putih…

Setelah menempuh perjalanan selama dua minggu, tentu saja ada cerita yang mengesankan dari perjalanan itu. Kira-kira apa ya hal yang paling mengesankan bagi Tim VJIT? “Yang paling berkesan untuk kami adalah ketika kami harus menempuh hampir satu hari penuh perjalanan dengan menggunakan kapal penyeberangan,” tutur Tim Leader VJIT Jenni Jean. Bukan rahasia lagi, wilayah Nusa Tenggara Timur terpecah-pecah dalam banyak pulau dan pastinya dipisahkan oleh laut. Satu-satunya cara yang bisa ditempuh oleh tim ketika berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain ya hanya dengan kapal laut dengan waktu yang tempuh sangat lama. Tentu itu menjadi pengalaman yang membosankan sekaligus tidak terlupakan… Kita tunggu saja deh cerita Tim VJIT selanjutnya ya…

Bersama warga di desa Gurusina Jerebu'u Ngada

Di depan danau tiga warna, Kelimutu, NTT

Didepan rumah pengasingan Soekarno di Ende

MU di pantai Koka, Maumere Selatan


Advertisements