Impression Review: Motobi 250 – Patagonian Eagle


Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-005

Motobi 250 – Patagonian Eagle merupakan motor baru yang belum lama ini diluncurkan oleh Benelli Motor Indonesia. Patagonian Eagle kini sudah bisa ditemui di hampir seluruh showroom Benelli di Indonesia. Beberapa hari yang lalu saya melihat secara langsung sosok Patagonian Eagle di showroom Benelli Perkasa Motor (Benelli Surabaya) yang berada di Jalan Kranggan No. 100, Surabaya. Untuk sementara waktu nggak ada salahnya kalau kita bahas mengenai impression review motor ini yuk! Mungkin ke depan bisa bener-bener nyicipin review harian dengan Patagonian Eagle…

Desain

Motobi 250 – Patagonian Eagle menganut desain sebagai motor cruiser. Bisa dibilang desainnya mirip-mirip American Bike seperti Harley-Davidson, Indian, maupun Victory. Kesan retro modern juga tampak pada motor yang satu ini. Hampir seluruh bagian Patagonian Eagle menggambarkan motor retro, mulai dari bentuk tangki, lampu depan membulat, dashboard yang sangat minimalis hanya ada panel speedometer berbentuk bulat, letak kunci kotak di bagian bawah tangki sebelah kiri, kunci stang berada di bawah tangki sebelah kanan, suspensi teleskopik di bagian depan dan suspensi stereo di bagian belakang, rem belakang masih berupa tromol, hingga aksen chrome di beberapa bagian body yang sangat menggoda. Unsur modern yang ada pada Patagonian Eagle hanya ada pada bagian velg yang menggunakan casting wheel ketimbang spoke wheel.

Selayaknya motor cruiser, duduk di atas Patagonian Eagle memang terasa santai dan nyaman. Stang sangat dekat dengan tubuh, kaki menjulang ke depan, dan joknya pun terasa sangat empuk. Asli rileks banget deh saat mencoba duduk di atas Patagonian Eagle. Belum lagi joknya yang tergolong pendek, membuat siapa saja nggak akan kesulitan berada di atas Patagonian Eagle. Berkat jok yang pendek ini pula bobot Patagonian Eagle seberat 145 terasa begitu ringan. Sayangnya baru bisa mencoba dalam kondisi berhenti doang. Hehehe…

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-002

Built Quality

Patagonian Eagle merupakan motor yang diproduksi oleh perusahaan China, Qianjiang, yang menjadi induk dari Benelli dan Motobi. Umumnya motor buatan China memiliki built quality yang berantakan. Namun, itu tidak berlaku pada Patagonian Eagle. Meskipun dibuat oleh perusahaan China, Patagonian Eagle memiliki built quality yang bagus dan di atas rata-rata produk buatan China lainnya. Mungkin built quality Patagonian Eagle masih bisa disamakan dengan produk brand Jepang yang dibuat secara lokal di Indonesia. Pengecatan pada Patagonian Eagle tergolong mulus, chrome-nya halus dan kinclong, sambungan las-lasan terlihat rapi, serta bahan yang digunakan seperti pada tangki dan bagian-bagian lain terasa solid. Memang masih ada beberapa bagian yang terlihat kasar, tapi itu tidak signifikan.

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-016

Mesin

Kesan retro Motobi 250 – Patagonian Eagle ternyata tidak hanya terletak pada desain, tapi juga bagian mesin. Motor ini menggunakan mesin 250 cc paralle-twin (dua silinder), SOHC, 4-stroke, 4-valve, dan mengandalkan sistem pendingin konvensional berupa oil cooler. Mesin ini disambungkan ke roda dengan transmisi manual 5-percepatan. Oh ya, Sistem pengabutan bahan bakar Patagonian Eagle juga masih konvensional dengan menggunakan karburator model vakum. Tapi jangan salah, mesin yang masih konvensional itu bisa mengeluarkan power yang lumayan. Sesuai dengan spesifikasi, power maksimal Patagonian Eagle sebesar 17,5 HP/8.000 rpm dan torsi maksimal sebesar 16,5 Nm/6.000 rpm.

Kalau dilihat sepintas, mesin Patagonian Eagle ini mirip seperti mesin milik Honda CB400 Twin. Mesinnya sangat padat, terutama pada bagian blok silinder yang melebar, sehingga di bagian mesin tidak terlihat kopong sama sekali! Bagaimana dengan suaranya? Dalam kondisi standar suara mesin Patagonian Eagle terasa halus, tapi kurang greget untuk sebuah motor cruiser. Kayaknya begitu beli Patagonian Eagle asyiknya langsung ganti muffler free flow biar suara khas dua silindernya benar-benar keluar.

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-010

Harga

Benelli sepertinya memasang harga yang sangat agresif pada produk barunya ini. Kenapa? Karena Patagonian Eagle hanya dijual dengan harga Rp 30,2 juta on the road di wilayah Jakarta dan sekitarnya, sedangkan di Surabaya motor ini dibandrol dengan harga Rp 36 juta on the road. Tentu saja harga tersebut sangat atraktif untuk sebuah motor cruiser dengan desain manis plus menggunakan mesin 250 cc dua silinder. Gimana, tertarik mencoba?

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-014

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-006

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-015

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-013

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-011

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-012

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-008

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-009

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-001

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-003

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-004

Benelli-Motobi-250-Patagonian-Eagle-007


Advertisements