KTM Siapkan Motor Enduro 2-Stroke dengan Electronic Fuel Injection

KTM-2017-250-EXC_90_right_1200

Brand motor asal Austria, KTM, saat ini memiliki beberapa model motor enduro dengan mesin 2-stroke yang menyumbang sekitar 50 persen dari total penjualan motor off road. Nggak mengherankan kalau mesin 2-stroke masih menjadi salah satu andalan di segmen enduro bagi KTM. Bahkan mesin 2-stroke pula yang membuat para rider andalan KTM maupun anak usahanya, Husqvarna, bisa berprestasi di berbagai kejuaraan enduro kelas dunia. Sayangnya, motor enduro 2-stroke mendapatkan tantangan yang sangat berat dari segi regulasi. Apa lagi kalau bukan standar uji emisi Euro 4 yang berlaku di Eropa mulai tahun 2017 dan Euro 5 siap menghadang pada tahun 2020!!

Seperti diketahui, mesin 2-stroke dikenal memiliki bobot yang ringan, sederhana, dan sangat powerful. Tapi di sisi lain, mesin 2-stroke memiliki emisi gas buang yang buruk. Tentu saja akan menjadi tantangan yang sangat berat bagi berbagai produsen motor yang masih mengandalkan mesin 2-stroke ketika regulasi emisi yang lebih ketat diterapkan. Opsinya hanya ada dua, yaitu menyuntik mati mesin 2-stroke atau melakukan pengembangan terhadap mesin agar lolos uji emisi yang lebih ketat, dengan konsekuensi biaya produksi menjadi lebih besar dan bahkan mengorbankan performa mesin. Lantas, apa yang akan dilakukan oleh KTM terhadap motor enduro 2-stroke miliknya?

KTM sepertinya sangat sadar kalau mesin 2-stroke masih memiliki kontribusi yang sangat besar, terutama di segmen motor enduro. Oleh karena itu, KTM sudah menyiapkan strategi dengan melakukan pengembangan terhadap mesin 2-stroke agar lolos uji emisi Euro 4 dan Euro 5. Memang kenapa sih motor enduro yang notabene masuk ke dalam kategori motor off road perlu lolos uji emisi segala macam? Tentu saja agar motor-motor itu bisa dihomologasikan, bisa diregistrasikan, dan bisa menjadi kendaraan street legal. Ujungnya, peluang penjualan menjadi lebih tinggi kalau motor bisa dihomologasikan lantaran tidak hanya dijual ke kalangan-kalangan tertentu yang memang doyan off road.

“Regulasi Euro 3, 4, dan 5 untuk homologasi merupakan standar yang harus dipenuhi oleh pabrikan, tetapi tidak terbatas hanya pada masalah emisi. Mereka (regulasi) juga menyangkut berbagai macam hal seperti kebisingan suara, pengaturan pengasapan, dan di masa mendatang juga harus ada on-board diagnostic. Berbagai hal ini akan membuat semakin ketat dan sulit untuk membangun motor off road yang bisa diregistrasikan. Motor di masa yang akan datang menjadi semakin kompleks karena pabrikan perlu memenuhi lebih banyak aturan, serta aturan yang lebih ketat. Bagian yang tersulit adalah memenuhi standar kebisingan suara dan emisi. Memenuhi regulasi Euro 4 merupakan hal yang sangat menantang bagi mesin 2-stroke,” ujar Joachim Sauer, Off Road Product Manager KTM, dalam wawancara dengan Enduro Illustrated.

KTM-2017-250-EXC_90_right_engine_1300

Menurut Joachim, motor enduro KTM dengan mesin 4-stroke (EXC-F) sudah memenuhi regulasi Euro 4, sedangkan lineup motor enduro 2-stroke (EXC) baru sebatas memenuhi regulasi Euro 3. KTM pun sudah berancang-ancang menggunakan sistem pembakaran injeksi atau electronic fuel injection (EFI) pada motor enduro 2-stroke, baik itu yang 250 cc (KTM 250 EXC) maupun yang 300 cc (KTM 300 EXC). Kenapa? Joachim mengatakan hampir mustahil mesin 2-stroke bisa memenuhi regulasi Euro 4 atau bahkan Euro 5 jika tidak menggunakan EFI. “Untuk memenuhi aturan Euro 4, dan khususnya aturan Euro 5 yang akan dimulai pada tahun 2020, kami tidak melihat peluang tanpa sistem pembakaran injeksi,” kata dia.

Nantinya KTM 250 EXC dan KTM 300 EXC akan menjadi tonggak sejarah dalam motor off road. Selama ini belum ada motor enduro 2-stroke yang menggunakan sistem pembakaran injeksi, sehingga KTM 250 EXC dan KTM 300 EXC kemungkinan akan menjadi yang pertama menerapkannya. “Teknologi ini akan membawa perubahan besar dalam sejarah mesin 2-stroke. Motor 2-stroke dengan EFI sudah berjalan di departemen R&D kami dan akan mengejutkan banyak orang. Kami awalnya ragu, tetapi pengembangan motor berjalan sangat baik – mereka (motor 2-stroke dengan EFI) selalu bersih, mereka tidak diragukan, dan Anda tidak perlu khawatir mengenai jetting. Bahkan Anda tidak perlu mengaktifkan choke ketika mesin masih dingin di pagi hari,” tutur Joachim.

ktm-2017-300-exc-enduro_1200

Satu hal lagi yang menarik mas bro… KTM meyakinkan motor enduro 2-stroke dengan EFI bakal memiliki karakter yagn sama dengan motor enduro 2-stroke yang masih menggunakan sistem pembakaran konvensional berupa karburator. Malah menurut Joachim, dia tidak bisa mengatatakan apa perbedaan keduanya ketika motor dipakai riding. Perbedaan mencolok hanya terletak pada emisi gas buangnya saja, di mana motor enduro 2-stroke dengan EFI memiliki gas buang yang selalu bersih, nggak ngebul selayaknya motor enduro 2-stroke dengan karburator.

Bagaimana soal harga? Sudah jelas dengan menggunakan EFI dan mesti lolos regulasi Euro 4 atau Euro 5, biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi KTM 250 EXC dan KTM 300 EXC menjadi membengkak. Secara tegas pihak KTM mengatakan kalau harga motor enduro 2-stroke KTM bakal berada di level yang sama dengan motor enduro 4-stroke. Dengan kata lain harganya naik! Namun, KTM berjanji akan memberikan riding quality dan karakteristik kenyamanan berkendara yang lebih baik pada produknya nanti. “Motor akan menjadi lebih kompleks, tetapi dengan karakteristik kenyamanan riding yang lebih baik. Target kami adalah menyediakan motor dengan feeling berkendara sama seperti motor karbu. Kami perkirakan motor 2-stroke harganya akan semakin dekat dengan motor 4-stroke,” jelas Joachim.

KTM-250-EXC-2017-001

Advertisements