Parade Motor Trail Baru dengan Dandanan Jadul Alias Classic



Kawasaki-Stockman-250-002

Saat ini motor trail sedang sangat tenar di Indonesia. Berbagai varian motor trail, baik itu yang low-end maupun high-end, tergolong laris manis di pasaran. Sejumlah pabrikan pun menawarkan lineup motor trail dengan desain modern dan fitur terkini. Namun, berkembangnya motor trail modern itu bukan berarti membuat motor trail dengan desain jadul tidak diminati. Malah tidak sedikit pecinta motor trail yang berburu motor trail jadul seperti Suzuki TS 125 atau membangun motor custom dengan desain seperti Honda XL 100 atau Honda XL 125. Artinya, desain motor trail jadul masih tetap banyak peminatnya…

Untuk motor trail baru, memang sudah jarang pabrikan yang menawarkan dalam desain classic. Ingat, jarang bukan berarti tidak ada. Toh faktanya empat pabrikan Jepang, yaitu Honda, Yamaha, Kawasaki, dan Suzuki masih menawarkan produk motor trail berdesain classic. Sayang seribu sayang, motor trail dengan desain jadul ala empat pabrikan Jepang tidak dipasarkan secara resmi di Indonesia. Namun, kalau mas bro berminat bisa meminangnya melalui para importir umum (IU), tentunya dengan harga yang nggak murah. Memang apa saja motor trail berdesain classic yang dimiliki oleh empat pabrikan Jepang tersebut? Yuk simak daftarnya!

Suzuki DR200SE

Suzuki DR200SE merupakan salah satu motor trail di era modern yang masih menawarkan konsep classic. Coba saja lihat wujudnya… Tangki berbentuk menggembung bulat, lampu depan kotak, lampu belakang kotak, lampu sign kotak, hingga kaca spion yang berbentuk kotak sangat menyiratkan bahwa motor ini memang memiliki desain classic. Ketika melihat sosok Suzuki DR200SE, pikiran sudah jelas bakal melayang memikirkan Suzuki TS 125. Meskipun nggak bisa dibilang mirip, tapi masih ada lah gurat-gurat desain Suzuki TS 125 pada Suzuki DR200SE.



Nah… Suzuki DR200SE memang mengusung desain trail classic. Akan tetapi, mesinnya sudah tergolong kekinian, walaupun nggak canggih-canggih amat juga sih… Suzuki DR200SE menggunakan mesin yang sama seperti Suzuki DR200S, berupa mesin berkapasitas 199 cc, SOHC, 4-stroke, 2-valve, dan berpendingin udara yang dikenal sangat handal serta hemat bahan bakar. Sebagai gambaran saja, di Amerika Serikat Suzuki DR200SE dijual dengan harga US$ 4.199 atau setara dengan Rp 55 jutaan.

Suzuki-DR200SE-003

Suzuki-DR200SE-001

Yamaha Serow 250

Jika Suzuki punya DR200SE, maka Yamaha punya Serrow 250 di segmen motor trail classic. Di sejumlah negara Yamaha Serow 250 disebut juga dengan Yamaha XT250. Saat melihat ke bagian desain, Yamaha Serow 250 memang tampak lebih modern. Namun bukan berarti tidak ada unsur classic pada motor ini… Unsur classic sangat kental pada bagian headlight, tail light, dan suspensi depan teleskopik yang dibalut oleh karet. Itu belum termasuk seat height motor trail classic yang dikenal sangat bersahabat bagi para rider alias pendek…

Bagaimana dengan mesin? Yamaha Serow 250 atau Yamaha XT250 mengandalkan mesin yang sangat reliable berkapasitas 249 cc, SOHC, 4-stroke, 2-valve, dan berpendingin udara. Bisa dibilang mesin Yamaha Serow 250 ini identik dengan Yamaha Scorpio 225 di Indonesia, hanya saja kapasitasnya sedikit ditingkatkan menjadi 250 cc. Meskipun menggunakan mesin generasi lawas yang sederhana, namun nyatanya Yamaha Serow 250 sudah mengaplikasikan sistem pembakaran injeksi… Hasilnya, Yamaha Serow 250 memiliki tingkat konsumsi bahan bakar yang cukup irit, karena diklaim mampu menempuh 32 km untuk 1 liter bahan bakar… Yamaha Serow 250 atau Yamaha XT250 dijual dengan harga US$ 5.199 atau setara dengan Rp 68 jutaan di Amerika Serikat!

Yamaha-Serrow-250-30th-anniversary-limited-edition-001

Yamaha-Serrow-250-30th-anniversary-limited-edition-009

Kawasaki Stockman 250

Mengambil basis desain dari Kawasaki Super Sherpa, Kawasaki Stockman 250 memang tampak jauh lebih jadul kalau dibandingkan dengan Yamaha Serow 250. Mulai dari tangki bahan bakar, headlight, tail light, jok, front fender, hingga suspensi depan, semuanya tampak sangat classic. Asyiknya, Kawasaki Stockman 250 mempunya dua standar samping sekaligus… Satu berada di sisi kiri seperti motor pada umumnya, sedangkan satu standar lagi berada di sebelah kanan seperti motor trial. Hal ini tentu saja membuat penampilan Kawasaki Stockman 250 sangat unik!

Soal dapur pacu, Kawasaki Stockman 250 mengaplikasikan mesin jadul yang cukup sederhana, berupa mesin berkapasitas 249 cc, DOHC, 4-stroke, dan 4-valve dengan tenaga maksimal sebesar 26 HP. Kalau perhatikan spesifikasinya secara sepintas memang mesin ini mirip seperti Kawasaki KLX 250S… Faktanya, mesin Kawasaki Stockman 250 masih mengandalkan sistem pembakaran karburator dan menggunakan pendingin udara, sementara Kawasaki KLX 250S sudah menggunakan sistem pembakaran injeksi dan berpendingin radiator…

Saat ini Kawasaki Stockman 250 hanya dipasarkan di sejumlah negara, termasuk di antaranya Jepang, Australia, dan Selandia Baru.  Di negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru, umumnya Kawasaki Stockman 250 digunakan oleh para petani untuk pergi ke ladang atau peternak untuk berkeliling mengawasi sapi-sapi di savana yang sangat luas. Di Australia, Kawasaki Stockman 250 dijual dengan harga AU$ 6.199 atau setara dengan Rp 62 jutaan, sementara di Selandia Baru harganya NZ$ 6.489 atau ekuivalen dengan Rp 60,6 jutaan…

Kawasaki-Stockman-250-003

Kawasaki-Stockman-250-005

Kawasaki-Stockman-250-001

Honda CTX200 Bushlander

Pada dasarnya Honda CTX200 Bushlander merupakan pesaing terdekat bagi Kawasaki Stockman 250. Dari segi kapasitas memang beda, tapi fungsinya sama mas bro… Sama-sama ditujukan sebagai kendaraan untuk ke ladang bagi petani atau peternak di Australia dan Selandia Baru. Bahkan Honda memberikan tagline “The Ultimate Farm Workhorse“ bagi Honda CTX200 Bushlander, yang mengindikasikan kalau motor ini memang tangguh, nggak gampang rewel, dan mudah dalam hal perawatan…

Desain Honda CTX200 Bushlander tergolong jadul dengan rak bagasi di headlight dan belakang jok seperti halnya Kawasaki Stockman 250. Standar samping pun ada dua, masing-masing di sebelah kiri dan kanan… Mesinnya sendiri berkapasitas 197 cc, SOHC, 4-stroke, 2-valve, berpendingin udara, dan masih mengandalkan sistem pembakaran karburator… Bisa dibilang mesin ini identik dengan mesin Honda Tiger yang sudah lama disuntik mati di Indonesia… Bagaimana dengan harganya? Di Australia, Honda CTX200 Bushlander dijual dengan harga AU$ 5.419 atau ekuivalen dengan Rp 54 jutaan… Kalau mau memboyongnya ke Indonesia via importir umum tentu saja perlu menebus dengan harga lebih mahal lagi…

Honda-CTX200-001

Honda-CTX200-004

Honda XR650L

Satu lagi motor trail baru dengan desain jadul, yaitu Honda XR650L. Berbeda dengan motor-motor yang sudah disebutkan tadi, Honda XR650L memiliki mesin dengan kapasitas paling besar, mencapai 644 cc, SOHC, 4-stroke, 4-valve, dan berpendingin udara. Mesin ini dipadukan dengan sistem pembakaran karburator dan transmisi manual 5-percepatan… Jelas saja mesin satu silinder 650 cc ini sangat powerful dengan jambakan torsi yang juga begitu nampol!!

Desain Honda XR650L sendiri cenderung mirip seperti Honda CTX200 Bushlander, terlihat classic namun sangat garang… Benar-benar begitu menggoda mas bro… Sepertinya nyaman juga dikendarai untuk perjalanan adventure jarak jauh… Namun untuk memboyongnya mas bro perlu mengeluarkan kocek yang cukup dalam. Di Amerika Serikat, Honda XR650L dibandrol dengan harga US$ 6.690 atau setara dengan Rp 88 juta. Mendatangkannya via importir umum jelas membuat harganya menjadi berlipat… Tapi apalah arti sebuah harga jika bisa mendapatkan motor idaman dengan performa yahud…

Honda-XR650L-001

Honda-XR650L-002

Honda-XR650L-003


Nah… Itu tadi sejumlah motor trail baru yang mengusung desain classic. Mungkin bisa menjadi referensi mas bro sekalian yang menginginkan trail classic dalam kondisi baru, bukan motor tua… Tapi konsekuensinya ya itu, motor nggak dipasarkan secara resmi di Indonesia, sehingga butuh effort dan dana lebih jika ingin meminangnya melalui importir umum. Mungkin masih ada lagi motor trail classic yang beredar di pasaran internasional. Cuma karena keterbatasan pengetahuan, saya nggak bisa menyebutkan satu per satu… Monggo sharing saja mas bro kalau memang masih ada trail classic yang lainnya di pasaran…

Advertisements