Motor Enduro Ada Homologated dan Non-Homologated, Apa Artinya?

Gas-Gas-EC-300-Racing-008

Penggemar motor trail di Indonesia sebenarnya sudah dibingungkan dengan perbedaan antara motocross, motor enduro, motor dual sport, dan supermoto. Keempat motor itu memang memiliki desain yang identik, tapi fungsinya berbeda-beda. Mengenai perbedaan keempat motor itu sudah pernah dibahas dalam postingan berikut ini. Sekarang kita membahas lebih spesifik mengenai motor enduro nih mas bro… Dalam segmen motor enduro, ada istilah motor enduro homologated dan non-homologated. Memang apa artinya ya?

Motor Enduro Homologated

Motor enduro pada awalnya didesain hanya untuk off road adventure. Artinya motor ini nggak legal digunakan di jalan raya. Namun, seiring dengan tumbuhnya permintaan, memaksa pabrikan motor membuat motor enduro homologated. Di sini pabrikan motor berusaha menyediakan motor enduro yang performanya beringas tapi comply dengan standar regulasi emisi yang ada. Misalnya saja comply dengan regulasi emisi Euro 3, Euro 4, atau EPA. Dengan comply terhadap regulasi emisi dan kebisingan yang sudah ditetapkan oleh berbagai negara, maka motor enduro homologated bisa diregistrasikan (full paper), sehingga bisa mendapatkan STNK, TNKB, dan BPKB yang berujung motor ini legal digunakan di jalan raya… Tapi itu juga tergantung dari regulasi masing-masing negara ya. Nggak bisa dipukul rata bisa diterapkan di seluruh negara. Di pasaran sudah banyak kok pabrikan yang menjual motor enduro homologated, meskipun sebagian besar berasal dari pabrikan asal Eropa. Contohnya bisa dilihat dalam daftar berikut:

  • AJP PR4 240 Enduro 2016 – Euro 3
  • AJP PR5 250 Enduro 2016 – Euro 3
  • Sherco 250 SE-R 2016 – Euro 3
  • Sherco 300 SE-R 2016 – Euro 3
  • Sherco 250 SEF-R 2016 – Euro 3
  • Sherco 300 SEF-R 2016 – Euro 3
  • Sherco 450 SEF-R 2016 – Euro 3
  • Yamaha WR250F 2017 – Euro 3
  • Yamaha WR450F 2017 – Euro 3
  • KTM 125 EXC 2016 – Euro 3
  • KTM 250 EXC 2017 – Euro 3
  • KTM 300 EXC 2017 – Euro 3
  • KTM 250 EXC-F 2017 – Euro 4
  • KTM 350 EXC-F 2017 – Euro 4
  • KTM 450 EXC-F 2017 – Euro 4
  • KTM 500 EXC-F 2017 – Euro 4
  • Husqvarna TE 125 2016 – Euro 3
  • Husqvarna TE 250 2017 – Euro 3
  • Husqvarna TE 300 2017 – Euro 3
  • Husqvarna FE 250 2017 – Euro 4
  • Husqvarna FE 350 2017 – Euro 4
  • Husqvarna FE 450 2017 – Euro 4
  • Husqvarna FE 501 2017 – Euro 4
  • Beta Xtrainer 300 2017 – Euro 4
  • Beta RR 2T 250 2017 – Euro 4
  • Beta RR 2T 300 2017 – Euro 4
  • Beta RR 4T 350 2017 – Euro 4
  • Beta RR 4T 390 2017 – Euro 4
  • Beta RR 4T 430 2017 – Euro 4
  • Beta RR 4T 480 2017 – Euro 4
  • Gas Gas EC 300 Racing 2017 – Euro 3

Husqvarna-FE-250-Model-Year-2017-001

KTM-2017-500-EXC-F_right-front_1200

Beta-RR-2T-250-300-Model-Year-2017-001

Motor Enduro Non-Homologated

Jika motor enduro homologated merupakan motor yang comply terhadap regulasi emisi dan kebisingan yang ada sehingga bisa diregistrasikan (full paper), maka motor enduro non-homologated nggak bisa diregistrasikan lantaran nggak memenuhi syarat regulasi emisi dan kebisingan. Malah kebanyakan motor enduro non-homologated tidak dilengkapi dengan headlight dan tail light seperti pada motor enduro homologated. Kenapa? Karena umumnya motor enduro non-homologated hanya digunakan untuk enduro competition di lintasan tertutup yang hanya mementingkan performa tinggi dan bobot yang ringan dengan mengesampingkan tingkat emisi gas buang maupun tingkat kebisingan suara. Sejumlah pabrikan memasukkan motor enduro non-homologated ini ke dalam kelas enduro competition atau cross country. Beberapa motor yang masuk ke dalam kategori ini antara lain:

  • Honda CRF250X
  • Honda CRF450X
  • Yamaha YZ250X
  • Yamaha YZ250FX
  • Yamaha YZ450FX
  • KTM 125 XC-W
  • KTM 150 XC-W
  • KTM 250 XC
  • KTM 300 XC
  • KTM 250 XC-F
  • KTM 350 XC-F
  • KTM 450 XC-F
  • Husqvarna TX 125
  • Husqvarna TX 250
  • Husqvarna TX 300
  • Husqvarna FX 250
  • Husqvarna FX 350
  • Husqvarna FX 450

Yamaha-YZ250X-2016-004

husqvarna_tx-300_2017_1200

KTM-350-XC-F-001

Advertisements